Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gojek soal Krisis Ojol: Banyak Mitra Driver Mudik Lebaran

Kompas.com, 12 Maret 2026, 09:56 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan ojek online (ojol) di Jakarta selama Ramadhan belakangan ramai dibicarakan di media sosial.

Sejumlah pengguna mengaku kesulitan memesan layanan transportasi maupun pesan-antar makanan, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Fenomena yang kerap disebut sebagai “krisis ojol” ini juga sempat ramai diperbincangkan di akun Instagram @jakarta.terkini.

Banyak netizen mengeluhkan lamanya waktu pencarian pengemudi, bahkan hingga membuat sebagian orang harus menunda waktu berbuka karena menunggu pesanan makanan datang.

Baca juga: Krisis Ojol Saat Ramadhan, Grab Ungkap Penyebabnya

Menanggapi hal tersebut, perusahaan layanan transportasi digital Gojek menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya perubahan pola permintaan layanan selama Ramadhan.

Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, mengatakan lonjakan permintaan terjadi lebih awal dibanding hari biasa, terutama di kawasan bisnis di pusat Jakarta.

“Pada periode akhir Ramadhan dan menjelang libur Hari Raya Idulfitri, kami melihat adanya perubahan pola pemesanan. Jam sibuk biasanya sudah dimulai sejak pukul 15.30 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, khususnya di area bisnis di pusat Jakarta,” ujar Bambang kepada Kompas.com, Kamis (12/3/2026).

Di sisi lain, ketersediaan pengemudi juga berkurang karena sebagian mitra driver memilih pulang kampung lebih awal untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.

“Kami memahami bahwa pada periode akhir Ramadhan, sebagian mitra driver Gojek, terutama yang beroperasi di kota-kota besar ada yang sudah mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya,” jelas Bambang.

Berdasarkan data internal Gojek pada 2025, para mitra pengemudi biasanya kembali beraktivitas secara bertahap pada minggu pertama hingga kedua setelah Lebaran, seiring dengan normalnya kembali aktivitas masyarakat.

Selain faktor mudik, kondisi eksternal juga memengaruhi ketersediaan pengemudi di lapangan.

Bambang menyebut cuaca hujan yang menyebabkan genangan di beberapa titik serta kemacetan lalu lintas turut berdampak pada waktu tempuh perjalanan.

“Faktor cuaca hujan yang menyebabkan genangan di sejumlah titik dan kepadatan lalu lintas juga memengaruhi ketersediaan mitra driver,” ujarnya.

“Akibatnya, pada periode ini pesanan pelanggan sering membutuhkan waktu tambahan sebelum diterima oleh mitra,” lanjutnya.

Karena itu, Gojek mengimbau pengguna untuk menyiapkan waktu lebih panjang saat memesan layanan, terutama pada jam sibuk menjelang berbuka puasa.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau