Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penampakan TKP Karyawan Ayam Goreng di Bekasi Dimutilasi dalam Freezer

Kompas.com, 30 Maret 2026, 16:45 WIB
Nurpini Aulia Rapika,
Abdul Haris Maulana

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com – Kios ayam goreng Al-Fazza di area Perum Mega Regency, Sukaragam, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, yang menjadi lokasi penemuan jasad Abdul Hamid (39), karyawan yang dimutilasi rekan kerjanya dalam freezer masih dipasangi garis polisi, Senin (30/3/2026).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, pintu ruko berwarna oranye tampak tertutup rapat. Di bagian depan kios, dua etalase penyimpanan ayam goreng terlihat ditutup terpal berwarna hijau.

Di sekitar lokasi juga masih terlihat sisa-sisa aktivitas olah tempat kejadian perkara (TKP), salah satunya sarung tangan yang digunakan petugas.

Baca juga: Lansia di Kamal Tolak Direlokasi ke Rusun Nagrak, Ancam Tidur di Kelurahan

Kios tersebut berada di pinggir jalan yang cukup ramai dan berdampingan dengan berbagai usaha lain, di antaranya warung nasi goreng, pedagang rujak, konter handphone, hingga laundry.

Kondisi kios ayam Al Fazza, TKP pembunuhan Abdul Hamid (39) petugas keamanan yang ditemukan tewas dalam freezer diduga dibunuh oleh rekan kerjanya masih dipasangi garis polisi. Senin (30/3/2026).KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Kondisi kios ayam Al Fazza, TKP pembunuhan Abdul Hamid (39) petugas keamanan yang ditemukan tewas dalam freezer diduga dibunuh oleh rekan kerjanya masih dipasangi garis polisi. Senin (30/3/2026).
Meski sempat menghebohkan warga, aktivitas di sekitar lokasi kini mulai berangsur normal. Sejumlah pedagang kembali berjualan seperti biasa, sementara arus lalu lintas di depan lokasi terpantau lancar.

Salah satu warga, Bintang (39), pemilik kios servis handphone di sekitar lokasi, mengaku awalnya mengira terjadi peristiwa pencurian di kios tersebut.

“Taunya pembobolan ruko. Soalnya ada motor yang hilang juga. Beritanya saya tahu pembunuhan itu hari ini (Senin),” ujar Bintang saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin.

Ia mengaku terkejut setelah mengetahui korban ditemukan dalam kondisi dimutilasi dan disimpan di dalam freezer.

“Kaget banget lah. Syok juga sampai sebegitu teganya. Kirain cuma dibunuh saja, ternyata dimutilasi dan dimasukin freezer,” ucapnya.

Menurut Bintang, Abdul Hamid dikenal sebagai sosok yang rajin dan ulet dalam bekerja. Ia menyebut korban kerap datang lebih pagi untuk menyiapkan kebutuhan berjualan.

Baca juga: Pramono Pertahankan Rabu Transportasi Umum, WFH Dipilih Hari Lain

“Setiap jam 08.00 pagi itu sudah bersih-bersih, sering nyapu. Kadang karyawan yang datang sudah tinggal dagang,” ujarnya.

Ia menambahkan, korban bersama dua karyawan lainnya diketahui tinggal di kios tersebut dan memulai aktivitas usaha sejak pagi hingga malam hari.

Peristiwa ini membuat warga sekitar merasa cemas dan khawatir. Bintang berharap polisi segera mengungkap motif di balik kejadian tersebut.

“Yang sampai sekarang penasaran di sini sebenarnya motifnya apa,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, jasad Abdul Hamid ditemukan pertama kali oleh pemilik kios berinisial ES (32) di dalam mesin pembeku (freezer) pada Sabtu (28/3/2026).

“Dia melaporkan penemuan mayat berada di dalam freezer penyimpanan daging ayam miliknya yang diduga dari ciri-ciri kulitnya adalah karyawannya bernama Abdul Hamid,” ujar Kepala Subdirektorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Tanda Penggunaan Paylater Tak Lagi Sehat dan Tips Bijak agar Tak Terjerat Utang

Setelah penemuan tersebut, pemilik kios berusaha menghubungi dua karyawannya, ACN (23) dan S (27), namun tidak berhasil. Kecurigaan pun mengarah kepada keduanya, terlebih setelah diketahui dua sepeda motor dan uang tunai Rp 500.000 milik kios turut hilang.

Sebelumnya, kedua karyawan tersebut sempat meminta izin mudik Lebaran, sementara korban tetap menjaga kios karena tidak memiliki keluarga. Tak lama setelah kasus terungkap, polisi telah menangkap dua terduga pelaku.

“Benar, pelaku sudah ditangkap,” ujar Rahim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Megapolitan
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Megapolitan
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
Megapolitan
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Megapolitan
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Megapolitan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Megapolitan
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Megapolitan
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Megapolitan
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Megapolitan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Megapolitan
Pelayanan Publik di Tangsel Dipastikan Tetap Normal meski ASN WFH Tiap Jumat
Pelayanan Publik di Tangsel Dipastikan Tetap Normal meski ASN WFH Tiap Jumat
Megapolitan
Selokan dan Kali di Ancol Berbau Mirip Kotoran Manusia, DLH Ungkap Sumbernya
Selokan dan Kali di Ancol Berbau Mirip Kotoran Manusia, DLH Ungkap Sumbernya
Megapolitan
Selokan dan Kali di Ancol Jakut Berbau Mirip Kotoran, Airnya Hitam Pekat
Selokan dan Kali di Ancol Jakut Berbau Mirip Kotoran, Airnya Hitam Pekat
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Penampakan TKP Karyawan Ayam Goreng di Bekasi Dimutilasi dalam Freezer
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat