Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Generasi Muda Mudah Pindah Bank, Survei Deloitte Ungkap Penyebabnya

Kompas.com, 27 Februari 2026, 09:19 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Loyalitas generasi muda terhadap bank tidak lagi dapat diukur hanya dari tingkat kepuasan.

Laporan terbaru dari Deloitte menunjukkan, meskipun generasi Z (Gen Z) dan milenial mencatat tingkat kepuasan yang tinggi terhadap bank utama mereka, kelompok ini justru memiliki risiko terbesar untuk berpindah ke institusi lain.

Temuan tersebut tertuang dalam laporan Deloitte yang dipublikasikan pada 12 Februari 2026.

Baca juga: Kredit Perbankan Januari 2026 Menguat, UMKM Masih Kontraksi

Ilustrasi bank digitalSHUTTERSTOCK/ESB PROFESSIONAL Ilustrasi bank digital

Survei dilakukan terhadap 2.027 nasabah bank di Amerika Serikat (AS) untuk memahami perilaku, ekspektasi, dan dinamika loyalitas lintas generasi.

Meski survei dilakukan di AS, namun ini bisa dijadikan gambaran mengenai perilaku dan persepsi generasi muda terhadap layanan perbankan.

Kepuasan tinggi, risiko pindah tetap besar

Secara umum, tingkat kepuasan nasabah terhadap bank utama mereka berada pada kisaran 93 persen hingga 95 persen di semua kelompok generasi.

Namun, laporan itu mencatat, kepuasan tidak lagi identik dengan loyalitas, khususnya pada Gen Z dan milenial.

Baca juga: OJK Kaji Dampak Perjanjian Dagang RI-AS ke Perbankan

“Pandangan umum di industri perbankan menyamakan kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan. Secara historis, hal itu memang benar. Tetapi temuan survei kami menantang premis ini," tulis Deloitte dalam laporannya.

Menurut Deloitte, di antara semua generasi, Gen Z dan milenial menunjukkan risiko tertinggi untuk beralih dari bank utama mereka, meskipun tingkat kepuasan mereka hanya sedikit lebih rendah daripada konsumen yang lebih tua.

Artinya, meskipun tingkat kepuasan generasi muda hanya sedikit lebih rendah dibanding generasi lebih tua, kecenderungan mereka untuk mempertimbangkan pindah bank jauh lebih tinggi.

Ilustrasi bank digital, layanan perbankan digital.FREEPIK/PCH.VECTOR Ilustrasi bank digital, layanan perbankan digital.

Fenomena ini bukan hal baru. Deloitte mengutip survei FICO tahun 2014 yang menunjukkan bahwa milenial lima kali lebih mungkin menutup rekening bank dibandingkan nasabah berusia di atas 50 tahun.

Baca juga: Tren Perbankan 2026: AI Ubah Cara Bank Cari Untung

Pola ini, menurut laporan, kini juga terlihat pada Gen Z.

Loyalitas yang bersifat “bersyarat”

Laporan tersebut menekankan bahwa loyalitas generasi muda cenderung bersifat kondisional. Hambatan kecil dalam pengalaman perbankan dapat menjadi pemicu perpindahan.

“Satu momen gesekan saja, baik itu transfer dana yang lambat, biaya yang membingungkan, atau pengalaman pelanggan yang kurang memuaskan secara keseluruhan, dapat memicu perpindahan pelanggan. Loyalitas tampaknya menjadi lebih bersyarat di antara mereka," kata Deloitte.

Proses transfer dana yang lambat, struktur biaya yang membingungkan, atau pengalaman digital yang tidak mulus bisa menjadi alasan cukup bagi generasi muda untuk mencari alternatif.

Baca juga: Menurut Maruf Amin, Ini yang Harus Dibenahi agar Perbankan Syariah Tidak Mahal Seperti Kata Purbaya

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau