KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, sepatu bukan sekadar alas kaki, tetapi juga menjadi barang koleksi yang memiliki nilai tersendiri. Beberapa model sepatu bahkan diburu kolektor karena jumlahnya terbatas atau merupakan hasil kolaborasi dengan brand tertentu.
Sepatu yang memiliki karakter khusus, seperti edisi terbatas atau hasil kolaborasi, biasanya memiliki daya tarik lebih bagi para kolektor maupun sneakerhead.
Menurut pemilik Uncharted, Vian Armando, selain karena jumlahnya terbatas, sepatu kolaborasi juga memiliki nilai kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya.
“Pertama, orang Indonesia pride karena gengsi. Kedua karena kolaborasi, collab sama Travis Scott,” katanya saat ditemui dalam acara USS Yard Sale 2026 di Pondok Indah Mall 3, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Sneakers Off-White x Air Jordan 1 UNC, Incaran Kolektor yang Masih Dicari
Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat sebuah sepatu menjadi incaran kolektor. Berikut beberapa di antaranya.
Sepatu yang dibuat melalui kolaborasi dengan brand lain atau figur terkenal sering kali menjadi incaran kolektor.
Kolaborasi semacam ini biasanya menghadirkan desain yang berbeda dari model reguler sehingga terasa lebih eksklusif.
Vian mengatakan kolaborasi dengan figur publik seperti Travis Scott membuat sebuah model sepatu memiliki daya tarik tersendiri di kalangan penggemar sepatu.
“Karena dia kolaborasi dan limited. Jadi di Indonesia kadang tidak rilis,” katanya.
Selain itu, kolaborasi juga sering menjadi momen yang ditunggu oleh para sneakerhead karena biasanya hanya hadir dalam waktu terbatas.
Baca juga: 3 Kriteria Sneakers yang Paling Dicari Kolektor, Bisa Jadi Investasi
New Balance 550 menjadi salah satu pilihan sneakers dengan harga di bawah satu juga yang dapat ditemukan di USS Yard Sale 2026.Selain kolaborasi, jumlah produksi yang terbatas juga menjadi faktor penting yang membuat sepatu diburu kolektor sebab tidak semua orang bisa mendapatkannya.
Kondisi ini membuat sepatu tersebut terasa lebih eksklusif dibandingkan model yang diproduksi secara massal. Akibatnya, model sepatu dengan jumlah terbatas sering kali memiliki nilai yang lebih tinggi di kalangan kolektor.
Baca juga: Casio Pela, Jam Tangan Vintage Paling Tipis yang Jadi Incaran Kolektor
Faktor lain yang membuat sepatu menjadi incaran adalah ketersediaannya di pasar lokal. Vian mengatakan beberapa sepatu kolaborasi tidak dirilis secara resmi di Indonesia sehingga jumlahnya di pasar menjadi sangat terbatas.
Dalam beberapa kasus, sepatu tersebut harus didatangkan dari luar negeri sehingga stoknya di Indonesia tidak banyak.
“Barangnya di Indonesia tidak banyak karena kita dapatnya dari luar. Otomatis harganya juga bisa melonjak di sini,” ujarnya.
Baca juga: 6 Cara Menyimpan Sepatu agar Tidak Bau Setelah Dipakai