Editor
TOKYO, KOMPAS.com - Ekonomi Jepang tumbuh 0,1 persen pada kuartal keempat 2025 dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Angka ini membuat Negeri Sakura ini terhindar dari resesi teknikal.
Sebelumnya, produk domestik bruto (PDB) Jepang terkontraksi 0,7 persen pada kuartal ketiga. Namun, capaian terbaru ini masih di bawah ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters, yang memperkirakan ekspansi 0,4 persen.
Secara umum, resesi teknikal didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.
Baca juga: Inflasi 3,55 Persen: Alarm Awal Tahun
Secara tahunan, output ekonomi Jepang hanya tumbuh 0,2 persen. Realisasi tersebut juga lebih rendah dari proyeksi 1,6 persen, setelah pada kuartal sebelumnya ekonomi menyusut 2,3 persen.
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, PDB kuartal keempat naik 0,1 persen, melambat dari pertumbuhan 0,6 persen pada kuartal ketiga.
Berdasarkan data Kantor Kabinet Jepang, Senin (16/2/2026), konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan yang moderat ini. Kenaikan konsumsi tersebut mampu mengimbangi pelemahan ekspor dan belanja publik.
Usai data dirilis, indeks Nikkei 225 dibuka menguat 0,12 persen. Sementara itu, nilai tukar yen melemah 0,25 persen ke level 153,06 per dollar AS.
Bank of Japan (BOJ) pada Januari lalu menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 menjadi 0,9 persen, dari sebelumnya 0,7 persen. Untuk tahun fiskal 2026, proyeksi juga direvisi naik menjadi 1 persen dari 0,7 persen.
Bank sentral Jepang ini menyatakan, pihaknya memperkirakan ekspansi moderat seiring negara-negara lain kembali mencatatkan pertumbuhan.
BOJ juga melihat adanya siklus positif antara kenaikan harga dan upah yang didukung kebijakan ekonomi pemerintah serta kondisi keuangan yang tetap akomodatif.
Data pertumbuhan ini dirilis di tengah upaya Jepang dan Amerika Serikat merampungkan komitmen investasi senilai 550 miliar dollar AS dalam kerangka kesepakatan perdagangan kedua negara.
Sementara NHK melaporkan bahwa Tokyo dan Washington belum mencapai kesepakatan terkait proyek awal yang akan dijalankan dalam komitmen tersebut.
Menteri Ekonomi Jepang Ryosei Akazawa berharap proyek-proyek awal dapat difinalisasi sebelum Perdana Menteri Sanae Takaichi bertemu Presiden AS Donald Trump.
Trump sebelumnya mengumumkan rencana pertemuan dengan Takaichi menjelang pemilihan Majelis Rendah pada 8 Februari. Dalam pemilu tersebut, Takaichi memimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih kemenangan telak.
Setelah kemenangan itu, Takaichi menyatakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal yang “proaktif”, meski belum merinci langkah konkretnya.