SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Pasokan pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mengalami kelangkaan sejak Februari-Maret 2026.
Akibatnya, masa pemupukan tanaman di sejumlah wilayah pertanian terganggu.
Manager Regional Sumut I PT Pupuk Indonesia (PI), Rizki Putra mengakui bahwa saat ini ada gangguan penyaluran pupuk subsidi ke 13 distributor atau pelaku usaha distribusi (PUD) yang ada di Kabupaten Simalungun.
Rizki mengatakan, pasokan pupuk untuk wilayah Simalungun didatangkan dari Lhokseumawe, Aceh, melalui jalur laut maupun darat.
“Ketika banjir di Aceh pada akhir November 2025, pasokan pupuk sempat terhambat,” kata Rizki saat rapat dengan Komisi II DPRD Simalungun di Jalan Jon Horailam Saragih, Sondi Raya, Kamis (5/3/2026).
Baru-baru ini, lanjut dia, pabrik pupuk urea di PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) juga mengalami gangguan karena bahan pasokan gas dari PT Medco di Aceh Timur tidak bisa masuk ke PT PIM.
“Memang jarak lintasnya dua kabupaten namun ada trouble di PT Medco. Sehingga, pabrik pupuk urea sudah empat puluh hari tidak beroperasi,” ucap dia.
Baca juga: Selewengkan 90 Ton Pupuk Subsidi, 2 Pemilik Toko di Bengkulu Jadi Tersangka
Untuk menyikapi persoalan ini, pihaknya meminta bantuan pasokan (nansok) dari PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Pusri (Pupuk Sriwidjaja Palembang), dan PT Petrokimia Gresik.
Menurut Rizki, pasokan di anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (PI) itu cenderung berlebih.
Dengan demikian, pendistribusian dalam waktu dekat akan dilakukan, dengan melihat kondisi riil di lapangan serta pertimbangan wilayah pertanian yang luas.
Ia berharap, semua distributor bekerja sama berdasarkan kondisi di lapangan.
“Kami memprioritaskan wilayah pertanian yang sedang masa pemupukan. Tapi kalau masih masa tanam tunggu dulu,” kata Rizki ditemui usai rapat.
Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Meri Farida Damanik mengatakan, luas baku sawah (LBS) di Kabupaten Simalungun seluas 27.693,03 hektar.
Hamparan wilayah itu tersebar di 21 kecamatan.
Ia mengatakan, wilayah pertanian yang terdampak akibat kelangkaan, antara lain di Kecamatan Tanah Jawa, Hutabayu Raja, Jawa Maraja Bah Jambi, Pematang Sidamanik, Sidamanik, Pematang Bandar, Panombeian Panei, Kecamatan Panei dan Gunung Malela.