Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dokter Kulit Ingatkan Bahaya Pakai Krim Pemutih Abal-abal untuk Flek Hitam

Kompas.com, 10 Desember 2025, 17:24 WIB
Lusia Kus Anna

Penulis

KOMPAS.com - Mengatasi hiperpigmentasi bukanlah proses instan, terutama bila disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet yang menumpuk selama bertahun-tahun. Fleknya sering membandel, perawatannya perlu konsistensi, dan hasilnya tidak selalu cepat terlihat. 

Karena itulah banyak orang menjadi tidak sabar lalu tergoda membeli krim pemutih instan yang beredar bebas di toko online.

"Hiperpigmentasi memerlukan pengobatan yang lama atau panjang. Sedangkan pasien banyak yang tidak sabar, pengen cepat-cepat, akhirnya larinya ke online," tutur dr.Sri Ellyani Sp.DVE dalam acara Isispharma High Tea Gathering beberapa waktu lalu.

Ia mengingatkan agar konsumen lebih berhati-hati membeli krim pemutih yang dijual online, sebab sebagian di antaranya mengandung bahan berbahaya yang justru dapat merusak kulit. 

Baca juga: Daftar 23 Kosmetik dan Skincare Berbahaya yang Dilarang BPOM, Ada Face Palette

"Dampaknya skin barrier rusak, sehingga mudah iritasi. Masih ditambah lagi dengan terpapar matahari, apalagi kadang lupa menggunakan sunscreen, akhirnya hiperpigmentasi bertambah atau justru muncul kembali. Yang disalahkan siapa? Dokternya, katanya ngobatinnya tidak bisa," tutur dr.Sri.

Over eksfoliasi

Ditambahkan oleh dr.Idrianti Idrus Sp.DVE, krim pemutih abal-abal memang lebih disukai masyarakat karena bisa memberikan hasil instan.

"Itu kenapa bisa langsung putih, karena terjadi over eksfoliasi, pigmennya itu dikasih turun sehingga tidak terjadi hiperpigmentasi, kemudian kelenjar minyak juga bekerja terlalu keras," papar dr.Idrianti di acara yang sama.

Baca juga: 11 Cara Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak Menurut Ahli

Isispharma bersama Regenesis Indonesia mengadakan acara talkshow bertema ?Why Science Matters: Choosing Dermatocosmetics with Proven Clinical Results di Tangerang Selatan (5/12/2025).Dok Regenesis Isispharma bersama Regenesis Indonesia mengadakan acara talkshow bertema ?Why Science Matters: Choosing Dermatocosmetics with Proven Clinical Results di Tangerang Selatan (5/12/2025).

Dalam jangka pendek, pemakaian krim pemutih abal-abal, baik yang mengandung hirokuinon atau merkuri, itu akan menyebabkan kulit iritasi, dan merah karena terjadi over eksfoliasi.

"Kemudian kulit nampak putih tapi pembuluh darahnya terlihat sehingga akan memicu timbulnya jerawat berulang. Dan ketika dia setop, fleknya makin parah. kalau kita bilang itu okronosis," jelasnya.

Baca juga: Cara Mengatasi Bekas Jerawat Setelah Dipencet agar Tak Jadi Flek Hitam

Okronosis adalah kondisi penumpukan pigmen berwarna cokelat kehitaman atau kebiruan di jaringan tubuh, bisa karena faktor genetik atau paparan zat tertentu dalam krim pemutih. 

Kondisi tersebut sangat berbahaya. Menurut dr.Idriyanti, dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan ginjal, bahkan pada ibu hamil dapat memicu cacat janin.

"Ini karena sudah diserap dalam aliran darah," ujarnya.

Ketahui penyebab hiperpigmentasi

Penting untuk diingat, tidak ada jalan pintas untuk memudarkan flek hitam.  Terlebih lagi, penyebab hiperpigmentasi ada berbagai faktor.

Dijelaskan oleh dr.Sri, pasien dengan keluhan hiperpigmentasi mayoritas disebabkan karena paparan sinar matahari.

Baca juga: Jangan Salah, Ketahui Beda Flek Hitam akibat Penuaan dan Melanoma

"Di mana paparan ini tidak hanya sekali, tapi sudah berlangsung lama dan akhirnya  menjadi hiperpigmentasi. Ditambah lagi kalau masyarakat Indonesia banyak yang beraktivitas di luar ruang," katanya.

Selain paparan sinar matahari, munculnya flek hitam juga bisa disebabkan karena inflmasi, seperti bekas jerawat, akibat iritasi, salah tindakan dalam perawatan kulit, atau pun faktor hormonal yang memang meningkatkan produksi melanin.

Dokter Sri mengingatkan pentingnya memilih produk dengan bahan aktif yang bekerja pada berbagai lapisan kulit serta peran produk yang memiliki bukti klinis yang aman dan bermanfaat dalam jangka panjang atau disebut dengan dermatocosmetics.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Flek Hitam di Wajah Kulit Sawo Matang

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau