Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekonomi Tumbuh 0,1 Persen, Jepang Terhindar dari Resesi Teknikal

Kompas.com, 16 Februari 2026, 20:30 WIB
Erlangga Djumena

Editor

Sumber CNBC

TOKYO, KOMPAS.com - Ekonomi Jepang tumbuh 0,1 persen pada kuartal keempat 2025 dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Angka ini membuat Negeri Sakura ini terhindar dari resesi teknikal.

Sebelumnya, produk domestik bruto (PDB) Jepang terkontraksi 0,7 persen pada kuartal ketiga. Namun, capaian terbaru ini masih di bawah ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters, yang memperkirakan ekspansi 0,4 persen.

Secara umum, resesi teknikal didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.

Baca juga: Inflasi 3,55 Persen: Alarm Awal Tahun

Secara tahunan, output ekonomi Jepang hanya tumbuh 0,2 persen. Realisasi tersebut juga lebih rendah dari proyeksi 1,6 persen, setelah pada kuartal sebelumnya ekonomi menyusut 2,3 persen.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, PDB kuartal keempat naik 0,1 persen, melambat dari pertumbuhan 0,6 persen pada kuartal ketiga.

Berdasarkan data Kantor Kabinet Jepang, Senin (16/2/2026), konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan yang moderat ini. Kenaikan konsumsi tersebut mampu mengimbangi pelemahan ekspor dan belanja publik.

Usai data dirilis, indeks Nikkei 225 dibuka menguat 0,12 persen. Sementara itu, nilai tukar yen melemah 0,25 persen ke level 153,06 per dollar AS.

Proyeksi BOJ dan kerja sama dengan AS

Bank of Japan (BOJ) pada Januari lalu menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 menjadi 0,9 persen, dari sebelumnya 0,7 persen. Untuk tahun fiskal 2026, proyeksi juga direvisi naik menjadi 1 persen dari 0,7 persen.

Bank sentral Jepang ini menyatakan, pihaknya memperkirakan ekspansi moderat seiring negara-negara lain kembali mencatatkan pertumbuhan.

BOJ juga melihat adanya siklus positif antara kenaikan harga dan upah yang didukung kebijakan ekonomi pemerintah serta kondisi keuangan yang tetap akomodatif.

Data pertumbuhan ini dirilis di tengah upaya Jepang dan Amerika Serikat merampungkan komitmen investasi senilai 550 miliar dollar AS dalam kerangka kesepakatan perdagangan kedua negara.

Sementara NHK melaporkan bahwa Tokyo dan Washington belum mencapai kesepakatan terkait proyek awal yang akan dijalankan dalam komitmen tersebut.

Menteri Ekonomi Jepang Ryosei Akazawa berharap proyek-proyek awal dapat difinalisasi sebelum Perdana Menteri Sanae Takaichi bertemu Presiden AS Donald Trump.

Trump sebelumnya mengumumkan rencana pertemuan dengan Takaichi menjelang pemilihan Majelis Rendah pada 8 Februari. Dalam pemilu tersebut, Takaichi memimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih kemenangan telak.

Fokus pada kebijakan fiskal dan pertahanan

Setelah kemenangan itu, Takaichi menyatakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal yang “proaktif”, meski belum merinci langkah konkretnya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau