KOMPAS.com - Rumah mode asal Prancis, Chanel secara resmi meluncurkan rencana transisi iklim pertamanya.
Rencana itu memaparkan strategi perusahaan untuk mencapai deretan tujuan keberlanjutan, mengurangi jejak karbon, serta berinvestasi dalam kemitraan dan inisiatif untuk mempercepat aksi iklim.
Jenama mewah yang dikenal dengan koleksi tangan, wewangian, dan produk kecantikannya ini menargetkan emisi gas rumah kaca nol bersih di seluruh rantai pasokannya pada tahun 2040.
Target itu, mengutip ESG Dive, Selasa (17/3/2026) dinyatakan telah divalidasi oleh inisiatif Science-Based Targets (SBTi) dan selaras dengan Standar Nol Bersih Perusahaan dari SBTi.
Target dekarbonisasi jangka pendek Chanel mencakup pemotongan emisi absolut Scope 1 dan 2 sebesar 50 persen pada tahun 2030, dibandingkan dengan tahun dasar 2021, serta pengurangan emisi absolut Scope 3 sebesar 42 persen dalam jangka waktu yang sama.
Chanel menyatakan tujuannya untuk mencapai target tersebut dengan melakukan dekarbonisasi pada operasionalnya, meminimalkan dampak lingkungan dari produk-produknya, serta berkolaborasi dengan para pemasoknya.
Baca juga: Gen Z Kini Turut Awasi Janji Keberlanjutan Perusahaan
Perusahaan tersebut juga menyebutkan akan menangani sisa 10 persen emisi dengan berinvestasi pada solusi berbasis alam seperti penghapusan karbon.
"Rencana transisi ini memaparkan bagaimana kami menanggapi risiko dan peluang terkait iklim, serta bagaimana kami menargetkan untuk mencapai emisi GRK nol bersih pada tahun 2040,” kata Chief Sustainability Officer Chanel, Kate Wylie.
“Ini termasuk meminimalkan dampak dari material dan kemasan, berkolaborasi dalam distribusi yang lebih rendah dampak serta konstruksi berkelanjutan, dan melakukan investasi selama beberapa dekade pada energi terbarukan untuk menggerakkan operasional kami,” tambahnya.
Emisi Scope 3 mendominasi perusahaan
Meskipun Chanel berhasil menurunkan emisi Scope 1 dan 2 atau emisi langsung dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan, sebesar 22 persen pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2021, emisi ini hanya menyumbang 2 persen dari total jejak karbon perusahaan.
Sementara emisi Scope 3 atau emisi tidak langsung yang dihasilkan oleh rantai pasokan perusahaan menyumbang 98 persen dari profil emisi Chanel.
Berdasarkan laporan, total jejak karbon Chanel pada tahun 2024 adalah sebesar 1.123.249 metrik ton setara karbon dioksida (CO2e)
Sebagian besar emisi Scope 3 Chanel atau lebih dari 57 persen berasal dari barang dan jasa yang dibeli, termasuk air, bahan baku untuk produk dan kemasan, media, serta penyelenggaraan acara.
Rencana transisi kemudian mencatat bahwa bahan baku dalam rantai pasokan terus menjadi area fokus utama, seiring upaya perusahaan untuk mengurangi emisi tidak langsungnya.
Baca juga: Cara Perusahaan Hadapi Panas Ekstrem, Pentingnya Investasi Mitigasi dan Kredit Karbon
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya