I
KOMPAS.com - Industri kecantikan memasuki fase baru di tahun 2026. Setelah bertahun-tahun dipenuhi tren viral dan bahan sensasional, arah skincare kini kembali ke akarnya, yaitu sains yang teruji.
Para dermatolog sepakat, inovasi terbaru tidak lagi berfokus pada sensasi sesaat, melainkan pada efektivitas jangka panjang yang didukung riset klinis.
“Sains sangat unggul di kategori skincare di tahun 2026,” ujar dr. Uchenna Okereke, dermatolog bersertifikat di Boston, seperti dilansir dari Allure, Kami (6/1/2026).
Baca juga: 9 Tren Parfum 2026 yang Wajib Dicoba, dari Matcha hingga Vanila
Menurutnya, tahun ini menjadi momen ketika ilmu pengetahuan kembali memimpin inovasi, bukan sekadar mengejar bahan baru yang belum tentu terbukti.
Berikut deretan tren skincare yang diprediksi akan mendominasi tahun 2026.
Retinol dan vitamin C tetap menjadi bintang utama di tahun 2026. Bedanya, kedua bahan ini kini hadir dengan karakter yang lebih halus, stabil, dan minim iritasi.
Teknologi terbaru memungkinkan bahan aktif menembus kulit lebih efektif tanpa mengorbankan kenyamanan.
“Formula dan delivery system kini jauh lebih canggih, sehingga kita kembali ke dasar dengan cara yang lebih pintar,” kata Colette Laxton, cofounder The Inkey List.
Hal ini turut diperkuat oleh dermatolog dr. Jacqueline Greb Goldminz yang menilai teknologi justru membantu orang kembali pada kebiasaan skincare yang benar.
Seiring meningkatnya popularitas perawatan di klinik seperti laser dan injeksi kolagen, produk skincare pendukung sebelum dan sesudah prosedur juga ikut berkembang.
Produk berbasis peptide dan growth factor dirancang untuk mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan hasil perawatan.
“Kami kini lebih fokus menggunakan skincare untuk mendukung perawatan di klinik,” ujar Goldminz.
Baca juga: 5 Rekomendasi Brand Skincare Vegan, Ramah di Kulit dan Ramah Lingkungan
Ia mencontohkan penggunaan produk berbasis peptide sebelum dan setelah prosedur sebagai cara mengurangi downtime sekaligus meningkatkan hasil.
Setelah berbagai kontroversi sunscreen di tahun sebelumnya, 2026 menjadi titik balik bagi produk sunscreen. Konsumen kini menuntut transparansi bahan, keamanan, serta tekstur yang nyaman dipakai sehari-hari.