DEPOK, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sejumlah usaha laundry mengalami peningkatan layanan yang cukup signifikan.
Lonjakan permintaan dari masyarakat membuat volume cucian yang masuk bertambah, sehingga berdampak langsung pada kenaikan omzet harian.
Kondisi ini biasanya mulai terasa sekitar satu hingga dua minggu sebelum Lebaran, ketika masyarakat cenderung memanfaatkan jasa laundry untuk menyelesaikan cucian yang menumpuk di tengah persiapan hari raya.
Baca juga: Perjalanan Malam Pemudik, Penuh Harap Menuju Kampung
Pemilik Klean Loka Laundry, Aufa, mengatakan bahwa peningkatan permintaan tersebut membuat pendapatan usahanya mengalami kenaikan dibanding hari biasa.
Pekerja saat memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci di Klean Loka Laundry, Senin (16/3/2026).Namun menjelang Lebaran, pendapatan usaha laundry miliknya meningkat seiring bertambah banyaknya pelanggan.
“Kalau di periode Lebaran ini konsisten minimalnya Rp 1,5 sampai Rp 3,5 juta per hari. Jadi emang lumayan tinggi," ucapnya.
Aufa mengatakan, lonjakan permintaan layanan laundry di tempatnya sudah terlihat sekitar sepuluh hari sebelum Lebaran.
“Alhamdulillah 10 hari menjelang Lebaran itu lonjakan tuh sudah ada. Nah, saat ini kita belum naikin harga. Cuman InsyaAllah di pekan-pekan ini mendekati Lebaran memang akan ada peningkatan harga. Dan itu kan juga sama ya dialami sama laundry-laundry lain juga," ujarnya.
Menurut dia, jumlah pelanggan biasanya akan semakin meningkat mendekati hari raya.
“Pasti makin naik. Apalagi kan kalau berdasarkan pengalaman tahun lalu ya, saya lihat laundry sekitar sini tutup. Jadi emang kebanyakan otomatis ya pindah ke sini," kata dia.
Bertambahnya jumlah pelanggan membuat volume cucian yang diterima juga meningkat.
Pada kondisi normal, Klean Loka Laundry menerima sekitar 100 kilogram per hari. Menjelang Lebaran, jumlah ini bisa meningkat dua kali lipat.
Baca juga: Polisi Akan Tilang Truk Logistik yang Masih Beroperasi pada H-3 Lebaran
“Itu 100 kilogram karena kan satu bulannya itu bisa 3,5 sampai 4 ton, Kalau di Lebaran ini bisa naik dua kali lipat," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan, operasional laundry diatur agar seluruh pesanan selesai tepat waktu. Layanan tetap dibuka pada hari Lebaran dengan penyesuaian jam operasional.
“Nah jam operasional sendiri di sini kan regulernya hari-hari biasa itu dari jam 06.00 pagi sampai jam 22.00 malam," katanya.
"Di periode puasa kita enggak ada perubahan jam operasional, cuman Lebaran nanti kita buka, tapi mulai dari jam 14.00 sampai jam 22.00," sambungnya.
Menurut Aufa, keputusan untuk tetap membuka layanan pada hari Lebaran sudah disepakati bersama para karyawannya sejak awal.