Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makna di Balik Potong Rambut Setelah Putus Cinta

Kompas.com, 20 Maret 2026, 20:00 WIB
Nabilla Ramadhian,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebagian masyarakat mungkin pernah mengalami putus cinta sampai meninggalkan luka yang mendalam, dan membuat mereka trauma untuk jatuh cinta pada orang baru.

Untuk "membuang sial" alias menghilangkan trauma, banyak yang memutuskan untuk mengganti gaya rambut, entah memotong poni atau mengecatnya dengan warna yang tidak biasa.

Apa alasan yang membuat seseorang sering "bereksperimen" dengan rambut saat kehidupan terasa berantakan setelah putus cinta?

"Rambut kita sangatlah personal. Ia adalah satu dari sedikit aspek tubuh yang dapat menyampaikan gaya, kepribadian, dan identitas kita," ujar psikolog klinis Jaime Zuckerman, dikutip dari Harper's Bazaar Australia, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: 7 Tips Kembali Kencan Setelah Putus dari Hubungan Panjang

Makna di balik perubahan gaya rambut

Simbol kelahiran kembali

Menurut dia, perubahan gaya rambut yang drastis maupun tiba-tiba pada masa transisi setelah putus cinta berfungsi layaknya sebuah kelahiran kembali, yang secara simbolis melambangkan fase kehidupan yang baru.

Perombakan gaya rambut dapat menandakan empat kemungkinan reaksi emosional pada manusia, yakni hilangnya kendali diri, bentuk mekanisme penghindaran, hasrat untuk membentuk kembali identitas diri, atau dorongan kuat untuk mencari rasa percaya diri.

Zuckerman mengatakan, manusia pada dasarnya adalah makhluk dengan berbagai kebiasaan tetap yang suka memprediksi kejadian-kejadian di masa depan.

Saat hidup terasa berantakan dan di luar kendali, terkadang seseorang butuh melakukan sesuatu pada fisiknya agar merasa kembali memegang kendali atas dirinya sendiri.

Baca juga: Perasaan Rindu Setelah Putus Ternyata Bukan Buat Mantan, Ini Penjelasan Psikolog

Kepuasan batin yang instan

Kondisi krisis bisa mengarah pada ketergantungan alkohol dan obat-obatan terlarang, gangguan pola makan seperti makan berlebihan atau sengaja menahan lapar, hingga keinginan berbelanja yang tidak terkendali.

Di sisi lain, rambut adalah bagian tubuh yang bisa diubah seketika ketika kamu sangat membutuhkan kepuasan batin secara cepat.

"Rambut adalah sesuatu yang berada dalam kendali langsung kita, sesuatu yang dapat kita akses secara langsung, dan sesuatu yang memberikan hasil yang relatif cepat," jelas Zuckerman.

Baca juga: 5 Perubahan Rambut di Usia 40, dari Menipis hingga Beruban

Ilustrasi mencukurrambutfreepik.com Ilustrasi mencukurrambut

Jika kamu sedang berupaya untuk menghindari mantan pasangan, atau kondisi yang memicu kecemasan hebat, memangkas dan mewarnai rambut secara spontan terbukti menjadi sarana pengalihan perhatian yang cepat.

Langkah ini juga bisa menjadi pengalihan perhatian yang efektif. Saat orang di sekitar mengomentari penampilan baru, mereka cenderung tidak akan melontarkan pertanyaan sensitif tentang kabar terkini yang berpotensi memicu kesedihan.

Baca juga: 5 Tanda Mantan Masih Memikirkan Kamu

Potong rambut bukan selalu karena sedih

Ketika seseorang berniat untuk mengembalikan jati diri setelah melewati masa peralihan yang berat, mereka kemungkinan akan mengubah penampilan secara perlahan.

Namun, tindakan potong rambut ini tidak melulu menandakan bahwa seseorang baru mengalami sesuatu yang meninggalkan trauma.

Halaman:


Terkini Lainnya
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau