Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MARK Catat Pesanan Penuh hingga 2026, Diversifikasi Lewat Produk Sanitasi

Kompas.com, 10 Maret 2026, 17:52 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menyampaikan kapasitas produksi untuk produk cetakan sarung tangan (hand former) telah terisi penuh hingga kuartal II 2026.

Kondisi tersebut mencerminkan permintaan yang dinilai masih kuat dari pelanggan global di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi serta dinamika geopolitik internasional.

Dalam beberapa waktu terakhir, perdagangan global dipengaruhi oleh volatilitas harga energi, penyesuaian rantai pasok, serta perubahan kebijakan perdagangan di berbagai negara.

Baca juga: Mark Dynamics (MARK) Pede Target Bisnis Tercapai di Tengah Ketidakpastian Global

Ilustrasi pabrik cetakan sarung tangan karet. Dok. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ilustrasi pabrik cetakan sarung tangan karet.

Kendati demikian, kebutuhan terhadap produk yang berkaitan dengan sektor kesehatan dan higienitas dinilai tetap menunjukkan ketahanan permintaan.

Sebagai pemasok komponen hulu dalam industri sarung tangan medis global, MARK masih menerima jadwal produksi dan pengiriman secara reguler dari pelanggan di berbagai kawasan, termasuk Amerika, Eropa, dan Asia.

“Permintaan dari pelanggan berjalan normal. Kami masih menerima jadwal pengiriman produksi secara reguler, sehingga kapasitas produksi untuk beberapa bulan ke depan sudah teralokasi,” ujar perseroan dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).

Produk hand former merupakan komponen penting dalam proses produksi sarung tangan sekali pakai. Produk ini digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan hingga industri manufaktur dan sektor lain yang berkaitan dengan higienitas.

Baca juga: Mark Dynamics (MARK) Raup Penjualan Rp 213,9 Miliar pada Kuartal III 2025

Dengan karakter penggunaan yang luas tersebut, kebutuhan terhadap hand former dinilai relatif stabil, terutama karena berkaitan dengan kebutuhan perlindungan dan kebersihan di berbagai industri.

Ilustrasi kloset.Unsplash/3dottawa Ilustrasi kloset.

Selain kinerja pada bisnis utama, anak usaha perseroan juga mulai melakukan pengiriman perdana produk sanitasi berupa toilet keramik ke pasar domestik dengan merek DYNA di wilayah Pulau Jawa. Pengiriman tahap awal tersebut mencapai ribuan unit.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan lini usaha baru di luar bisnis inti cetakan sarung tangan.

Pengiriman awal juga menandai dimulainya komersialisasi produk sanitasi yang diproduksi oleh anak usaha perseroan.

Baca juga: Permintaan Global Pulih, Emiten Cetakan Sarung Tangan MARK Yakin Produksi Optimal

Ke depan, anak usaha juga mulai mengembangkan produk toilet duduk melalui pembelian peralatan produksi tambahan guna memperluas portofolio produk sanitasi.

CEO MARK Ridwan Goh mengatakan pengiriman perdana tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha yang dijalankan perseroan.

“Pengiriman perdana produk sanitasi menjadi langkah awal diversifikasi usaha, sekaligus memanfaatkan kompetensi manufaktur keramik yang telah dimiliki perseroan selama ini,” ujar Ridwan.

Perseroan menilai kebutuhan terhadap produk sarung tangan dan turunannya memiliki karakter defensif karena berkaitan dengan sektor kesehatan dan kebutuhan higienitas. Hal tersebut dinilai mendukung keberlangsungan permintaan terhadap produk hand former.

Baca juga: Simak, Jadwal Pembagian Dividen Mark Dynamics Indonesia (MARK)

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau