KOMPAS.com - Bagi banyak orang, uban identik dengan penuaan, stres, atau perubahan besar dalam hidup. Namun, kebiasaan mencabut uban ternyata bukan solusi yang bijak.
Alih-alih menghilangkannya, kebiasaan ini justru bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan rambut dan kulit kepala. Lantas, mengapa mencabut uban sebaiknya dihindari?
Salah satu kepercayaan yang paling sering beredar adalah anggapan bahwa mencabut satu uban akan memicu tumbuhnya banyak uban baru. Faktanya, anggapan ini hanyalah mitos.
Penata rambut sekaligus creative director of education di SACHAJUAN, Trey Gillen menegaskan, uban tidak bisa menular ke rambut di sekitarnya.
Baca juga: Mengapa Anak Muda Sudah Beruban? Belajar dari Nadya Hutagalung yang Bangga Punya Uban
“Rambut di sekelilingnya tidak akan berubah menjadi putih sampai sel pigmen di folikel masing-masing benar-benar mati,” jelas Gillen, seperti disadur Real Simple, Selasa (6/1/2026).
Setiap helai rambut tumbuh dari satu folikel yang berdiri sendiri. Ketika sebuah rambut berubah menjadi abu-abu atau putih, itu berarti sel pigmen di folikel tersebut sudah tidak lagi memproduksi melanin.
Singkatnya, apa yang terjadi pada satu folikel tidak memengaruhi folikel lain di sekitarnya.
Baca juga: 5 Cara Mencegah Uban Muncul di Usia Dini
Banyak orang berharap mencabut uban bisa menjadi cara “menghapus” tanda penuaan. Padahal, hasilnya justru sia-sia. Rambut yang tumbuh kembali dari folikel tersebut tetap akan berwarna abu-abu atau putih.
“Dengan kata lain, mencabut uban hanya akan digantikan oleh uban baru di tempat yang sama,” ujar Gillen.
Proses ini hanya menunda kemunculan uban untuk sementara, tanpa mengubah warna rambut yang akan tumbuh berikutnya. Artinya, mencabut uban sama sekali tidak memberikan manfaat jangka panjang.
Baca juga: 8 Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif, Mulai dari Jaga Pola Makan
IlustrasiAlasan terpenting untuk menghentikan kebiasaan mencabut uban adalah risiko kerusakan folikel rambut. Setiap kali rambut dicabut secara paksa, folikel mengalami trauma.
“Plucking atau mencabut rambut dapat melukai folikel rambut, dan jika dilakukan berulang kali, folikel tersebut bisa rusak hingga tidak mampu menumbuhkan rambut lagi,” tutur Gillen.
Dalam kondisi terburuk, kebiasaan ini dapat menyebabkan area tertentu di kulit kepala tidak lagi ditumbuhi rambut.
Uban mungkin saja hilang, namun seseorang justru berisiko mengalami penipisan rambut atau bahkan kebotakan pada titik-titik tertentu.
Baca juga: Potret Luna Maya Tampil Fresh dengan Rambut Bob di Tahun 2026
Risiko mencabut uban tidak berhenti pada kerusakan folikel saja. Jika dilakukan berulang dan tidak higienis, kebiasaan ini juga bisa memicu infeksi.