Penulis
KOMPAS.com — Jerawat sering dianggap sebagai masalah kulit yang sederhana. Padahal, bagi banyak orang, kemunculannya dapat memengaruhi kenyamanan bahkan rasa percaya diri dalam beraktivitas sehari-hari.
Masalah kulit itu bisa dialami siapa saja, baik remaja maupun orang dewasa. Banyak orang kemudian mencoba berbagai cara untuk mengatasinya, mulai dari penggunaan skincare hingga melakukan treatment di klinik kecantikan.
Namun, tidak semua metode perawatan memberikan hasil yang diharapkan. Dalam beberapa kasus, treatment yang kurang tepat justru dapat memperburuk kondisi kulit dan membuat jerawat semakin sulit ditangani.
Menurut Direktur Eva Mulia Clinic, dr Eddy Widjaja, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa setiap kondisi kulit memiliki karakteristik yang berbeda.
“Setiap kulit memiliki karakteristik berbeda. Treatment yang sama bisa aman untuk satu orang tetapi berisiko bagi orang lain,” ujar dr Eddy Widjaja dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/3/2026).
Oleh karena itu, memahami kesalahan yang sering terjadi saat melakukan treatment jerawat menjadi langkah penting agar perawatan kulit berjerawat dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Salah satu kesalahan paling umum adalah memilih treatment hanya berdasarkan tren atau rekomendasi orang lain.
Padahal, kondisi kulit setiap orang tidak selalu sama. Jenis jerawat, tingkat peradangan, hingga sensitivitas kulit bisa berbeda-beda.
Tanpa pemahaman tersebut, penggunaan treatment tertentu bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, atau bahkan memicu munculnya jerawat baru.
Banyak orang berharap jerawat bisa hilang dalam waktu singkat. Hal ini membuat sebagian orang mencoba berbagai jenis perawatan secara bergantian dalam waktu yang sangat dekat.
Padahal, kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan treatment yang dilakukan. Jika terlalu sering mengganti metode perawatan, kondisi kulit bisa menjadi lebih sensitif dan tidak stabil. Jerawat justru bisa meradang, alih-alih membaik.
Kesalahan berikutnya adalah menghentikan perawatan ketika jerawat mulai berkurang. Padahal, proses pemulihan kulit tidak hanya berhenti pada fase menghilangkan jerawat. Perawatan lanjutan tetap diperlukan untuk menenangkan kulit, mengurangi kemerahan, hingga mengatasi bekas jerawat.
“Perawatan jerawat bukan hanya soal menghilangkan jerawat, tetapi juga menjaga kesehatan kulit jangka panjang,” jelas dr Eddy.
Jika tahap perawatan lanjutan diabaikan, bekas jerawat dan masalah kulit lainnya dapat muncul dan membutuhkan waktu lebih lama untuk diperbaiki.
Melakukan treatment tanpa konsultasi dengan tenaga profesional juga menjadi kesalahan yang cukup sering terjadi.