Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Istilah “krisis ojol” ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah pengguna mengeluhkan sulitnya mendapatkan layanan ojek online pada jam-jam tertentu.
Namun, pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai fenomena tersebut tidak serta-merta mengganggu produktivitas masyarakat, karena ojek online pada dasarnya bukan bagian dari sistem transportasi nasional.
“Ojol bukan bagian dari sistem transportasi nasional. Ojol itu transportasi privat atau paratransit yang sifatnya door to door service,” kata Deddy saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Krisis Ojol di Jam Sibuk: Antara Macet, Tarif Hemat, dan Order Jauh
Menurut dia, keberadaan atau ketiadaan ojek online tidak akan menghentikan aktivitas masyarakat di kota.
Pasalnya, masih terdapat berbagai moda transportasi umum lain yang dapat digunakan untuk menunjang mobilitas.
“Jadi ada atau tidak ada ojol, sebenarnya tidak akan mengganggu produktivitas masyarakat karena masih ada angkutan umum yang lain,” ujarnya.
Di media sosial, keluhan mengenai sulitnya mendapatkan ojol memang tengah ramai dibicarakan warganet.
Sebagian pengguna bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai “krisis ojol”.
Dari berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun komunitas pengemudi, muncul dugaan bahwa fenomena ini berkaitan dengan ketidakseimbangan antara pendapatan yang diterima pengemudi dan biaya operasional yang mereka keluarkan.
Baca juga: Krisis Ojol, Driver Akui Selektif Pilih Pesanan hingga Off Bid
Sejumlah pengemudi disebut memilih off bid atau tidak mengambil pesanan pada jam-jam tertentu, terutama saat lalu lintas sangat macet.
Mereka menilai waktu tempuh perjalanan yang panjang tidak sebanding dengan tarif yang diterima.
Meski demikian, Deddy menilai sulitnya mendapatkan ojol pada waktu tertentu bisa disebabkan oleh berbagai faktor.
Menurut dia, kondisi cuaca, momentum bulan puasa, hingga pilihan tarif dari konsumen dapat memengaruhi keputusan pengemudi dalam menerima pesanan.
“Atau banyak konsumen memilih tarif hemat sehingga tidak diambil oleh driver ojol,” kata dia.