Penulis
KOMPAS.com - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahaya microsleep saat perjalanan mudik dan membagikan tips sederhana agar pengemudi tetap terjaga selama berkendara jarak jauh.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @bgsadikin pada Rabu (18/3/2026), Budi menyoroti risiko kecelakaan yang dapat terjadi hanya dalam hitungan detik ketika pengemudi kehilangan fokus.
“Bayangkan kalau kita sedang memacu kendaraan dengan kecepatan 100 kilometer per jam, lalu kita terpejam karena microsleep walau hanya tiga detik saja. Tiba-tiba mobil sudah melaju buta sejauh 100 meter ke depan,” tulis Budi.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal, terutama saat arus mudik yang padat.
Baca juga: Banyak Orang Salah Pakai Bantal Leher, Ini Penjelasan Menkes
Budi mengingatkan pentingnya disiplin beristirahat selama perjalanan jarak jauh. Ia menyarankan pengemudi untuk berhenti sejenak setiap tiga jam agar kondisi tubuh tetap terjaga.
“Makanya, saya selalu mengingatkan untuk disiplin beristirahat setiap 3 jam,” tulisnya.
Istirahat berkala membantu mengurangi kelelahan yang dapat memicu kantuk saat berkendara.
Kondisi tubuh yang lelah dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko microsleep.
Baca juga: Agar Tidak Mengantuk Saat Mudik, Ahli Gizi IPB Sarankan Hindari Makanan Ini
Tangkapan layar akun Instagram Budi Gunadi Sadikin @bgsadikin. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa microsleep saat mudik bisa terjadi dalam hitungan detik dan berisiko menyebabkan kecelakaan fatal.Selain beristirahat, Budi juga membagikan beberapa cara sederhana agar pengemudi tetap fokus selama perjalanan mudik.
Salah satunya adalah dengan mengaktifkan obrolan dengan penumpang. Ia mengingatkan agar pengemudi tetap fokus ke jalan dan tidak menoleh saat berbicara.
“Pertama, aktifkan obrolan dengan penumpang (dengan catatan jangan menoleh, mata tetap lurus ke jalan),” tulisnya.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah menyiapkan permen atau camilan untuk dikunyah selama perjalanan. Aktivitas mengunyah dapat membantu menjaga kewaspadaan saat berkendara dalam waktu lama.
Baca juga: Cara Pakai BPJS Kesehatan Saat Mudik Lebaran 2026, Peserta Tetap Bisa Berobat di Luar Kota
Budi menegaskan bahwa jika rasa kantuk sudah tidak tertahankan, pengemudi harus segera berhenti dan beristirahat.
Ia menyarankan untuk menepi di rest area terdekat dan tidur sejenak.
“Terakhir, ini yang paling ampuh, kalau mata sudah sangat berat, segera minggir ke rest area terdekat dan tidurlah 15 menit,” tulisnya.
Istirahat singkat dapat membantu tubuh kembali segar dan meningkatkan konsentrasi sebelum melanjutkan perjalanan.
Budi mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan mudik.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi diri saat berkendara.
“Sayangi keluarga kalian yang ada di dalam mobil. Selamat menikmati perjalanan dan semoga selamat sampai tujuan,” tulisnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa menjaga kondisi tubuh tetap fit selama perjalanan menjadi bagian penting untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman.
Baca juga: Mudik Lebaran 2026, Peserta BPJS Kesehatan Tetap Bisa Berobat di Mana Saja
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang