KOMPAS.com- Mengatur gaji bulanan agar kebutuhan pokok terpenuhi, tetap bisa membiayai kesenangan, sekaligus bisa menabung sering kali terasa memusingkan. Jika kamu mencari metode praktis tanpa harus merasa terlalu terkekang, aturan finansial 70-20-10 bisa dicoba.
Budget expert Andrea Woroch menerangkan, metode ini menyederhanakan proses penyusunan anggaran ke dalam kategori yang paling penting, sehingga membuat aktivitas menabung terasa lebih mudah, dibandingkan dengan sistem anggaran lain yang terlalu ketat atau membebani.
"Generasi muda sering kali mengikuti pendekatan menabung yang santai atau lebih fleksibel (soft saving), yang berarti mereka lebih suka menghabiskan uang sekarang dan menikmati gaya hidup mereka saat ini serta khawatir tentang menabung belakangan," kata Woroch, mngutip Bustle, Minggu (29/3/2026).
Baca juga: Saat Gaji Tak Lagi untuk Diri Sendiri, Cerita Dian dan Realitas Generasi Sandwich
Metode ini membagi pendapatanmu ke dalam tiga pos utama: 70 persen untuk biaya hidup sehari-hari, 20 persen untuk tabungan dan investasi, serta 10 persen sisanya khusus untuk anggaran bersenang-senang.
Ilustrasi rumah subsidi.Berbeda dengan trik keuangan lain yang menuntut kita menaruh uang secara merata ke berbagai pos, metode ini justru mendorong meletakkan porsi sedikit lebih besar pada keranjang biaya hidup.
Dengan jatah 70 persen, kamu memiliki ruang gerak yang lebih longgar untuk membayar sewa, melunasi tagihan, hingga berbelanja kebutuhan pokok. Bagi sebagian orang, kelonggaran ini bahkan berarti kesempatan untuk sedikit meningkatkan gaya hidup.
Trik ini juga secara tidak langsung mendorong kita untuk memikirkan kesiapan finansial kamu dalam lima sampai sepuluh tahun, bahkan 30 tahun.
Meskipun menabung lebih santai pada dasarnya sangat bebas stres, akan tiba suatu titik ketika kamu ingin uang bekerja lebih keras, dan di situlah alokasi investasi 20 persen berperan penting.
Baca juga: Ketika Kerja Keras Tak Lagi Menjamin Sejahtera, Apa Dampaknya?
Menyisihkan 10 persen dari gaji khusus untuk pengeluaran hiburan juga menjadi kunci yang sangat penting.
“Meskipun penting untuk memangkas pengeluaran yang tidak perlu agar tujuan finansial cepat tercapai, tidak ada salahnya sesekali memanjakan diri agar tidak merasa jenuh," ujar Woroch.
Dengan mengalokasikan porsi 10 persen untuk bersenang-senang, jalan-jalan, atau makan di restoran, kamu cenderung akan menjadi lebih disiplin pada keseluruhan anggaran.
Walaupun trik ini mungkin terasa kurang detail bagi mereka dengan anggaran ketat yang harus mencatat setiap rupiah, Woroch menuturkan, metode ini sangat efektif jika kamu memiliki pendapatan lebih tinggi dan keleluasaan finansial.
Baca juga: Tips Cegah Boros Saat Belanja Baju Lebaran
Ilustras belanja, belanja pakaian di mal.Sebagai gambaran, jika kamu berpenghasilan Rp 6,5 juta sebulan, kamu perlu mengalokasikan Rp 4,5 juta untuk biaya sewa rumah jika mengontrak, makanan, bensin, dan operasional sehari-hari.
Selanjutnya, alokasikan Rp 1,3 juta untuk investasi atau tabungan, dan Rp 650.000 murni untuk hiburan atau hobi.
“Kamu bahkan dapat memutar sejumlah uang hiburan yang belum tersentuh dari bulan sebelumnya ke bulan berikutnya untuk membeli hal lain yang kamu suka,” kata Woroch.
Terkait porsi 20 persen, Woroch menyarankan agar diprioritaskan lebih dulu untuk membangun dana darurat, setidaknya sampai terkumpul dana yang cukup untuk menutupi biaya hidup selama tiga bulan.
Jika dana darurat ini dirasa sudah aman, barulah kamu bisa mengalihkan sebagian dananya untuk mulai berinvestasi atau mengejar target keuangan jangka panjang lainnya.
Baca juga: Saat Semua Serba Mahal, Pengeluaran Mana yang Harus Dipangkas?
Bagi pemula yang baru terjun ke dunia investasi, Woroch menyarankan untuk memulai dari fasilitas yang disediakan oleh tempat kerja.
Di Indonesia, hal ini bisa berupa partisipasi dalam program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) perusahaan atau Jaminan Hari Tua (JHT).
Jika opsi dari kantor tersebut tidak tersedia, kamu tidak perlu khawatir. Kamu bisa mengunduh aplikasi investasi reksa dana legal yang kini banyak tersedia.
Baca juga: 7 Cara Feng Shui Menarik Rezeki Saat Kekurangan Uang
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang