Penulis
KOMPAS.com - Campak bukan sekadar penyakit yang ditandai demam dan ruam pada kulit.
Mengutip laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (28/11/2025), infeksi campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, mulai dari pneumonia hingga peradangan otak yang berpotensi menyebabkan kematian.
Risiko tersebut terutama terjadi pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
Karena itu, para ahli kesehatan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit ini.
Baca juga: Ciri-ciri Campak yang Sering Diabaikan, Awalnya Mirip Flu Biasa
WHO dalam publikasi pada 28 November 2025 menjelaskan bahwa sebagian besar kematian akibat campak terjadi karena komplikasi dari penyakit tersebut.
Komplikasi campak dapat menyerang berbagai organ tubuh dan menimbulkan gangguan kesehatan yang serius. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat campak antara lain:
Komplikasi tersebut dapat memperburuk kondisi kesehatan penderita, terutama pada kelompok rentan.
Baca juga: Kasus Campak Masih Ditemukan di Indonesia, Kemenkes Ingatkan Risiko Penularannya
Ilustrasi campak. WHO mengingatkan campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia dan peradangan otak.Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi akibat campak adalah pneumonia atau infeksi paru-paru.
WHO menjelaskan bahwa infeksi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang berat dan meningkatkan risiko kematian pada penderita.
Pneumonia juga menjadi salah satu penyebab utama kematian pada kasus campak.
Baca juga: Ruce Nuenda Tetap Beraktivitas Saat Kena Campak, Dokter Ingatkan Penyakit Ini Sangat Menular
Selain paru-paru, virus campak juga dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan peradangan otak atau ensefalitis.
Kondisi ini dapat menimbulkan pembengkakan otak yang berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf.
Pada beberapa kasus, komplikasi tersebut dapat menimbulkan gangguan neurologis jangka panjang.
WHO juga menjelaskan bahwa campak dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Virus campak dapat membuat tubuh kehilangan sebagian kemampuan untuk melawan infeksi yang sebelumnya pernah dihadapi.
Akibatnya, penderita campak menjadi lebih rentan terkena penyakit lain setelah sembuh dari infeksi tersebut.
Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Kamis (26/2/2026), imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah campak dan komplikasinya.
Dalam konferensi pers pada Kamis (26/2), Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengatakan bahwa cakupan imunisasi yang tinggi dapat menghentikan penularan penyakit ini.
“Pencegahan campak sangat bergantung pada imunisasi yang lengkap dan merata. Ketika cakupan tinggi dan tidak ada wilayah yang tertinggal, rantai penularan bisa dihentikan,” ujar dr. Andi.
WHO juga menyebut vaksin campak sebagai vaksin yang aman dan efektif untuk melindungi masyarakat dari penyakit ini.
Karena itu, masyarakat diimbau memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap guna mencegah campak dan risiko komplikasi yang dapat terjadi.
Baca juga: Campak Bukan Penyakit Biasa, Satu Penderita Bisa Menulari 18 Orang
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang