Pekerja memproduksi tas dengan jenama Open Ending di lokasi produksinya di Bandung, Jawa Barat. Namun ketika dia mencoba bergabung ke lokapasar Shopee dan membuka usaha Openending secara online, pelan tapi pasti usahanya meroket seperti saat ini.
Henry mengaku, pada masa awal bergabung dengan Shopee, dalam waktu nyaris 13 bulan, ia hanya memperoleh 10 pesanan harian.
Baca juga: UMKM Tas Lokal Montrav: Modal Nekat, Kini Omzet Ratusan Juta Rupiah
"Tapi pas coba fitur Iklan Shopee dan Kampanye Belanja Tanggal Kembar kaget orderan banjir,” katanya.
Dia menyebutkan saat ini, rata-rata penjualannya di Shopee mencapai ratusan pesanan per hari.
Bahkan, ketika kampanye tanggal kembar 7.7, pesanan yang dia terima mencapai mencampai 4.000 tas secara mingguan.
Baginya, meski di tengah banyaknya merek lokal lain yang hadir dengan produk yang sama, tak membuat Openending pupus. Justru dia semakin percaya diri bahwa kualitas produk tas yang dia miliki jauh lebih bagus dibandingkan pesaingnya.
Baca juga: Tips Memulai Bisnis dengan Modal Kurang dari Rp 1 Juta
“Harga yang saya tawarkan juga sangat ramah di kantong Rp 29.000 sampai Rp 269.000. Sementara kualitasnya saya jamin tak main-main, bahan yang kita gunakan juga premium bahkan anti air yang menjadi keunggulan produk Opending,” jelas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang