Editor
KOMPAS.com - Selain baju Lebaran terbaik dan riasan yang manis, aroma tubuh yang segar juga menjadi bagian dari penampilan saat merayakan Idul Fitri.
Masalahnya, aktivitas yang padat di tengah cuaca tropis, sering membuat wangi parfum cepat memudar. Namun, dengan teknik penggunaan parfum yang tepat serta perawatan tubuh yang sesuai, aroma segar sebenarnya bisa bertahan lebih lama sepanjang hari.
General Manager Bath & Body Works Asia Pacific, Matthew Gregg mengatakkan, menjaga kesegaran tubuh di tengah padatnya jadwal silaturahmi Idul Fitri memerlukan strategi khusus, agar aroma parfum tidak cepat memudar.
Baca juga: 8 Langkah Makeup Lebaran untuk Pemula, Hasil Flawless dan Tahan Lama
Matthew membagikan panduan praktis dan tips memilih aroma yang tepat agar tubuh wangi seharian saat momen Idul Fitri.
Banyak dari kita hanya menyemprotkan parfum tepat sebelum keluar rumah, namun ternyata ada teknik khusus untuk mengunci aroma tersebut.
Menurut Matthew ada ritual tiga langkah yang efektif untuk menjaga longevity wewangian di tubuh.
"Kami memiliki ritual yang terdiri dari tiga tahap, pertama Cleanse (membersihkan), kedua moisturize (melembapkan), dan ketiga fragrance (wangikan)," jelas Matthew saat ditemui di acara Bath & Body Works Sambut Musim Raya Melalui Scent-Sational Raya di Kota Kasablanka, Jakarta, belum lama ini.
Tahapan ini dimulai dari penggunaan sabun mandi cair saat mandi, diikuti dengan pengaplikasian losion atau krim tubuh yang memberikan perlindungan kelembapan hingga 48 jam.
Kemudian langkah terakhir adalah menyemprotkan fine fragrance mist di atas lapisan losion tersebut.
“Teknik layering ini sangat krusial. Pasalnya, tahapan ini akan menjaga ketahanan wewangian, karena Anda menumpuknya di atas kulit yang lembap. Aroma tersebut akan menyerap ke kulit dan bertahan lebih lama," tambahnya.
Baca juga: Rahasia Makeup Awet Tahan Lama dan Elegant Styling untuk Momen Idul Fitri
Selain teknik aplikasi, pemilihan jenis aroma juga menentukan kenyamanan Anda selama Lebaran.
Meskipun ada tren tertentu, Matthew menekankan bahwa wewangian bersifat sangat subjektif. Tidak ada aturan baku bahwa Ramadhan atau Idul Fitri harus selalu identik dengan aroma bunga tertentu.
"Wewangian adalah tentang apa yang Anda sukai. Saya tidak bisa mengatakan ada satu wewangian spesifik yang paling tepat untuk Ramadhan atau Raya," ungkap Matthew.
Ia menyarankan agar setiap orang menemukan aroma yang benar-benar mewakili perasaan mereka di hari kemenangan tersebut.
Bagi Anda yang menyukai kesan klasik, aroma floral seperti melati atau mawar tetap menjadi primadona. Namun, bagi yang menginginkan nuansa yang lebih dalam dan eksotis, aroma Oud atau kayu-kayuan (woody) bisa menjadi pilihan yang memberikan kesan hangat dan nyaman.