JAKARTA, KOMPAS.com – Keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan ojek online (ojol) di Jakarta selama Ramadhan ramai dibicarakan di media sosial.
Sejumlah pengguna mengaku kesulitan memesan layanan transportasi maupun pesan-antar makanan, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Fenomena yang kerap disebut sebagai “krisis ojol” ini juga ramai diperbincangkan di akun Instagram @jakarta.terkini.
Baca juga: Gojek soal Krisis Ojol: Banyak Mitra Driver Mudik Lebaran
Banyak netizen mengeluhkan lamanya waktu pencarian pengemudi, bahkan sebagian harus menunda waktu berbuka karena menunggu pesanan makanan datang.
Menanggapi kondisi tersebut, perusahaan layanan transportasi digital seperti Gojek dan Grab menjelaskan bahwa situasi ini dipengaruhi oleh lonjakan permintaan layanan serta berkurangnya ketersediaan pengemudi di lapangan.
Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, mengatakan selama akhir Ramadhan terjadi perubahan pola pemesanan layanan, khususnya di kawasan bisnis Jakarta.
“Pada periode akhir Ramadhan dan menjelang libur Hari Raya Idulfitri, kami melihat adanya perubahan pola pemesanan. Jam sibuk biasanya sudah dimulai sejak pukul 15.30 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, khususnya di area bisnis di pusat Jakarta,” ujar Bambang kepada Kompas.com, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, lonjakan permintaan yang datang lebih awal dibanding hari biasa membuat waktu pencarian pengemudi menjadi lebih lama bagi pengguna.
Di sisi lain, ketersediaan pengemudi juga berkurang karena sebagian mitra driver memilih pulang kampung lebih awal untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.
“Kami memahami bahwa pada periode akhir Ramadhan, sebagian mitra driver Gojek, terutama yang beroperasi di kota-kota besar, ada yang sudah mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya,” jelas Bambang.
Berdasarkan data internal Gojek pada 2025, para mitra pengemudi biasanya kembali beraktivitas secara bertahap pada minggu pertama hingga kedua setelah Lebaran, seiring dengan normalnya kembali aktivitas masyarakat.
Selain faktor mudik, kondisi eksternal seperti cuaca juga turut memengaruhi ketersediaan pengemudi.
“Faktor cuaca hujan yang menyebabkan genangan di sejumlah titik serta kepadatan lalu lintas juga memengaruhi ketersediaan mitra driver. Akibatnya, pada periode ini pesanan pelanggan sering membutuhkan waktu tambahan sebelum diterima oleh mitra,” kata Bambang.
Karena itu, Gojek mengimbau pengguna untuk menyediakan waktu lebih panjang saat memesan layanan, terutama menjelang waktu berbuka.
“Untuk mengantisipasi kondisi ini, kami mengimbau pengguna agar dapat mengalokasikan waktu lebih dalam melakukan pemesanan maupun merencanakan perjalanan,” ujarnya.