Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Rahasia Hidup Lebih Tenang dan Bahagia Tanpa Stres, Termasuk Menerima Emosi

Kompas.com, 24 Maret 2026, 20:02 WIB
Devi Pattricia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang merasa stres, cemas, bahkan kehilangan arah. Ironisnya, di saat yang sama, keinginan untuk bahagia justru semakin besar.

Namun, menurut pakar kebahagiaan dan penulis Borja Vilaseca, obsesi untuk terus merasa bahagia justru bisa menjadi bumerang. 

Alih-alih menemukan kedamaian, banyak orang malah terjebak dalam tekanan untuk selalu merasa baik-baik saja.

Baca juga: 12 Cara Hidup Bahagia Tanpa Stres, Mulai dari Kebiasaan Kecil

Berikut beberapa rahasia menemukan kebahagiaan dan kedamaian batin yang bisa membantu mengurangi stres.

Rahasia hidup bahagia dan lebih tenang

1. Berhenti mengejar kebahagiaan sesaat

Banyak orang saat ini menganggap kebahagiaan sebagai sesuatu yang harus diraih dengan cepat. Padahal, menurut Vilaseca, pola pikir ini justru menciptakan ketergantungan pada kepuasan sesaat.

“Ada paradoks nyata saat ini. Kita melihat banyak ketidakbahagiaan, tetapi juga obsesi besar untuk menemukan kebahagiaan,” kata dia, seperti dilansir HELLO! Magazine, Selasa (24/3/2026).

Kebahagiaan instan seperti dari media sosial, belanja, atau validasi orang lain hanya memberikan rasa senang sesaat. Namun, setelah itu, perasaan kosong justru kembali muncul.

“Hal ini berubah menjadi kecanduan dopamin, pencarian kepuasan jangka pendek yang tidak benar-benar memuaskan,”

Karena itu, langkah pertama untuk mengurangi stres adalah berhenti mengejar kebahagiaan yang bersifat cepat dan sementara. Fokuslah pada proses, bukan hasil instan.

2. Menerima emosi dan realitas hidup apa adanya

Salah satu kesalahan terbesar adalah menganggap kebahagiaan berarti hidup tanpa masalah. Padahal, manusia tidak dirancang untuk selalu merasa bahagia.

“Otak manusia tidak berevolusi untuk kebahagiaan, tetapi untuk bertahan hidup,” jelas Vilaseca.

Baca juga: 10 Hal yang Perlu Kamu Lepaskan agar Hidup Lebih Bahagia dan Seimbang

Ia menambahkan, kebahagiaan sejati justru dimulai dari berkurangnya penderitaan, bukan euforia terus-menerus.

“Kebahagiaan adalah kondisi kepuasan batin yang muncul ketika tubuh dan pikiran berada dalam harmoni,” ujarnya.

Menolak realitas hanya akan memperbesar stres. Sebaliknya, menerima kondisi hidup apa adanya membantu menciptakan ketenangan.

Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain juga perlu dihindari. Ekspektasi yang terlalu tinggi sering kali menjadi sumber utama ketidakbahagiaan.

Halaman:


Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau