Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kekurangan Chatbot AI Sebagai Penyedia Informasi Kesehatan

Kompas.com, 15 Maret 2026, 15:40 WIB
Lusia Kus Anna

Penulis

KOMPAS.com - Banyak orang saat ini menjadikan chatbot kecerdasan buatan (AI) sebagai sumber informasi kesehatan. Namun, sebaiknya jangan langsung percaya begitu saja pada jawaban yang diberikan.

Sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan memberikan gambaran yang suram tentang apakah chatbot AI sebenarnya mampu memberikan nasihat medis kepada masyarakat umum.

Dalam eksperimen tersebut ditemukan bahwa chatbot tidak lebih baik dibandingkan mesin pencari seperti Google, yang selama ini juga dinilai sebagai sumber informasi kesehatan yang masih memiliki banyak keterbatasan, dalam membantu pengguna mengarah pada diagnosis yang tepat atau menentukan langkah yang sebaiknya diambil selanjutnya. 

Bahkan, teknologi AI ini juga dinilai memiliki risiko tersendiri karena terkadang menyajikan informasi yang keliru atau memberikan saran yang berubah drastis hanya karena perbedaan kecil dalam cara pertanyaan diajukan.

Baca juga: Otak Lelah Usai Pakai Chatbot AI di Tempat Kerja? Ini Alasannya

Para peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada satu pun model yang dievaluasi dalam eksperimen tersebut yang “siap digunakan dalam pelayanan langsung kepada pasien.”

Studi ini juga disebut sebagai penelitian acak (randomised study) pertama yang secara khusus menguji kemampuan chatbot AI dalam memberikan saran medis kepada publik.

Dalam tiga tahun sejak chatbot AI tersedia untuk umum, pertanyaan tentang kesehatan menjadi salah satu topik paling umum yang ditanyakan pengguna kepada mereka.

Beberapa dokter mengaku sering menemui pasien yang telah berkonsultasi dengan AI untuk mendapatkan opini pertama. 

Produk AI khusus untuk informasi kesehatan

Survei menemukan bahwa sekitar satu dari enam orang dewasa menggunakan chatbot untuk mencari informasi kesehatan setidaknya sekali sebulan.

Perusahaan teknologi AI besar, termasuk Amazon dan OpenAI, telah meluncurkan produk yang secara khusus ditujukan untuk menjawab pertanyaan kesehatan dari pengguna.

Baca juga: Manfaat Digital Detox, Mematikan Internet di Ponsel demi Kesehatan Mental

Ilustrasi AI.Dok. Unsplash/solenfeyissa Ilustrasi AI.

Kehadiran alat-alat memicu antusiasme yang besar karena alasan yang baik. Sejumlah model AI diketahui mampu lulus ujian lisensi kedokteran serta bahkan mengungguli dokter dalam menjawab sejumlah kasus diagnostik yang kompleks.

Namun, Adam Mahdi, profesor di Oxford Internet Institute sekaligus penulis senior studi terbaru yang dipublikasikan di Nature Medicine, menilai bahwa pertanyaan medis yang bersifat rapi dan sederhana seperti dalam pengujian tersebut kemungkinan bukan gambaran yang akurat tentang seberapa baik teknologi itu bekerja ketika digunakan oleh pasien di dunia nyata.

"Kedokteran tidak seperti itu. Kedokteran itu berantakan, tidak lengkap, dan bersifat stokastik (ada unsur acak),” kata Mahdi.

Baca juga: Hati-hati, 8 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Merusak Kesehatan Otak

Ia dan rekan-rekannya menyiapkan sebuah eksperimen. Lebih dari 1.200 peserta Inggris, yang sebagian besar tidak memiliki pelatihan medis, diberi skenario medis terperinci, lengkap dengan gejala, detail gaya hidup umum, dan riwayat medis. 

Para peneliti meminta peserta untuk mengobrol dengan bot AI untuk mengetahui langkah selanjutnya yang tepat, seperti apakah harus memanggil ambulans atau mengobati sendiri di rumah. Mereka menguji chatbot yang tersedia secara komersial seperti ChatGPT dari OpenAI dan Llama dari Meta.

Halaman:


Terkini Lainnya
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau