Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral di Medsos, Fasilitas Air Siap Minum di Stasiun MRT Jakarta Jadi Tempat Sampah, Ahli: Edukasi dan Peringatan Masih Kurang

Kompas.com, 4 Februari 2025, 14:03 WIB
Elsa Catriana,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Viral di media sosial X (dulu Twitter) fasilitas keran air siap minum gratis atau water fountain di Stasiun MRT Jakarta disalahgunakan menjadi tempat pembuangan sampah.

Dalam postingan yang diunggah oleh pemilik akun @jkt********tampak sebuah water fountain yang dikelola oleh PT Palyja dan MRT Jakarta yang pada bagian atasnya tertumpuk sampah.

Ihwal itu, Ketua Forum Transportasi Jalan dan Perkeretapian MTI Aditya Dwi Laksana mengatakan, permasalahan tersebut mencerminkan masih minimnya edukasi serta kesadaran masyarakat akan menjaga seluruh fasilitas transportasi yang ada.

Oleh karena itu dia meminta manajemen MRT untuk bisa memberikan edukasi kepada penumpangnya untuk sama-sama menjaga semua fasilitas transportasi yang ada di lingkungan Stasiun MRT.

Baca juga: Kenapa Tak Ada Lagi Grab pada Nama Stasiun MRT Lebak Bulus?

“Sebenarnya perlu juga memastikan ketersediaan tempat sampah yang memadai di lingkungan luar stasiun MRT, bila perlu di dekat water station tersebut di sediakan tempat sampah. Bila memang sudah tersedia, ya perlu diberikan tambahan tulisan peringatan seperti misalnya “Air siap minum (bukan tempat sampah)” ini perlu untuk kalangan masyarakat yang belum menyadari,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (4/2/2025).

Sementara itu, Kompas.com sudah mencoba untuk menghubungi Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo. Namun hingga berita ini dinaikkan, Kompas.com masih belum mendapatkan jawaban.

Untuk diketahui, MRT Jakarta sendiri telah memiliki fasilitas water fountain pertama kali pada tahun 2019 silam di Stasiun MRT Dukuh Atas. Kala itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meresmikannya.

Keran fasilitas air siap minum gratis terletak di depan akses pintu masuk Stasiun MRT Dukuh Atas. 

Baca juga: POPULER MONEY] Bos Kopi Tuku Menabung 6 Tahun buat Beli Hak Penamaan Stasiun MRT Cipete Raya | Alasan Elpiji 3 Kg Tak Lagi Dijual di Pengecer

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Laba Anabatic (ATIC) Tumbuh 13,2 Persen, Strategi Digital Jadi Kunci
Laba Anabatic (ATIC) Tumbuh 13,2 Persen, Strategi Digital Jadi Kunci
Ekbis
Tren Ramadhan 2026, Konsumen Mulai Pilih Produk Bernilai Tinggi
Tren Ramadhan 2026, Konsumen Mulai Pilih Produk Bernilai Tinggi
BrandzView
Lelang SUN Serap Rp40 Triliun, Seri FR0109 Paling Diminati
Lelang SUN Serap Rp40 Triliun, Seri FR0109 Paling Diminati
Ekbis
Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur di Tengah Gejolak Global
Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur di Tengah Gejolak Global
Industri
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di NTT Dikebut, Sebagian Mulai Beroperasi Tahun Depan
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di NTT Dikebut, Sebagian Mulai Beroperasi Tahun Depan
Ekbis
Rupiah Menguat ke Rp 16.979, Pasar Cermati Sinyal Reda Konflik Timur Tengah
Rupiah Menguat ke Rp 16.979, Pasar Cermati Sinyal Reda Konflik Timur Tengah
Ekbis
Tambak Udang Sumba Diproyeksi Serap 8.820 Tenaga Kerja, Bidik Devisa Rp 4,5 Triliun per Tahun
Tambak Udang Sumba Diproyeksi Serap 8.820 Tenaga Kerja, Bidik Devisa Rp 4,5 Triliun per Tahun
Ekbis
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di Sumba Dibiayai Pinjaman Asing
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di Sumba Dibiayai Pinjaman Asing
Ekbis
Menaker Akan Evaluasi Imbauan WFH Swasta, BUMN, dan BUMD dalam 2 Bulan
Menaker Akan Evaluasi Imbauan WFH Swasta, BUMN, dan BUMD dalam 2 Bulan
Ekbis
Stok BBM Indonesia Aman, Pertamina: Cadangan Dalam Kondisi Cukup
Stok BBM Indonesia Aman, Pertamina: Cadangan Dalam Kondisi Cukup
Ekbis
Jamkrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 141,03 Miliar pada 2025
Jamkrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 141,03 Miliar pada 2025
Syariah
Danamon (BDMN) Setor Dividen Rp 142,19 per Saham, Total Rp 1,4 Triliun dari Laba 2025
Danamon (BDMN) Setor Dividen Rp 142,19 per Saham, Total Rp 1,4 Triliun dari Laba 2025
Ekbis
Wisman Tumbuh Dua Digit, Turis China Melonjak Tajam pada Februari 2026
Wisman Tumbuh Dua Digit, Turis China Melonjak Tajam pada Februari 2026
Ekbis
Tambak Udang KKP di Waingapu Ditargetkan Produksi 52.000 Ton per Tahun
Tambak Udang KKP di Waingapu Ditargetkan Produksi 52.000 Ton per Tahun
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau