Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bijak Konsumsi Sajian Lebaran Bagi Penderita Diabetes dan Hipertensi

Kompas.com, 15 Maret 2026, 12:45 WIB
Nabilla Ramadhian,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu hal yang paling ditunggu saat Hari Raya Idul Fitri adalah kuliner yang menyajikan berbagai macam hidangan lezat di meja makan. Mulai dari aneka ragam kue manis, hingga hidangan bersantan seperti opor dan rendang.

Sayangnya, di balik kelezatan sajian tersebut, tersimpan risiko kesehatan serius, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit penyerta.

"Untuk masyarakat yang mempunyai diabetes dan hipertensi, kalau habis konsumsi makanan manis perlu perhatian," ungkap dr. Yosua Marulitua Manullang, M.Ked(PD)., Sp.PD dalam acara media gathering bersama Siloam Hospitals Mampang di Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Puasa Bisa Picu Gula Darah Turun Drastis, Ini Peringatan Dokter untuk Pasien Diabetes

Hati-hati saat mengonsumsi hidangan Lebaran

Ancaman di balik manisnya kue 

Bagi penderita diabetes, asupan gula berlebih yang masuk ke dalam tubuh dalam waktu yang sangat singkat mampu memicu malapetaka pada sistem metabolisme harian.

"Karena memang kalau untuk kondisi diabetes dan hipertensi ini bisa terjadi secara cepat, naik gulanya, naik tensinya. Sehingga pada saat gula itu naik secara cepat, bisa menyebabkan kondisi hiperglikemia," jelas dr. Yosua.

Hiperglikemia adalah kondisi yang sangat berisiko bagi pasien diabetes melitus karena kadar gula darah melebihi batas normal. Gejala hiperglikemia ini baru akan terasa sangat mengganggu ketika glukosa darah meningkat secara signifikan melebihi 200 mg/dL.

"Nah hiperglikemia ini bisa menyebabkan pusing, nyeri kepala yang enggak nyaman," lanjut dr. Yosua.

Baca juga: Gula Darah di Atas 250, Penderita Diabetes Disarankan Tidak Puasa

Waspada hidangan bersantan

Penderita hipertensi dituntut untuk menahan selera dari godaan makanan yang didominasi oleh rasa gurih, bersantan pekat, dan diolah dengan banyak minyak.

"Sedangkan kalau untuk yang makanan gurih-gurih, kayak opor, ketupat, ati ampela sambal balado, itu bisa menaikkan kondisi tekanan darah tinggi," kata dr. Yosua.

Dikutip dari laman resmi Ayo Sehat yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Minggu (15/3/2026), pengidap hipertensi diwajibkan untuk mengontrol pola makan secara ketat dengan mengurangi asupan yang mengandung garam tinggi.

Penderita juga harus membatasi makanan tinggi lemak, termasuk makanan yang digoreng, demi menjaga agar tekanan darah tetap terkendali.

Jika peringatan ini diabaikan saat momen perayaan Lebaran, gejalanya bisa langsung dirasakan dan sering kali membuat penderitanya panik karena disalahartikan sebagai penyakit serius lainnya.

"Nah, tekanan darah tinggi ini juga bisa berpotensi untuk memunculkan gejala seperti nyeri kepala, pusing, rasa tidak nyaman di tengkuk, tapi tidak berhubungan langsung dengan kolesterol," jelas dr. Yosua.

Baca juga: Rutin Olahraga Sejak Muda Bantu Cegah Hipertensi di Usia Paruh Baya

Bikin perut kembung dan begah

Anjuran untuk bijak dalam mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula juga berlaku bagi mereka yang tidak punya penyakit penyerta.

Mengasup makanan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat bisa membuat rasa tidak nyaman di perut.

"Bisa tidak nyaman di perut apalagi kalau individu juga mempunyai asam lambung, yang mana sebulan sudah biasa berpuasa, tiba-tiba diisi makanan penuh secara tiba-tiba. Itu bisa langsung berasa begah, penuh, kembung, atau bahkan merasa tidak nyaman di ulu hati," tutup dr. Yosua.

Baca juga: 7 Rekomendasi Menu Lebaran yang Lebih Sehat dan Bebas Santan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau