Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Campak Bisa Sebabkan Pneumonia hingga Radang Otak, Jangan Anggap Penyakit Ringan

Kompas.com, 6 Maret 2026, 03:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

Sumber WHO,

KOMPAS.com - Campak bukan sekadar penyakit yang ditandai demam dan ruam pada kulit.

Mengutip laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (28/11/2025), infeksi campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, mulai dari pneumonia hingga peradangan otak yang berpotensi menyebabkan kematian.

Risiko tersebut terutama terjadi pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Karena itu, para ahli kesehatan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit ini.

Baca juga: Ciri-ciri Campak yang Sering Diabaikan, Awalnya Mirip Flu Biasa

Campak dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius

WHO dalam publikasi pada 28 November 2025 menjelaskan bahwa sebagian besar kematian akibat campak terjadi karena komplikasi dari penyakit tersebut.

Komplikasi campak dapat menyerang berbagai organ tubuh dan menimbulkan gangguan kesehatan yang serius. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat campak antara lain:

  • Pneumonia atau infeksi paru-paru
  • Diare berat yang menyebabkan dehidrasi
  • Infeksi telinga
  • Peradangan otak atau ensefalitis

Komplikasi tersebut dapat memperburuk kondisi kesehatan penderita, terutama pada kelompok rentan.

Baca juga: Kasus Campak Masih Ditemukan di Indonesia, Kemenkes Ingatkan Risiko Penularannya

Pneumonia menjadi komplikasi yang sering terjadi

Ilustrasi campak. WHO mengingatkan campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia dan peradangan otak.Freepik Ilustrasi campak. WHO mengingatkan campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia dan peradangan otak.

Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi akibat campak adalah pneumonia atau infeksi paru-paru.

WHO menjelaskan bahwa infeksi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang berat dan meningkatkan risiko kematian pada penderita.

Pneumonia juga menjadi salah satu penyebab utama kematian pada kasus campak.

Baca juga: Ruce Nuenda Tetap Beraktivitas Saat Kena Campak, Dokter Ingatkan Penyakit Ini Sangat Menular

Campak juga dapat menyerang otak

Selain paru-paru, virus campak juga dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan peradangan otak atau ensefalitis.

Kondisi ini dapat menimbulkan pembengkakan otak yang berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf.

Pada beberapa kasus, komplikasi tersebut dapat menimbulkan gangguan neurologis jangka panjang.

Campak dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh

WHO juga menjelaskan bahwa campak dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Virus campak dapat membuat tubuh kehilangan sebagian kemampuan untuk melawan infeksi yang sebelumnya pernah dihadapi.

Akibatnya, penderita campak menjadi lebih rentan terkena penyakit lain setelah sembuh dari infeksi tersebut.

Imunisasi menjadi cara paling efektif mencegah campak

Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Kamis (26/2/2026), imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah campak dan komplikasinya.

Dalam konferensi pers pada Kamis (26/2), Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengatakan bahwa cakupan imunisasi yang tinggi dapat menghentikan penularan penyakit ini.

Pencegahan campak sangat bergantung pada imunisasi yang lengkap dan merata. Ketika cakupan tinggi dan tidak ada wilayah yang tertinggal, rantai penularan bisa dihentikan,” ujar dr. Andi.

WHO juga menyebut vaksin campak sebagai vaksin yang aman dan efektif untuk melindungi masyarakat dari penyakit ini.

Karena itu, masyarakat diimbau memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap guna mencegah campak dan risiko komplikasi yang dapat terjadi.

Baca juga: Campak Bukan Penyakit Biasa, Satu Penderita Bisa Menulari 18 Orang

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau