Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Omzet Usaha Laundry Makin Cuan Jelang Lebaran, Tembus Rp 3,5 Juta per Hari

Kompas.com, 17 Maret 2026, 19:16 WIB
Hafizh Wahyu Darmawan,
Abdul Haris Maulana

Tim Redaksi

DEPOK, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sejumlah usaha laundry mengalami peningkatan layanan yang cukup signifikan.

Lonjakan permintaan dari masyarakat membuat volume cucian yang masuk bertambah, sehingga berdampak langsung pada kenaikan omzet harian.

Kondisi ini biasanya mulai terasa sekitar satu hingga dua minggu sebelum Lebaran, ketika masyarakat cenderung memanfaatkan jasa laundry untuk menyelesaikan cucian yang menumpuk di tengah persiapan hari raya.

Baca juga: Perjalanan Malam Pemudik, Penuh Harap Menuju Kampung

Pemilik Klean Loka Laundry, Aufa, mengatakan bahwa peningkatan permintaan tersebut membuat pendapatan usahanya mengalami kenaikan dibanding hari biasa.

Pekerja saat memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci di Klean Loka Laundry, Senin (16/3/2026).KOMPAS.com/HAFIZH WAHYU DARMAWAN Pekerja saat memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci di Klean Loka Laundry, Senin (16/3/2026).
“Jadi normalnya itu kita omzet (hari biasa) sehari Rp 1,2 juta sampai paling tingginya tuh. Tapi paling tingginya itu tuh satu hari, (dalam) satu minggu paling satu hari itu doang. Biasanya di Sabtu ya sampai Rp 3 juta maksimal," kata dia saat ditemui di wilayah Cilodong, Depok, Senin (16/3/2026).

Namun menjelang Lebaran, pendapatan usaha laundry miliknya meningkat seiring bertambah banyaknya pelanggan.

“Kalau di periode Lebaran ini konsisten minimalnya Rp 1,5 sampai Rp 3,5 juta per hari. Jadi emang lumayan tinggi," ucapnya.

Lonjakan Permintaan Terasa Sejak H-10 Lebaran

Aufa mengatakan, lonjakan permintaan layanan laundry di tempatnya sudah terlihat sekitar sepuluh hari sebelum Lebaran.

“Alhamdulillah 10 hari menjelang Lebaran itu lonjakan tuh sudah ada. Nah, saat ini kita belum naikin harga. Cuman InsyaAllah di pekan-pekan ini mendekati Lebaran memang akan ada peningkatan harga. Dan itu kan juga sama ya dialami sama laundry-laundry lain juga," ujarnya.

Menurut dia, jumlah pelanggan biasanya akan semakin meningkat mendekati hari raya.

“Pasti makin naik. Apalagi kan kalau berdasarkan pengalaman tahun lalu ya, saya lihat laundry sekitar sini tutup. Jadi emang kebanyakan otomatis ya pindah ke sini," kata dia.

Volume Cucian Capai Ratusan Kilogram

Bertambahnya jumlah pelanggan membuat volume cucian yang diterima juga meningkat.

Pada kondisi normal, Klean Loka Laundry menerima sekitar 100 kilogram per hari. Menjelang Lebaran, jumlah ini bisa meningkat dua kali lipat.

Baca juga: Polisi Akan Tilang Truk Logistik yang Masih Beroperasi pada H-3 Lebaran

“Itu 100 kilogram karena kan satu bulannya itu bisa 3,5 sampai 4 ton, Kalau di Lebaran ini bisa naik dua kali lipat," ungkapnya.

Operasional Tetap Berjalan Saat Lebaran

Untuk mengantisipasi lonjakan, operasional laundry diatur agar seluruh pesanan selesai tepat waktu. Layanan tetap dibuka pada hari Lebaran dengan penyesuaian jam operasional.

“Nah jam operasional sendiri di sini kan regulernya hari-hari biasa itu dari jam 06.00 pagi sampai jam 22.00 malam," katanya.

"Di periode puasa kita enggak ada perubahan jam operasional, cuman Lebaran nanti kita buka, tapi mulai dari jam 14.00 sampai jam 22.00," sambungnya.

Menurut Aufa, keputusan untuk tetap membuka layanan pada hari Lebaran sudah disepakati bersama para karyawannya sejak awal.

Halaman:


Terkini Lainnya
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Megapolitan
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Megapolitan
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
Megapolitan
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Megapolitan
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Megapolitan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Megapolitan
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Megapolitan
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Megapolitan
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Megapolitan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Megapolitan
Pelayanan Publik di Tangsel Dipastikan Tetap Normal meski ASN WFH Tiap Jumat
Pelayanan Publik di Tangsel Dipastikan Tetap Normal meski ASN WFH Tiap Jumat
Megapolitan
Selokan dan Kali di Ancol Berbau Mirip Kotoran Manusia, DLH Ungkap Sumbernya
Selokan dan Kali di Ancol Berbau Mirip Kotoran Manusia, DLH Ungkap Sumbernya
Megapolitan
Selokan dan Kali di Ancol Jakut Berbau Mirip Kotoran, Airnya Hitam Pekat
Selokan dan Kali di Ancol Jakut Berbau Mirip Kotoran, Airnya Hitam Pekat
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Omzet Usaha Laundry Makin Cuan Jelang Lebaran, Tembus Rp 3,5 Juta per Hari
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat