BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan DANA

Begini Cara DANA Bangun Benteng Keamanan Digital lewat Sistem Berlapis dan AI

Kompas.com, 24 Februari 2026, 15:09 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia berinteraksi dengan uang. Kini, kenyamanan bertransaksi secara online bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.

Mulai dari membayar tagihan, berbelanja, hingga berbagi uang antar-individu, semuanya dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik melalui ponsel.

Namun, di balik kecepatan dan kepraktisan yang ditawarkan dompet digital, muncul tantangan besar yang membayangi, yakni ancaman keamanan.

Baca juga: Lebih Tenang Pakai Dompet Digital, Begini Mekanisme Perlindungan Saldo DANA

Seperti diketahui, risiko kejahatan siber terus berkembang di tengah meningkatnya aktivitas digital. Setiap aktivitas di dunia digital berpotensi membuka celah kejahatan siber.

Oleh karena itu, keamanan bukan lagi sekadar fitur tambahan dalam layanan keuangan digital, melainkan fondasi utama yang menentukan kepercayaan pengguna.

Sebagai salah satu dompet digital yang digunakan jutaan masyarakat Indonesia, DANA menempatkan keamanan transaksi digital sebagai inti dari ekosistem yang dibangunnya.

Tantangan keamanan di era digital

Meskipun membawa banyak kemudahan, teknologi juga membuka celah bagi ancaman baru yang semakin canggih.

Baca juga: Modus Penipuan Kian Halus, Dompet Digital Ini Hadirkan Cara Cek Risiko dengan Praktis

Beberapa risiko yang kerap terjadi dalam ekosistem digital meliputi pencurian data pribadi akibat kebocoran sistem, penipuan digital melalui metode phishing dan rekayasa sosial (social engineering), akses tidak sah ke akun pengguna, serta penyalahgunaan transaksi oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Ancaman tersebut tidak hanya berupa kerugian finansial, tetapi juga hilangnya kepercayaan pengguna terhadap sistem digital.

Oleh karena itu, penyedia layanan keuangan digital wajib mengembangkan sistem keamanan yang proaktif dalam mencegah potensi risiko sejak awal selain ketika masalah terjadi.

Keamanan sebagai prinsip utama

DANA mengadopsi prinsip bahwa keamanan bukanlah kompromi. Setiap inovasi dan pengembangan fitur baru selalu melewati standar keamanan yang ketat.

Baca juga: Bebas dari Ancaman Siber, Begini Cara Amankan Dompet Digital ala Pejuang Digital

Pendekatan ini memastikan bahwa data pribadi pengguna tersimpan dengan aman melalui enkripsi tingkat tinggi.

Tak hanya itu, sistem keamanan DANA juga didukung teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real-time.

Dengan pengawasan terus-menerus, potensi penyalahgunaan transaksi dapat diminimalkan, bahkan sebelum dampak kerugian muncul ke permukaan.

Sistem verifikasi berlapis

Salah satu pendekatan utama yang diterapkan DANA adalah sistem autentikasi berlapis. Pengguna dilindungi melalui beberapa mekanisme verifikasi, mulai dari PIN DANA sebagai proteksi dasar, kode one-time password (OTP) untuk memvalidasi aktivitas sensitif, hingga penggunaan autentikasi biometrik, seperti sidik jari atau pengenalan wajah.

Selain itu, DANA juga menghadirkan fitur DANA Passkey sebagai metode autentikasi modern yang dirancang untuk meningkatkan keamanan sekaligus kenyamanan. Kombinasi berbagai metode ini membuat akses tidak sah ke akun menjadi jauh lebih sulit dilakukan.

Pendekatan berlapis tersebut memperkecil kemungkinan akun diambil alih pihak lain, bahkan jika salah satu metode keamanan berhasil ditembus.

Enkripsi data

Keamanan juga diperkuat melalui enkripsi data pengguna dengan teknologi terkini. Enkripsi memastikan bahwa informasi pribadi dan detail transaksi disimpan serta dikirim dalam bentuk kode yang tidak dapat dibaca pihak yang tidak berwenang.

Dengan sistem ini, data pengguna tetap terlindungi, baik saat tersimpan di server maupun ketika ditransmisikan dalam proses transaksi.

Enkripsi menjadi “benteng” utama dalam menjaga kerahasiaan dan integritas data di tengah lalu lintas digital yang sangat dinamis.

Monitoring transaksi secara real-time

Selain perlindungan di sisi akses dan penyimpanan data, DANA juga menerapkan sistem pemantauan transaksi secara real-time.

Melalui sistem ini, aktivitas yang terindikasi mencurigakan dapat dideteksi lebih cepat sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan. Pendekatan ini memungkinkan potensi penyalahgunaan transaksi diminimalkan sebelum berkembang menjadi kerugian yang lebih besar.

Monitoring real-time menjadi bentuk pengawasan aktif yang memperkuat sistem keamanan secara menyeluruh.

Kepatuhan terhadap regulasi nasional

Keamanan layanan keuangan digital juga berkaitan erat dengan kepatuhan terhadap regulasi. Sebagai penyelenggara layanan keuangan digital, DANA berada di bawah pengawasan Bank Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Kepatuhan terhadap regulasi nasional serta standar industri menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengawasan dan kepatuhan ini memperkuat tata kelola serta memberikan jaminan tambahan bagi pengguna bahwa layanan dijalankan sesuai praktik terbaik industri keuangan digital.

Peran pengguna dalam menjaga keamanan

Meski sistem keamanan dirancang secara komprehensif, perlindungan digital tidak dapat berdiri sendiri tanpa partisipasi pengguna.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan pengguna antara lain menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP, tidak membagikan data pribadi kepada siapa pun, menghindari tautan atau pesan mencurigakan, serta rutin memperbarui aplikasi ke versi terbaru.

Kolaborasi antara sistem keamanan yang kuat dan kesadaran pengguna menjadi kombinasi penting dalam menciptakan perlindungan optimal.

Komitmen jangka panjang

Keamanan digital bukan proyek jangka pendek. Seiring berkembangnya teknologi dan metode kejahatan siber, sistem perlindungan juga harus terus diperbarui.

DANA menyatakan komitmennya untuk terus berinvestasi pada teknologi keamanan, penguatan sistem, serta edukasi pengguna guna menciptakan ekosistem transaksi digital yang aman dan tepercaya. Dengan pendekatan keamanan yang menyeluruh, pengguna dapat bertransaksi dengan lebih tenang.

Di tengah dunia digital yang terus berkembang, rasa aman menjadi fondasi utama. Bagi DANA, keamanan bukan sekadar fitur, melainkan komitmen untuk melindungi setiap transaksi penggunanya.

Baca tentang

Terkini Lainnya
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Laba Anabatic (ATIC) Tumbuh 13,2 Persen, Strategi Digital Jadi Kunci
Laba Anabatic (ATIC) Tumbuh 13,2 Persen, Strategi Digital Jadi Kunci
Ekbis
Tren Ramadhan 2026, Konsumen Mulai Pilih Produk Bernilai Tinggi
Tren Ramadhan 2026, Konsumen Mulai Pilih Produk Bernilai Tinggi
BrandzView
Lelang SUN Serap Rp40 Triliun, Seri FR0109 Paling Diminati
Lelang SUN Serap Rp40 Triliun, Seri FR0109 Paling Diminati
Ekbis
Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur di Tengah Gejolak Global
Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur di Tengah Gejolak Global
Industri
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di NTT Dikebut, Sebagian Mulai Beroperasi Tahun Depan
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di NTT Dikebut, Sebagian Mulai Beroperasi Tahun Depan
Ekbis
Rupiah Menguat ke Rp 16.979, Pasar Cermati Sinyal Reda Konflik Timur Tengah
Rupiah Menguat ke Rp 16.979, Pasar Cermati Sinyal Reda Konflik Timur Tengah
Ekbis
Tambak Udang Sumba Diproyeksi Serap 8.820 Tenaga Kerja, Bidik Devisa Rp 4,5 Triliun per Tahun
Tambak Udang Sumba Diproyeksi Serap 8.820 Tenaga Kerja, Bidik Devisa Rp 4,5 Triliun per Tahun
Ekbis
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di Sumba Dibiayai Pinjaman Asing
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di Sumba Dibiayai Pinjaman Asing
Ekbis
Menaker Akan Evaluasi Imbauan WFH Swasta, BUMN, dan BUMD dalam 2 Bulan
Menaker Akan Evaluasi Imbauan WFH Swasta, BUMN, dan BUMD dalam 2 Bulan
Ekbis
Stok BBM Indonesia Aman, Pertamina: Cadangan Dalam Kondisi Cukup
Stok BBM Indonesia Aman, Pertamina: Cadangan Dalam Kondisi Cukup
Ekbis
Jamkrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 141,03 Miliar pada 2025
Jamkrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 141,03 Miliar pada 2025
Syariah
Danamon (BDMN) Setor Dividen Rp 142,19 per Saham, Total Rp 1,4 Triliun dari Laba 2025
Danamon (BDMN) Setor Dividen Rp 142,19 per Saham, Total Rp 1,4 Triliun dari Laba 2025
Ekbis
Wisman Tumbuh Dua Digit, Turis China Melonjak Tajam pada Februari 2026
Wisman Tumbuh Dua Digit, Turis China Melonjak Tajam pada Februari 2026
Ekbis
Tambak Udang KKP di Waingapu Ditargetkan Produksi 52.000 Ton per Tahun
Tambak Udang KKP di Waingapu Ditargetkan Produksi 52.000 Ton per Tahun
Ekbis
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau