Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Sebab Kulit Kepala Tiba-tiba Berketombe, Bisa karena Stres

Kompas.com, 14 Januari 2026, 12:15 WIB
Devi Pattricia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Sumber Allure

KOMPAS.com - Ketombe yang muncul secara tiba-tiba sering membuat banyak orang panik dan merasa ada yang salah dengan tubuhnya. 

Padahal, dalam banyak kasus, ketombe bukanlah tanda penyakit serius. Menurut para dokter kulit, kondisi ini lebih sering berkaitan dengan kebiasaan perawatan rambut, lingkungan, hingga gaya hidup sehari-hari.

“Kulit kepala kita seperti kulit di bagian tubuh lain. Ia bereaksi terhadap perubahan kebersihan, hormon, stres, hingga lingkungan,” kata Jeannette Graf, MD, dokter kulit bersertifikat, disadur dari Allure, Selasa (13/1/2026).

Baca juga: Mengenal Penyebab Ketombe Rambut dan Tips Pilih Sampo 

Penyebab Kulit Kepala Tiba-tiba Berketombe

Berikut beberapa penyebab paling umum mengapa kulit kepala bisa tiba-tiba berketombe.

1. Jarang mencuci rambut

Jarang mencuci rambut dapat menyebabkan penumpukan minyak dan sel kulit mati di kulit kepala. 

Dokter kulit bersertifikat di Texas, Heidi Prather, DO menjelaskan, jarang keramas bisa memicu penumpukan minyak.

“Tidak mencuci kulit kepala dapat menyebabkan penumpukan minyak dan pertumbuhan flora normal yang berlebihan. Flora tersebut termasuk ragi bernama Malassezia,” kata dia. 

Menurut Deanne Mraz Robinson, MD, dokter kulit bersertifikat di Connecticut, jika jumlah ragi ini terlalu banyak, sel kulit akan bereproduksi lebih cepat sehingga memicu pengelupasan berlebih yang tampak sebagai ketombe. 

Bahkan tanpa kelebihan ragi sekalipun, penumpukan sebum dan sel kulit mati tetap bisa menyebabkan ketombe.

2. Terlalu sering mencuci rambut

Selain itu, mencuci rambut terlalu sering juga dapat memicu masalah. Hal ini justru bisa memunculkan ketombe di kulit kepala.

“Mencuci kulit kepala secara berlebihan bisa membuatnya memproduksi minyak lebih banyak sebagai bentuk kompensasi,” ujar Kseniya Kobets, MD, dokter kulit dan direktur dermatologi kosmetik di Montefiore.

Baca juga: Benarkah Penggunaan Dry Shampoo Bisa Bikin Rambut Berketombe?

Graf menambahkan, kebutuhan mencuci rambut berbeda pada tiap orang. Kuncinya adalah mengenali kebutuhan kulit kepala masing-masing.

“Mereka yang kulit kepalanya berminyak mungkin perlu keramas setiap dua hari, sedangkan yang kulit kepalanya kering bisa cukup seminggu sekali,” jelasnya. 

3. Produk styling rambut yang tidak cocok

Beberapa produk styling justru bisa memperparah ketombe. Para ahli juga tidak menyarankan untuk memakai kondisioner atau produk berbasis minyak langsung ke kulit kepala.

“Produk yang mengandung alkohol dapat menyebabkan kulit kepala kering, yang kemudian memicu produksi sebum berlebih dan akhirnya menimbulkan ketombe,” terang Robinson.

Halaman:


Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau