Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prudential Syariah Rilis Asuransi Jiwa Dollar AS, Booster Proteksi hingga 50 Persen

Kompas.com, 16 Februari 2026, 11:31 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) meluncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD.

Ini adalah produk asuransi jiwa syariah jangka panjang dengan denominasi dollar AS yang menawarkan nilai santunan meninggal dunia yang dapat meningkat hingga 150 persen melalui tambahan Booster Proteksi.

Produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan keluarga Indonesia dalam perencanaan keuangan lintas negara, seiring meningkatnya kebutuhan global seperti pendidikan luar negeri, investasi internasional, dan perencanaan warisan lintas generasi.

Baca juga: Kontribusi Unit Link ke Premi Asuransi Jiwa Semakin Susut, OJK Ungkap Penyebabnya

Ilustrasi uang dollar AS. Biaya sekolah YIS menggunakan kurs dollarPEXELS/KAROLINA GRABOWSKA Ilustrasi uang dollar AS. Biaya sekolah YIS menggunakan kurs dollar

Dalam beberapa tahun terakhir, perencanaan keuangan keluarga semakin dipengaruhi oleh faktor global, termasuk mobilitas internasional dan kebutuhan yang berdenominasi dollar AS.

Kondisi ini menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan risiko nilai tukar, kesinambungan aset, dan stabilitas nilai kekayaan jangka panjang.

Berdasarkan data Bank for International Settlements (BIS) 2025, lebih dari 80 persen transaksi perdagangan internasional masih menggunakan dollar AS sebagai mata uang utama.

Hal ini menjadikan dollar AS sebagai salah satu mata uang dominan dalam pembiayaan pendidikan global, layanan kesehatan internasional, dan perencanaan peninggalan lintas negara.

Baca juga: Asosiasi Asuransi Jiwa Soal Program Penjaminan Polis: Bantu Jaga Kepercayaan Masyarakat

Di Indonesia, dinamika nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga menunjukkan fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan kurs transaksi Bank Indonesia (BI), nilai tukar dollar AS berada di kisaran Rp 15.904 pada akhir Januari 2024 dan meningkat menjadi sekitar Rp 16.100 hingga Rp 16.800 sepanjang Januari 2026.

Pergerakan ini mencerminkan pentingnya strategi diversifikasi mata uang dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

Ilustrasi asuransi jiwa. SHUTTERSTOCK/SEWCREAMSTUDIO Ilustrasi asuransi jiwa.

President Director Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin mengatakan, perencanaan keuangan saat ini tidak lagi terbatas pada satu generasi atau satu negara, sehingga membutuhkan strategi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan global.

Baca juga: OJK: Perlambatan Ekonomi Mulai Tekan Premi Asuransi Jiwa dan Umum

“Perencanaan keuangan hari ini tidak lagi terbatas pada satu generasi atau satu negara. Keluarga Indonesia membutuhkan strategi untuk menjaga kesinambungan nilai kekayaan dari waktu ke waktu maupun antisipasi terhadap inflasi," jelas Iskandar dalam siaran pers, Senin (16/2/2026).

"PRUHeritage Syariah Essential Plan USD hadir sebagai solusi perlindungan syariah dalam mata uang global yang membantu keluarga Indonesia merancang peninggalan berharga di masa depan dengan lebih terukur, stabil, dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan kebermanfaatan dalam syariah,” ujar Iskandar.

PRUHeritage Syariah Essential Plan USD melengkapi rangkaian produk PRUHeritage Syariah Essential Plan yang sebelumnya telah tersedia dalam denominasi rupiah.

Kehadiran opsi berbasis dollar AS memberikan fleksibilitas bagi keluarga dalam menyusun strategi perlindungan yang terdiversifikasi sesuai kebutuhan.

Baca juga: Asuransi Jiwa Syariah Bisa Jadi Solusi Persiapan Masa Depan Anak

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau