Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menyampaikan kapasitas produksi untuk produk cetakan sarung tangan (hand former) telah terisi penuh hingga kuartal II 2026.
Kondisi tersebut mencerminkan permintaan yang dinilai masih kuat dari pelanggan global di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi serta dinamika geopolitik internasional.
Dalam beberapa waktu terakhir, perdagangan global dipengaruhi oleh volatilitas harga energi, penyesuaian rantai pasok, serta perubahan kebijakan perdagangan di berbagai negara.
Baca juga: Mark Dynamics (MARK) Pede Target Bisnis Tercapai di Tengah Ketidakpastian Global
Ilustrasi pabrik cetakan sarung tangan karet. Kendati demikian, kebutuhan terhadap produk yang berkaitan dengan sektor kesehatan dan higienitas dinilai tetap menunjukkan ketahanan permintaan.
Sebagai pemasok komponen hulu dalam industri sarung tangan medis global, MARK masih menerima jadwal produksi dan pengiriman secara reguler dari pelanggan di berbagai kawasan, termasuk Amerika, Eropa, dan Asia.
“Permintaan dari pelanggan berjalan normal. Kami masih menerima jadwal pengiriman produksi secara reguler, sehingga kapasitas produksi untuk beberapa bulan ke depan sudah teralokasi,” ujar perseroan dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).
Produk hand former merupakan komponen penting dalam proses produksi sarung tangan sekali pakai. Produk ini digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan hingga industri manufaktur dan sektor lain yang berkaitan dengan higienitas.
Baca juga: Mark Dynamics (MARK) Raup Penjualan Rp 213,9 Miliar pada Kuartal III 2025
Dengan karakter penggunaan yang luas tersebut, kebutuhan terhadap hand former dinilai relatif stabil, terutama karena berkaitan dengan kebutuhan perlindungan dan kebersihan di berbagai industri.
Ilustrasi kloset.Selain kinerja pada bisnis utama, anak usaha perseroan juga mulai melakukan pengiriman perdana produk sanitasi berupa toilet keramik ke pasar domestik dengan merek DYNA di wilayah Pulau Jawa. Pengiriman tahap awal tersebut mencapai ribuan unit.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan lini usaha baru di luar bisnis inti cetakan sarung tangan.
Pengiriman awal juga menandai dimulainya komersialisasi produk sanitasi yang diproduksi oleh anak usaha perseroan.
Baca juga: Permintaan Global Pulih, Emiten Cetakan Sarung Tangan MARK Yakin Produksi Optimal
Ke depan, anak usaha juga mulai mengembangkan produk toilet duduk melalui pembelian peralatan produksi tambahan guna memperluas portofolio produk sanitasi.
CEO MARK Ridwan Goh mengatakan pengiriman perdana tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha yang dijalankan perseroan.
“Pengiriman perdana produk sanitasi menjadi langkah awal diversifikasi usaha, sekaligus memanfaatkan kompetensi manufaktur keramik yang telah dimiliki perseroan selama ini,” ujar Ridwan.
Perseroan menilai kebutuhan terhadap produk sarung tangan dan turunannya memiliki karakter defensif karena berkaitan dengan sektor kesehatan dan kebutuhan higienitas. Hal tersebut dinilai mendukung keberlangsungan permintaan terhadap produk hand former.
Baca juga: Simak, Jadwal Pembagian Dividen Mark Dynamics Indonesia (MARK)