JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menyampaikan kepada rekan sesama aktivis yang menjenguknya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.
Salah satu pesan Andrie Yunus memaafkan semua pihak terkait kasus penyiraman air keras atas dirinya. Termasuk pelaku penyiraman air keras.
"Andrie Yunus terus berpesan jangan lupa untuk memaafkan para pelaku untuk kemanusiaan," ujar Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Tim Kuasa Hukum Andrie Yunus Diteror: Katanya Hati-hati Keluarganya
Namun Andrie Yunus meminta dalang penyiraman air keras harus dibongkar. Dia berharap agar ada pertanggungjawaban atas kasus yang menimpanya secara transparan dan akuntabel.
"Tapi tetap harus disuarakan dan dituntut pertanggungjawabannya secara menyeluruh baik aktor lapangan maupun intelektualnya," lanjutnya.
Saat ditanya perihal respons terhadap perkembangan penanganan hukum kasus penyiraman air keras, Jane menyatakan rekan-rekan aktivis tidak ingin membebani pikiran Andrie Yunus.
Sehingga saat menjenguk Andrie, para aktivis tidak mau membahas kasus tersebut.
"Kami cukup menceritakan hal-hal lucu dan menyenangkan demi kesembuhan dan pemulihan Andrie," tutur Jane.
Baca juga: Kasus Andrie Yunus Menggulung: Dugaan Pembunuhan Berencana hingga Desakan Peradilan Umum
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid juga menceritakan saat ia menjenguk Andrie Yunus di RSCM.
Usman sempat melihat saat Andrie bereaksi melihat kehadirannya. Ia pun menyampaikan beberapa pesan kepada Andrie Yunus.
"Saya sendiri belum memintanya bicara. Mungkin karena kebetulan saya menemui ketika Andrie masih dalam posisi istirahat," tutur Usman saat dikonfirmasi Kompas.com.
"Ia hanya menatap saya ketika saya menangis sambil bilang 'Aduh Andrie, akhirnya apa yang saya khawatirkan terjadi'," lanjutnya.
Saat itu, Usman sempat mengulang pesan agar Andrie Yunus selalu berhati-hati.
Sebab sejak peristiwa Andrie Yunus mendatangi rapat panitia kerja (Panja) RUU TNI di Hotel Fairmont pada 2025 lalu, banyak pihak yang tidak senang.
"Dia hanya melirik ke arah saya tanpa berkata apa-apa," kata Usman.
Baca juga: Aktivis Pendukung Andrie Yunus di Jakarta hingga Sumut Diancam, Keluarga Diteror