Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melihat Cikal Bakal Bikini di Museum Mode, Awalnya Mirip Piyama

Kompas.com, 16 Oktober 2024, 12:34 WIB
Wisnubrata

Editor

KOMPAS.com - Tahukah kamu bahwa baju untuk ke pantai pada zaman dahulu bukanlah bikini, melainkan pakaian serupa piyama? Lalu, busana perempuan untuk bermain tenis atau naik kuda pun tidak minim seperti sekarang, tetapi lebar dan panjang menutupi kaki. Bagaimana kostum olahraga tersebut berubah?

Rupanya Paris sebagai pusat mode dunia memiliki catatan dan koleksi lengkap untuk menceritakan perkembangan busana olahraga dari masa ke masa. Perjalanan perkembangan model pakaian olahraga itu ditunjukkan dalam pameran "La Mode en Mouvement" atau “Fashion in Motion” di Palais Galliera, Paris.

Pada hari Sabtu (5/10/2024), kami rombongan Pintu Incubator berkesempatan untuk melihat bagaimana pakaian olahraga berevolusi dari akhir abad 19 hingga sekarang. 

Kami tiba di museum itu sekitar pukul 10.30 ketika Matahari sudah bersinar cerah. Di dekat gerbang, telah menunggu Veronique Marinho, salah satu mentor program Pintu Incubator yang telah lama bekerja di industri fashion, termasuk bersama Thierry Mugler, Jean-Paul Gaultier, Hermes, dan Chanel.

Veronique yang mengenakan atasan hitam, bawahan putih, dan sepatu boots hitam dengan manik-manik berkilau segera menyuruh kita memasuki gerbang museum. Halaman depan museum memiliki ruang terbuka di tengahnya, dikelilingi tangga lebar melingkar untuk masuk dan keluar pengunjung, dengan pilar-pilar besar.

Baca juga: Menengok Sekolah Fashion Paling Top di Paris, Siswa Bebas Berkarya

Terletak di jantung kota Paris, Palais Galliera awalnya memang sebuah istana yang dibangun pada abad ke-19 oleh Duchess Galliera, seorang bangsawan Italia yang dermawan. Istana ini kemudian diubah menjadi museum tahun 1977 untuk menyimpan dan memamerkan sejarah fashion Paris yang kaya, menjadikannya salah satu destinasi utama bagi pencinta mode dari seluruh dunia.

Busana ballroom untuk pesta-pesta di istana yang dipamerkan di La Mode En Mouvement di Palais Galliera, ParisKompas.com/Wisnubrata Busana ballroom untuk pesta-pesta di istana yang dipamerkan di La Mode En Mouvement di Palais Galliera, Paris

Sebagai museum mode, Palais Galliera tidak menyelenggarakan pameran permanen, tetapi menampilkan koleksi sementara yang berganti-ganti sesuai tema tertentu. Kebetulan sejak 26 April 2024 hingga 5 Januari 2025, Palais Galliera mengadakan pameran Fashion on the Move bersamaan dengan Olimpiade dan Paralimpiade musim panas 2024 di Paris.

Museum itu memilih 300 item dari koleksinya yang meggambarkan peran pakaian dalam aktivitas fisik dan olahraga serta faktor sosiologis yang tercermin dalam perkembangannya.

Pameran ini menyoroti bagaimana dunia mode berkembang dari waktu ke waktu, dengan fokus pada evolusi bentuk dan fungsi pakaian yang dipengaruhi aktivitas pemakainya, sekaligus memperlihatkan bagaimana desain pakaian beradaptasi dengan tuntutan aktivitas fisik, dari busana ballroom yang megah hingga pakaian olahraga modern yang praktis.

Saat kami masuk, pemandu museum mengantarkan kami ke koleksi pakaian para bangsawan yang biasanya dikenakan dalam pesta-pesta di istana. Dengan detail yang luar biasa, terlihat bahwa busana tersebut menonjolkan penampilan, bukan kenyamanan. 

Pakaian perempuan umumnya memiliki lingkar pinggang kecil dan ketat di bagian atas tubuh, sedangkan bagian bawahnya mengembang hingga menutupi kaki. Pakaian para pria pun juga pas di badan, dengan celana setinggi betis dan rompi yang melekat di badan.

Baca juga: Melihat Trunk Show di Paris, Lebih Intim dan Personal

Perkembangan busana yang makin longgar dan tidak terlalu ketat yang dipamerkan di La Mode En Mouvement di Palais Galliera, ParisKompas.com/Wisnubrata Perkembangan busana yang makin longgar dan tidak terlalu ketat yang dipamerkan di La Mode En Mouvement di Palais Galliera, Paris

Namun, dalam perkembangannya, mulai tahun 1910-an, busana yang dipakai tampak makin longgar dan orang tidak lagi memakai korset, terutama setelah olahraga menjadi kegiatan yang populer. 

Busana olahraga pada awalnya didesain dengan satu tujuan utama: mendukung gerak tubuh secara optimal. Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, olahraga mulai menjadi kegiatan yang diminati banyak orang.

Pakaian tenis wanita tahun 1940-an yang dipamerkan di La Mode En Mouvement di Palais Galliera, ParisKompas.com/Wisnubrata Pakaian tenis wanita tahun 1940-an yang dipamerkan di La Mode En Mouvement di Palais Galliera, Paris
Namun, pakaian yang dikenakan pada saat itu masih sangat sederhana dan fungsional. Misalnya, pemain tenis dan pesepak bola menggunakan bahan wol yang tebal, yang meskipun kuat, sering kali tidak nyaman ketika dikenakan dalam aktivitas fisik yang intens.

Lalu, ketika perempuan mulai terlibat dalam olahraga seperti bersepeda dan tenis, pakaian yang awalnya kaku dan penuh ornamen perlahan-lahan menjadi lebih fungsional. 

Halaman:


Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau