Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Arus Balik Ketapang Padat, Truk Logistik Meningkat

BANYUWANGI, KOMPAS.com — Arus balik Lebaran di lintasan Ketapang–Gilimanuk masih menunjukkan tekanan tinggi, bahkan setelah posko angkutan mudik resmi berakhir. Lonjakan kendaraan, terutama truk logistik, mendorong antrean hingga sekitar 12 kilometer menuju Pelabuhan Ketapang.

Sejak pagi hingga siang, kendaraan terus mengalir dari arah utara menuju pelabuhan. Arus tersebut didominasi truk logistik, disertai bus dan kendaraan pribadi yang bergerak untuk kembali ke aktivitas pascalibur panjang.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan peningkatan signifikan kendaraan logistik menjadi faktor utama kepadatan tersebut.

“Pasca berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk yang masuk ke Pelabuhan Ketapang,” ujar Yossianis dalam keterangan resmi di Banyuwangi, Selasa (31/3/2026).

“Kondisi ini berdampak pada antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” lanjutnya.

Kondisi ini terjadi seiring berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas pada 13–29 Maret 2026, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama tertanggal 5 Februari 2026. Pencabutan pembatasan membuat arus logistik kembali meningkat secara signifikan.

Strategi operasional tekan antrean

Untuk merespons lonjakan tersebut, ASDP bersama regulator dan operator kapal melakukan penyesuaian layanan secara adaptif. Strategi yang diterapkan meliputi optimalisasi pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), penambahan trip dan armada, hingga pengaturan ritme kendaraan melalui buffer zone.

“Kami mengoptimalkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone agar arus logistik tetap terlayani dengan baik,” kata Yossianis.
“Langkah ini dilakukan tanpa mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jasa lainnya,” tambahnya.

Secara operasional, ASDP mengerahkan 36 kapal dengan penerapan pola TBB pada 10 kapal di Dermaga 4. Selain itu, enam kapal perbantuan juga dioperasikan, yakni Portlink VII, Liputan XII, Dharma Kencana IX, Dharma Rucitra, Karya Maritim II, dan Perkasa Prima V.

Buffer zone jadi penyangga arus kendaraan

Pengaturan arus kendaraan diperkuat melalui optimalisasi buffer zone di Dermaga Bulusan sebagai area penyangga sebelum masuk pelabuhan. Skema ini difokuskan untuk menampung truk logistik agar tidak langsung menumpuk di dermaga utama.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa buffer zone tidak hanya menjaga kelancaran arus, tetapi juga memberi waktu istirahat bagi pengemudi.
"Di Bulusan sendiri kami berlakukan dua skema, di mana sebagian kendaraan akan langsung diberangkatkan melalui Dermaga Bulusan menggunakan kapal yang bersandar di sana," ujarnya.
"Sementara yang lainnya akan kami kirim ke Dermaga LCM," lanjut Arief.

Pada Selasa pagi, sekitar 380 kendaraan—didominasi truk besar dan sedang—tercatat berada di buffer zone Bulusan dan jumlahnya terus bertambah. Sementara itu, pergerakan kendaraan dari tollgate menuju dermaga pada pukul 12.45 WIB terpantau padat dengan waktu tempuh berkisar 15 hingga 30 menit.

Data Posko Ketapang selama 24 jam pada 30 Maret 2026 (H+8) mencatat 56.197 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali, meningkat 5,2 persen. Jumlah kendaraan mencapai 17.608 unit atau naik 2,1 persen.

Secara kumulatif, sejak 11–30 Maret 2026 (H-10 hingga H+8), tercatat 624.717 penumpang dan 171.921 kendaraan telah menyeberang. Dari total reservasi 183.810 unit kendaraan melalui platform Ferizy, sebanyak 171.921 unit telah terlayani.

Adapun potensi kendaraan yang masih akan menyeberang hingga H+10 diperkirakan mencapai sekitar 11.889 unit.

ASDP mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket secara online melalui Ferizy, serta datang sesuai jadwal keberangkatan. Kesiapan kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi juga menjadi perhatian untuk menjaga kelancaran arus balik.

https://money.kompas.com/read/2026/04/01/113939026/arus-balik-ketapang-padat-truk-logistik-meningkat

Terkini Lainnya

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com