KOMPAS.com - Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang merasa stres, cemas, bahkan kehilangan arah. Ironisnya, di saat yang sama, keinginan untuk bahagia justru semakin besar.
Namun, menurut pakar kebahagiaan dan penulis Borja Vilaseca, obsesi untuk terus merasa bahagia justru bisa menjadi bumerang.
Alih-alih menemukan kedamaian, banyak orang malah terjebak dalam tekanan untuk selalu merasa baik-baik saja.
Baca juga: 12 Cara Hidup Bahagia Tanpa Stres, Mulai dari Kebiasaan Kecil
Berikut beberapa rahasia menemukan kebahagiaan dan kedamaian batin yang bisa membantu mengurangi stres.
Banyak orang saat ini menganggap kebahagiaan sebagai sesuatu yang harus diraih dengan cepat. Padahal, menurut Vilaseca, pola pikir ini justru menciptakan ketergantungan pada kepuasan sesaat.
“Ada paradoks nyata saat ini. Kita melihat banyak ketidakbahagiaan, tetapi juga obsesi besar untuk menemukan kebahagiaan,” kata dia, seperti dilansir HELLO! Magazine, Selasa (24/3/2026).
Kebahagiaan instan seperti dari media sosial, belanja, atau validasi orang lain hanya memberikan rasa senang sesaat. Namun, setelah itu, perasaan kosong justru kembali muncul.
“Hal ini berubah menjadi kecanduan dopamin, pencarian kepuasan jangka pendek yang tidak benar-benar memuaskan,”
Karena itu, langkah pertama untuk mengurangi stres adalah berhenti mengejar kebahagiaan yang bersifat cepat dan sementara. Fokuslah pada proses, bukan hasil instan.
Salah satu kesalahan terbesar adalah menganggap kebahagiaan berarti hidup tanpa masalah. Padahal, manusia tidak dirancang untuk selalu merasa bahagia.
“Otak manusia tidak berevolusi untuk kebahagiaan, tetapi untuk bertahan hidup,” jelas Vilaseca.
Baca juga: 10 Hal yang Perlu Kamu Lepaskan agar Hidup Lebih Bahagia dan Seimbang
Ia menambahkan, kebahagiaan sejati justru dimulai dari berkurangnya penderitaan, bukan euforia terus-menerus.
“Kebahagiaan adalah kondisi kepuasan batin yang muncul ketika tubuh dan pikiran berada dalam harmoni,” ujarnya.
Menolak realitas hanya akan memperbesar stres. Sebaliknya, menerima kondisi hidup apa adanya membantu menciptakan ketenangan.
Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain juga perlu dihindari. Ekspektasi yang terlalu tinggi sering kali menjadi sumber utama ketidakbahagiaan.