Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Literasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Masih Rendah, Dosen UI Ungkap Dampaknya

Kompas.com, 20 Desember 2025, 13:05 WIB
Devi Pattricia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Angka literasi kesehatan masyarakat Indonesia dinilai masih tergolong rendah dan menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan publik. 

Rendahnya pemahaman dasar mengenai kesehatan membuat sebagian masyarakat belum mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi masalah kesehatan, bahkan untuk kondisi yang tergolong ringan.

Dosen Departemen Kependudukan dan Biostatistika, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Dr. Wahyu Septiono, S.K.M., M.I.H. mengatakan, hingga kini Indonesia belum memiliki gambaran utuh terkait tingkat literasi kesehatan masyarakat secara nasional.

Baca juga: Bangun Fondasi Literasi Digital pada Anak, Bagaimana Caranya?

“Di Indonesia sebenarnya belum ada nih survei nasional yang benar-benar meneliti persentase literasi kesehatan masyarakat Indonesia. Tapi saya menemukan studi untuk beberapa di daerah,” ujar Wahyu dalam Diskusi Media terkait laporan Health Inclusivity Index (HII) 2025 di Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).

Meski belum tersedia data nasional yang komprehensif, sejumlah studi di tingkat daerah menunjukkan bahwa literasi kesehatan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Temuan studi menunjukkan literasi kesehatan masih rendah

Dosen Departemen Kependudukan dan Biostatistika, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Dr. Wahyu Septiono, S.K.M., M.I.H. dalam Diskusi Media terkait laporan Health Inclusivity Index (HII) 2025 di Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Dosen Departemen Kependudukan dan Biostatistika, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Dr. Wahyu Septiono, S.K.M., M.I.H. dalam Diskusi Media terkait laporan Health Inclusivity Index (HII) 2025 di Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).

Wahyu mengungka beberapa hasil rujukan penelitian yang ia temukan berasal dari publikasi Journal of Public Health yang menyoroti kondisi literasi kesehatan masyarakat. 

Dari data tersebut, terlihat bahwa proporsi masyarakat dengan literasi kesehatan rendah masih cukup besar.

Baca juga: Indonesia Krisis Konselor Laktasi dan Literasi Gizi

“Dari data Journal of Public Health tentang literasi kesehatan, sekitar 16 persen itu masyarakat punya literasi kesehatan yang kecil. Tapi, 35 persennya problematik atau tidak aware sama sekali,” ujarnya.

Menurut Wahyu, angka tersebut menunjukkan bahwa cukup banyak masyarakat yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan karena tidak memiliki kesadaran yang memadai terkait kesehatan. 

Kondisi ini berpotensi memicu kesalahan dalam pengambilan keputusan, baik dalam pencegahan maupun penanganan penyakit.

Ia menilai, literasi kesehatan tidak selalu berkaitan dengan pemahaman medis yang rumit. Justru, pemahaman dasar terkait perawatan diri menjadi indikator penting dalam menilai literasi kesehatan seseorang.

Literasi kesehatan dimulai dari self-care

Wahyu menekankan, literasi kesehatan mencakup hal-hal sederhana yang kerap dianggap sepele. Pemahaman mengenai langkah awal saat sakit ringan, seperti demam, menjadi contoh konkret literasi kesehatan yang baik.

“Bicara soal literasi kesehatan tidak melulu hal yang besar, sebatas self-care atau pertolongan pertama saat demam saja itu sudah paham jika literasi kesehatannya baik,” katanya.

Namun, rendahnya literasi kesehatan membuat sebagian masyarakat tidak mengetahui langkah yang tepat dalam menangani kondisi kesehatan dasar. 

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau