KOMPAS.com - Lumut di tepi jalan raya disebut bisa membantu mengurangi polusi udara dan memperlambat aliran air hujan saat badai besar.
Sejumlah negara di Eropa telah bereksperimen dengan mengadopsi lumut sebagai solusi berbasis alam (nature based-solution/NbS) untuk menyerap polusi udara di perkotaan.
Baca juga:
"Salah satu fitur lumut yang paling menarik adalah kemampuannya menyerap zat-zat dari atmosfer. Lumut dapat mengakumulasi polutan seperti logam berat," ujar Pedram Vousoughi dari University of Limerick, Irlandia, dilansir dari The Conversation via Phys.org, Senin (23/3/2026).
Lumut umumnya berukuran kecil tanpa akar atau bunga. Alih-alih mengambil nutrisi dari tanah seperti kebanyakan tumbuhan, tumbuhan ini menyerap air dan mineral langsung dari udara.
Bahkan, lumut menawarkan lebih banyak manfaat dibandingkan rumput yang mampu menstabilkan tanah, sekaligus menjaga kebersihan lanskap di tepi jalan.
Lumut bisa tumbuh di tanah yang tipis, area teduh, dan permukaan terbuka yang mana rumput sering kali kesulitan tumbuh.
Setelah tumbuh, lumut juga membutuhkan perawatan yang sangat sedikit. Tidak seperti rumput, lumut tumbuh lambat dan tetap rendah di permukaan tanah.
Hal itu berarti lumut di pinggir jalan akan membutuhkan lebih sedikit pemangkasan, yang berpotensi mengurangi biaya tenaga kerja dan perawatan di sepanjang ribuan kilometer jalan.
Para ilmuwan telah menggunakan lumut selama beberapa dekade sebagai bioindikator, organisme hidup yang digunakan untuk memantau polusi lingkungan.
Berdasarkan pengamatan eksperimental, lumut mampu menunjukkan respons fisik yang terlihat terhadap polusi udara.
Misalnya, lumut yang terpapar lingkungan yang sangat tercemar telah diamati berubah warna dari hijau segar menjadi kecoklatan.
Baca juga:
Lumut disebut bisa membantu mengurangi polusi udara dan memperlambat aliran air hujan saat badai besar.Studi terbaru melakukan survei menggunakan sampel lumut untuk melacak tingkat polusi udara di puluhan negara Eropa.
Temuan dari survei tersebut menunjukkan, lumut dapat menangkap polutan, termasuk senyawa nitrogen dan partikel, yang keduanya dihasilkan oleh emisi lalu lintas.
Jika tumbuh di samping jalan raya yang ramai, lumut dapat membantu menangkap sebagian polusi udara sebelum menyebar ke ekosistem sekitarnya atau komunitas terdekat.
Di sisi lain, lumut juga mempunyai manfaat potensial lainnya terkait dengan air. Banyak spesies lumut bertindak bak spons alami, artinya tumbuhan itu bisa menyerap air beberapa kali lipat dari beratnya sendiri dan melepaskannya secara perlahan dari waktu ke waktu.
Di lereng pinggir jalan, kemampuan itu bisa membantu memperlambat aliran air hujan selama badai besar.
Aliran air yang deras dari jalan dan tanggul dapat membebani sistem drainase dan menyebabkan banjir bandang. Dengan menyimpan air sementara, lumut dapat mengurangi kecepatan aliran air hujan ke saluran pembuangan pinggir jalan.
Kemampuan lumut cocok untuk banyak jalan utama di kota-kota Eropa yang padat dan berada dekat dengan area pemukiman.
Sebagai vegetasi yang mampu mengurangi polusi dan aliran air, lumut memberikan manfaat lingkungan.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya