JAKARTA, KOMPAS.com - Kualitas makanan yang kita asup tidak hanya ditentukan oleh segar tidaknya bahan, tapi juga wadah dan alat yang digunakan untuk mengolahnya. Karena itu, investasi pada alat masak yang aman, tahan lama, dan teruji kualitasnya merupakan langkah penting dalam menjaga nutrisi sekaligus mencegah kontaminasi.
“Sehat itu bukan hanya apa yang dimakan, tapi juga cara mengolahnya,” ucap dr. Consistania. Ribuan, Sp.GK, di acara RAVELLE FIVE5TIVAL di Jakarta, Minggu (28/9/2025).
Chief Executive Officer RAVELLE, merek perlengkapan dapur dan rumah, Wei Li, mengatakan, peralatan dapur yang aman juga mendukung gaya hidup sehat.
"Kalau sehat itu bagaimana cara masaknya yang bagus, nutrisi yang bagus, dan alat yang memang aman," katanya dalam perayaan ulang tahun kelima RAVELLE,
Ia mengatakan bahwa peralatan rumah tangga seharusnya bukan sekadar alat, melainkan layaknya sahabat yang membantu keluarga menjaga kesehatan.
Baca juga: RAVELLE Hadirkan Produk Dapur dan Rumah yang Inovatif Serta Usung Gaya Hidup Sehat
"Kami percaya rumah sehat dan modern bisa dicapai kalau sarana memasak dan peralatan pendukungnya aman, praktis, dan efisien," tambahnya.
Tak hanya itu, Wei juga membagikan beberapa tips yang bisa diterapkan, mulai dari pemilihan alat, hingga penggunaannya. Simak selengkapnya.
Wei Li menyarankan memasak nasi sesuai porsi saja agar bisa langsung habis sekali makan. Sebab, kebiasaan memanaskan nasi sepanjang hari tidak hanya mengurangi nutrisi, tapi juga meningkatkan kadar gula.
"Banyak yang masih masak nasi dipanaskan 12 jam, 24 jam. 36 jam. Kami enggak support itu. Kami lebih prefer makan langsung, jadi fresh," jelasnya.
Baca juga: Dokter Gizi Sarankan Segera Pindah Nasi dari Rice Cooker usai Matang, Ini Alasannya
Selain cara memasak, ia juga menekankan pentingnya memilih peralatan yang aman. Misalnya, pada teflon yang sudah ada baretan, itu akan berbahaya pada kesehatan.
"Selama ini kalau yang murah pasti warnanya hitam, non-stick, yang orang Indonesia bilang teflon. Itu banyak yang enggak tau kalau baret dan tetap dipakai bisa bahaya," ungkapnya.
Oleh karena itu, penting memperhatikan kualitas material, terutama bagian yang bersentuhan langsung dengan makanan.
Kesibukan yang padat bukan lagi alasan untuk menurunkan kualitas gizi pada makanan.
"Kalau cepat biasanya yang dikompromikan kualitas dan nutrisinya. Kami membantu mempersingkat waktu memasak, tapi tetap aman dan sehat," ucapnya.
Multi cooker dan presto listrik misalnya, dengan pengaturan waktu otomatis menjadi contoh praktis masak yang tetap efisien, tapi nutrisi tetap terjaga.
Baca juga: Masak Pakai Air Fryer atau Microwave Bisa Turunkan Gizi Makanan? Simak Jawaban Pakar