Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rusun ASN IKN Dilengkapi Smart Home System, Standar Baru Hunian Birokrat

Kompas.com, 19 Februari 2026, 10:28 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Ibu Kota Nusantara (IKN) menetapkan standar baru dalam manajemen residensial bagi aparatur sipil negara (ASN).

Korps birokrasi yang berpindah ke wilayah Kalimantan Timur ini akan menempati unit Rumah Susun (Rusun) yang dirancang melampaui sekadar tempat tinggal.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Otorita IKN mengintegrasikan teknologi smart home, termasuk sistem smart metering sebagai pilar utama efisiensi energi di pusat pemerintahan baru.

Baca juga: Cahaya Salib Raksasa di Atap Basilika Nusantara, Menanti Restu Vatikan

Langkah ini menjadi perwujudan visi smart city yang bukan merupakan slogan kosong.

Otorita IKN mengonfirmasi, setiap unit Rusun ASN dibekali perangkat digital terintegrasi yang memungkinkan penghuni mengontrol penggunaan sumber daya secara real-time.

Kehadiran teknologi ini bertujuan memangkas pemborosan energi sekaligus memudahkan pengelolaan fasilitas bangunan secara otomatis.

Ruang tamu sekaligus ruang keluarga di dalam unit Rusun ASN IKN.KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ruang tamu sekaligus ruang keluarga di dalam unit Rusun ASN IKN.
Kendali Digital dalam Genggaman

Deputi Transformasi Hijau dan Digital, Otorita IKN, Agung Indrajit, menekankan pentingnya sistem smart home, termasuk smart metering dalam ekosistem hunian IKN.

Menurutnya, sistem ini merupakan komponen vital untuk memantau konsumsi air dan listrik tanpa perlu pengecekan manual.

Baca juga: Sejarah Terukir, Ribuan Jamaah Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN

Penggunaan sensor canggih memastikan data yang dihasilkan akurat dan transparan bagi penghuni maupun pengelola gedung.

"Sistem smart metering memungkinkan pemantauan konsumsi energi secara presisi. Data ini terhubung langsung ke pusat kendali, sehingga potensi kebocoran atau penggunaan yang tidak wajar dapat terdeteksi sejak dini," ujar Agung, dikutip Kompas.com, Kamis (19/2/2026).

Area di dalam unit Rusun ASN IKN.KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Area di dalam unit Rusun ASN IKN.
Adapun, teknologi smart home di Rusun ASN mencakup sistem penguncian pintu otomatis (smart door lock), pengaturan pencahayaan pintar, serta kendali suhu ruangan yang dapat diakses melalui aplikasi gawai.

Baca juga: Basilika Nusantara IKN Jadi Tuan Rumah Sidang Tahunan KWI Mei 2026

Inovasi ini selaras dengan prinsip pembangunan IKN yang mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan.

ASN tidak perlu lagi khawatir soal keamanan fisik unit karena sistem keamanan berlapis telah terpasang secara standar di setiap menara.

Kamar tidur utama di dalam unit Rusun ASN IKN.KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kamar tidur utama di dalam unit Rusun ASN IKN.
Spesifikasi Teknis

Secara teknis, Rusun ASN di IKN didesain dengan kualitas bangunan kelas atas. Setiap menara memiliki ketinggian 12 lantai, terdiri dari lantai podium untuk fasilitas sosial dan umum, serta 10 lantai hunian.

Luas unit rusun mencapai 98 meter persegi, angka yang cukup luas untuk standar hunian vertikal pegawai pemerintah.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau