KOMPAS.com - Selain model dan warna, bentuk leher busana atau neckline menjadi faktor penting yang menentukan apakah kalung yang dikenakan akan memperindah atau justru merusak keseluruhan tampilan.
Selebriti stylist Julie Matos menekankan, langkah pertama dalam memilih kalung adalah memahami bentuk leher pakaian.
“Saat merancang tampilan perhiasan, mulailah dari bentuk leher pakaian,” ujarnya, dikutip dari Parade, Rabu (1/4/2026).
Dengan pemilihan yang tepat, kalung bisa menjadi pusat perhatian yang memperkuat gaya. Berikut beberapa tips memilih kalung sesuai bentuk leher busana.
Baca juga: Hadiri Paris Fashion Week, Rihanna Pakai Kalung Rp 1 Miliar
Busana tanpa tali atau dengan potongan sweetheart memberikan ruang terbuka di area leher dan dada. Area ini menjadi kanvas kosong yang ideal untuk menonjolkan kalung.
Matos menyarankan penggunaan kalung berukuran besar atau statement necklace untuk jenis busana ini.
“Kalung model collar atau kalung dengan batu besar sangat cocok untuk neckline ini,” jelasnya.
Kalung yang mencolok akan mengisi ruang kosong tersebut sehingga tampilan tidak terlihat polos. Selain itu, model ini juga mampu menambah kesan glamor dan elegan, terutama untuk acara formal seperti pesta malam.
Namun, penting untuk tetap menjaga keseimbangan. Jika kalung sudah menjadi fokus utama, sebaiknya hindari penggunaan anting yang terlalu mencolok agar tampilan tidak berlebihan.
Baca juga: 2 Aksesoris yang Bikin Outfit Makin Stand Out Menurut Fashion Desainer
Teknik stacking jewelry hadirkan sentuhan personal dan elegan untuk tampil stylish di momen spesial.Busana dengan potongan V-neck membutuhkan kalung yang mampu mengikuti garis leher tersebut.
Pemilihan model yang tepat akan menciptakan ilusi visual yang lebih proporsional. Menurut Matos, kalung dengan liontin atau pendant menjadi pilihan terbaik.
“Pilih liontin yang mengikuti bentuk leher V agar tampilan terlihat selaras,” sarannya.
Kalung dengan bentuk memanjang akan menegaskan garis leher sekaligus memberi efek leher terlihat lebih jenjang. Ini sangat cocok untuk menciptakan tampilan yang anggun dan feminin.
Sebaliknya, kalung yang terlalu pendek atau bulat justru bisa memotong garis leher dan membuat tampilan terlihat kurang harmonis.
Baca juga: Tren Perhiasan Red Carpet 2026, Berlian dan Gemstone Makin Personal
Untuk busana dengan high neckline atau leher tinggi, penggunaan kalung justru sering kali tidak diperlukan.
Matos secara tegas menyarankan untuk melewatkan kalung pada jenis busana ini.
“Lewati kalung dan fokuslah pada anting,” imbau dia.
Hal ini karena area leher sudah tertutup, sehingga kalung tidak memiliki ruang untuk jadi pusat perhatian. Jika tetap dipaksakan, kalung bisa terlihat bertumpuk dan membuat tampilan menjadi berat.
Sebagai alternatif, kamu bisa memilih anting yang mencolok atau aksesori lain seperti bros untuk tetap memberikan sentuhan menarik tanpa mengganggu keseimbangan outfit.
Baca juga: 7 Tips Memilih Perhiasan untuk Tampil Elegan dan Berkelas di Acara Formal
Busana dengan potongan halter memiliki desain yang unik karena tali atau kain menyatu di area leher. Model ini secara alami sudah menjadi fokus utama. Matos menilai, penggunaan kalung pada busana halter sering kali tidak diperlukan.
“Halter biasanya terlihat lebih kuat tanpa kalung,” jelasnya.
Menambahkan kalung justru bisa mengganggu garis desain yang sudah terbentuk. Alih-alih menambah keindahan, aksesori tersebut bisa membuat tampilan terlihat terlalu ramai.
Untuk menyiasatinya, kamu bisa memilih anting panjang atau statement earrings agar tetap tampil menarik tanpa mengganggu siluet busana.
Selain bentuk leher busana, jenis acara juga memengaruhi pemilihan kalung. Untuk acara formal seperti black-tie atau white-tie, Matos menyarankan untuk memilih satu perhiasan utama.
“Satu perhiasan yang kuat terasa lebih elegan,” tutur dia.
Hindari penggunaan banyak lapisan kalung atau layering karena bisa membuat tampilan terlihat kurang rapi. Fokus pada satu kalung yang benar-benar menonjol akan memberikan kesan mewah dan berkelas.
Namun, untuk acara yang lebih santai, kamu memiliki lebih banyak kebebasan bereksperimen.
“Kamu bisa menggunakan lapisan kalung atau kombinasi logam, asalkan tetap terlihat disengaja,” tambahnya.
Baca juga: Perhiasan Mewah di Museum Louvre Dicuri dalam Hitungan Menit
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang