Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Danamon–Adira Lanjutkan Promo KPM 1,70 Persen

Kompas.com, 18 Februari 2026, 18:37 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Danamon Indonesia Tbk memperpanjang program bunga dan margin spesial Kredit Pemilikan Mobil (KPM) Prima mulai dari 1,70 persen per tahun hingga 28 Februari 2026. Langkah ini dilakukan setelah program serupa mencatatkan respons positif selama ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Jakarta.

Perpanjangan program tersebut merupakan kolaborasi Danamon bersama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk untuk mendorong pembiayaan kendaraan roda empat di tengah momentum pameran otomotif awal tahun.

Ivan Jaya, Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, mengatakan respons nasabah selama IIMS 2026 menjadi pertimbangan utama perpanjangan program.

“Kami menyambut baik penerimaan nasabah Danamon dan pelanggan Adira Finance untuk memanfaatkan bunga dan margin spesial KPM Prima sepanjang penyelenggaraan IIMS Jakarta 2026. Kami memperpanjang ketersediaan bunga dan margin spesial ini untuk mengundang lebih banyak lagi nasabah Danamon dan pelanggan Adira Finance agar mereka dapat menikmati solusi finansial holistik yang menjawab kebutuhan nasabah dan pelanggan kami untuk membeli kendaraan bermotor yang mereka perlukan,” ujar Ivan dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Danamon Bukukan Kenaikan Laba Bersih 21 Persen hingga September 2025

Skema Bunga dan Fasilitas Tambahan

Setelah IIMS Jakarta 2026 berakhir pada 15 Februari 2026, nasabah masih dapat mengakses bunga dan margin spesial mulai dari 1,70 persen flat dengan tenor 12 bulan untuk pembelian kendaraan bermotor.

Selain bunga dan margin, program ini juga menawarkan bebas biaya transaksi apabila pembayaran dilakukan melalui autodebit Danamon.

Fasilitas pembiayaan turut dilengkapi asuransi unit kendaraan, asuransi Personal Accident (PA), serta asuransi perluasan yang mencakup bencana alam, huru-hara, dan risiko pihak ketiga.

Head of Non Auto Business Adira Finance, Andy Sutanto, mengatakan perpanjangan program ditujukan untuk menjaga momentum permintaan pembiayaan.

“Bagi Adira Finance, perpanjangan program ini merupakan upaya untuk memastikan konsumen tidak hanya mendapatkan penawaran yang kompetitif, tetapi juga proses pembiayaan yang cepat, transparan, dan terukur sesuai kemampuan finansial mereka. Dengan pengalaman kami di pembiayaan otomotif, kami ingin membantu masyarakat memiliki kendaraan secara lebih bijak melalui skema yang aman dan berkelanjutan,” ujar Andy.

Baca juga: Solusi Pembiayaan Hijau MUFG–Danamon, dari Kantor hingga Proyek Nyata

Momentum Pasar Otomotif

Selama pelaksanaan IIMS 2026, bunga dan margin spesial KPM Prima disebut memperoleh penerimaan yang baik dari nasabah Danamon dan pelanggan Adira Finance.

Perpanjangan hingga akhir Februari 2026 dinilai sebagai upaya memaksimalkan momentum minat beli kendaraan yang biasanya meningkat pada awal tahun.

Nasabah dapat mengakses program tersebut melalui kantor cabang Danamon maupun Adira Finance di seluruh Indonesia hingga 28 Februari 2026, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bank QNB Indonesia Catat Lonjakan Kredit 18 Persen, NPL Turun 2,2 Persen
Bank QNB Indonesia Catat Lonjakan Kredit 18 Persen, NPL Turun 2,2 Persen
Ekbis
Dari Buka Puasa hingga Mudik, BSI Maslahat Jangkau 145 Ribu Penerima
Dari Buka Puasa hingga Mudik, BSI Maslahat Jangkau 145 Ribu Penerima
Ekbis
RI dan Korsel Sepakati 10 Kerja Sama Strategis, Fokus Mineral hingga AI
RI dan Korsel Sepakati 10 Kerja Sama Strategis, Fokus Mineral hingga AI
Ekbis
RI Antisipasi Krisis Bahan Baku Plastik, Bidik India hingga Afrika
RI Antisipasi Krisis Bahan Baku Plastik, Bidik India hingga Afrika
Ekbis
Penjualan Turun, Laba Tahun Berjalan 2025 Indocement (INTP) Justru Naik 12 Persen
Penjualan Turun, Laba Tahun Berjalan 2025 Indocement (INTP) Justru Naik 12 Persen
Ekbis
Pakai Lahan KAI dan Angkasa Pura, Pemerintah Bangun 800 Hunian di Pusat Jakarta
Pakai Lahan KAI dan Angkasa Pura, Pemerintah Bangun 800 Hunian di Pusat Jakarta
Ekbis
Indonesia Masuk Bisnis Leasing Pesawat Global, Danantara Luncurkan Platform Baru
Indonesia Masuk Bisnis Leasing Pesawat Global, Danantara Luncurkan Platform Baru
Ekbis
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau