Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Sepelekan, Catokan Kotor Bisa Membuat Rambut Rusak karena Karatan

Kompas.com, 26 Maret 2026, 14:02 WIB
Nabilla Ramadhian,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Catokan rambut telah menjadi salah satu alat tata rias andalan bagi banyak orang.

Dengan pelat keramik yang dirancang khusus untuk mendistribusikan panas secara merata sekaligus mengunci kelembapan alami, alat pemanas ini bisa menghasilkan tampilan rambut yang lurus, halus, dan rapi, hanya dalam hitungan detik.

Namun, tidak sedikit pengguna yang abai atau bahkan sama sekali tidak mengetahui cara merawat kebersihan alat ini.

Baca juga: Tips Luna Maya Rawat Rambut Panjang yang Sehat Meski Sering Catokan

Genn Shaughnessy, makeup artist yang pernah bekerja sama dengan Carrie Underwood dan Judy Greer ini mengatakan, memahami frekuensi dan metode pembersihan catokan yang tepat sangat penting demi menjaga kesehatan helaian rambut dalam jangka panjang.

“Catokan yang bersih sangat penting untuk distribusi panas yang merata, baik untuk meluruskan atau mengeriting rambut," terang Shaughnessy, melansir Yahoo! Life, Rabu (25/3/2026).

"Penumpukan produk akan menghalangi panas dan mencegahnya memanaskan rambut secara merata, yang memengaruhi hasil keseluruhan penataan rambut,” lanjut dia.

Bahaya tersembunyi dari catokan kotor

Shaughnessy menambahkan fakta mengejutkan lainnya terkait kebersihan alat penata rambut. Kuman dan bakteri dapat bersarang di permukaan pelat catokan.

Jika dibiarkan, residu dari produk penata rambut yang menempel akan menyumbat alat dan memicu kerusakan pada batang rambut maupun kulit kepala saat catokan kembali memanas.

“Hairspray, minyak, kondisioner, dan produk lainnya, dapat menumpuk di pelat dan dikombinasikan dengan elemen pemanas, pada dasarnya akan ‘terpanggang’ di dalamnya (menjadi kotoran),” kata Shaughnessy.

Tanda paling nyata dari penumpukan ini adalah munculnya perubahan warna pada pelat keramik, yang lambat laun bahkan bisa memicu karat. Hal ini berimbas langsung pada efisiensi kerja mesin pemanas.

Kamu harus menggunakannya beberapa kali agar hasilnya tampak di rambut, dibandingkan hanya sekali atau dua kali, yang menjadikannya kurang efektif.

“Ini dapat menyebabkan kerusakan pada batang rambut karena kamu terlalu sering memaparkan rambut kamu pada panas,” jelas hair stylist Cody Renegar.

Baca juga: 3 Panduan Memilih Hair Dryer dan Catokan yang Tepat

Seberapa sering catokan harus dibersihkan?

Ilustrasi catokan rambut.Google Gemini AI Ilustrasi catokan rambut.

Terkait seberapa sering alat ini harus dibersihkan, hair stylist MJ Snyder mengatakan bahwa frekuensinya tergantung pada penggunaan.

“Saya cenderung membersihkan alat-alat saya di antara klien, tetapi saya menargetkan pembersihan bulanan untuk penggunaan pribadi," ujar dia.

Halaman:


Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau