KOMPAS.com - Hubungan dengan perbedaan usia yang jauh sering kali mendapat stigma negatif dari lingkungan sekitar. Mulai dari dianggap tidak seimbang, hingga diragukan bisa bertahan lama.
Padahal, hubungan beda usia juga bisa berjalan harmonis dan langgeng, asalkan kedua pasangan mampu membangun komunikasi dan pemahaman yang kuat.
Terapis hubungan Mindy DeSeta mengatakan, hubungan beda usia bisa berhasil jika dijalani dengan cara yang sehat.
“Hubungan dengan perbedaan usia bisa berjalan dengan baik,” kata dia, seperti dikutip SELF Mgazine, Rabu (25/3/2026).
Lantas, apa saja kunci agar hubungan beda usia tetap awet? Berikut 5 tips yang bisa diterapkan.
Baca juga: 3 Tanda Hubungan Kamu dan Dia Akan Langgeng
Perbedaan usia sering kali membuat pasangan berada di fase hidup yang berbeda. Namun, hal ini bukan berarti hubungan tidak bisa berjalan lancar.
Menurut pakar hubungan Susan Winter, menemukan kesamaan adalah kunci utama dalam hubungan beda usia.
“Fokus pada kesamaan daripada perbedaan dapat membantu hubungan berkembang,” ujarnya.
Kesamaan ini bisa berupa hobi, nilai hidup, atau tujuan jangka panjang. Misalnya, sama-sama menyukai traveling, musik, atau memiliki visi hidup yang serupa.
Dengan menekankan hal-hal yang menyatukan, hubungan akan terasa lebih kuat dan tidak mudah goyah oleh perbedaan usia.
Baca juga: Bukan Cuma Zodiak, Ini Cara Astrologi Menilai Kecocokan Pasangan
Alih-alih melihat perbedaan sebagai hambatan, pasangan dalam hubungan beda usia sebaiknya menjadikannya sebagai peluang untuk belajar.
DeSeta menyarankan untuk terbuka terhadap dunia pasangan, termasuk lingkungan sosial dan kebiasaannya. Ia menyebut, mencoba hal baru dari pasangan bisa memperkuat hubungan.
“Penting untuk benar-benar tertarik pada perbedaan tersebut dan bersedia berkompromi,” jelasnya.
Misalnya, mencoba aktivitas yang disukai pasangan atau bergaul dengan lingkaran sosialnya. Hal ini menunjukkan adanya usaha untuk saling memahami.
Baca juga: Angka Kelahiran Turun, Pasangan Modern Kejar Aktualisasi Diri
Perbedaan usia sering kali berkaitan dengan perbedaan prioritas hidup, seperti soal karier, pernikahan, hingga rencana memiliki anak.