Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Cuma Skincare, Posisi Tidur Ini Jadi Kunci Wajah Awet Muda

Kompas.com, 18 Maret 2026, 11:05 WIB
Nabilla Ramadhian,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tidur cukup selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam sering disebut sebagai "tidur cantik" karena kulit memasuki fase perbaikan sel. Namun, pernahkah kamu terbangun dengan wajah sembap dan tampak kelelahan meski sudah menghapus makeup dan tidur tepat waktu?

Ternyata, posisi tubuh saat terlelap memegang peranan penting dalam menentukan apakah kamu akan bangun dengan kulit yang kencang atau justru dihiasi garis halus prematur.

Rahasia awet muda yang kerap terlewatkan bukan hanya terletak pada krim malam, melainkan pada gravitasi dan distribusi cairan tubuh.

Dikutip dari Real Simple, Selasa (17/3/2026), saat tubuh berada dalam posisi horizontal, keseimbangan distribusi cairan bergeser ke arah tubuh bagian atas. Inilah alasan mengapa pembengkakan wajah sering terlihat pada pagi hari.

Baca juga: Posisi Tidur yang Tepat agar Tidak Sakit Badan dan Nyeri, Sudah Tahu?

"Efek jangka panjang dari pembengkakan yang terus-menerus ini tidak boleh diremehkan," kata dokter kecantikan dan ahli bedah plastik wajah di New York City, Amerika Serikat, Konstantin Vasyukevich, MD.

"Ekspansi dan kontraksi harian jaringan wajah memberikan tekanan pada penyangga ligamen wajah. Hal ini pada akhirnya menyebabkan peregangan dan kekenduran yang berhubungan dengan penampilan yang menua," sambung dia.

Posisi tidur terbaik untuk mencegah keriput

Ilustrasi penutup mata.Pexels/Polina Kovaleva Ilustrasi penutup mata.

Posisi telentang, juara utama pencegah penuaan

Jika mencari cara paling efektif untuk mempertahankan elastisitas kulit, tidur telentang atau posisi supine adalah jawabannya. Menurut dr. Vasyukevich, ini adalah posisi terbaik secara keseluruhan untuk memperpanjang usia keremajaan kulit.

Keunggulan utamanya terletak pada tidak adanya gesekan antara kulit dengan bantal yang memicu kerutan, sekaligus mencegah kulit merasakan tekanan akibat wajah yang "mendelep" ke bantal.

Baca juga: Tanda Stres pada Penampilan, Muncul Jerawat hingga Mata Sembab

Untuk hasil yang lebih maksimal, gunakan bantal ekstra untuk memastikan tidak ada cairan yang menumpuk di area wajah saat kamu terlelap. Langkah sederhana ini sangat ampuh untuk mencegah mata sembap di pagi hari.

"Saya merekomendasikan tidur telentang dengan kepala sedikit ditinggikan 20-30 derajat," ujar dr. Vasyukevich.

Jika bukan tipe orang yang terbiasa tidur telentang, jangan berkecil hati. kamu bisa coba menggunakan guling untuk mengganjal sisi kiri dan kanan agar tubuh tidak berguling ke posisi tengkurap atau menyamping yang berisiko merusak kulit.

Baca juga: 4 Posisi Tidur yang Menandakan Kamu Sedang Stres, Ada Tengkurap

Posisi tidur yang bisa dikompromikan

Bagi banyak orang, tidur menyamping adalah posisi yang paling nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki masalah sinus.

Namun, dr. Vasyukevich memperingatkan bahwa posisi ini dapat memicu kerutan pada area dada antara bawah leher dan atas dada (decolletage), dan pada sisi wajah yang menempel pada bantal.

"Faktor besar dalam penuaan selama tidur adalah gaya gesekan dari gerakan kulit terhadap bantal," ungkap dia.

Kamu mungkin menganggap gesekan ini sepele dalam satu malam. Namun, jika dikalikan selama bertahun-tahun, dampaknya akan mempercepat penuaan wajah secara signifikan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau