Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belajar Saham Energi Bersih, Mahasiswa Didorong Melek Investasi

Kompas.com, 13 Maret 2026, 16:24 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Literasi keuangan dinilai menjadi fondasi penting bagi generasi muda sebelum mulai berinvestasi di pasar modal. Hal ini mengemuka dalam seminar literasi investasi yang digelar PT Pertamina Geothermal Energy Tbk bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung.

Kegiatan bertajuk “Meraup Cuan dari Saham Energi” itu memperkenalkan peluang investasi di sektor energi, khususnya energi bersih, kepada mahasiswa yang dinilai berpotensi menjadi investor masa depan.

Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Jawa Barat Herlina Hayati mengatakan, pemahaman mengenai kondisi keuangan dan risiko investasi perlu dimiliki sebelum seseorang memutuskan berinvestasi di pasar modal.

“Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami kondisi keuangan, risiko, serta tujuan investasi,” ujar Herlina, melalui keterangan pers, Jumat (13/3/2026).

“Keputusan investasi harus dilakukan secara bijak dan terencana agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” lanjutnya.

Baca juga: Perang Iran-Israel Memanas, Saham Energi dan Emas Berpeluang Melonjak

Investasi Saham untuk Lindungi Nilai Uang

Dari sisi pasar modal, Vice Director of Research BEI Verdi Ikhwan menilai kebiasaan berinvestasi sejak dini dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang sehat.

Menurut Verdi, investasi menjadi penting karena inflasi terus terjadi setiap tahun sehingga nilai uang dapat tergerus apabila tidak dikelola dengan baik.

“Investasi menjadi penting karena inflasi terus terjadi setiap tahun,” kata Verdi.

“Dengan berinvestasi, nilai uang dapat berkembang dan tidak tergerus oleh kenaikan harga. Jika dilakukan secara disiplin, investasi saham dapat memberikan hasil yang optimal dalam jangka panjang melalui efek compounding,” jelasnya.

Baca juga: Pertamina Akuisisi 20 Persen Saham Energi Terbarukan Filipina Senilai Rp 1,88 Triliun

Prospek Energi Bersih dan Panas Bumi

Manager Partnership & Portfolio Management PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Lufan Nassya Faswara mengatakan sektor energi, khususnya energi baru terbarukan, memiliki prospek jangka panjang seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap energi rendah emisi.

“Panas bumi merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia sekitar 24 GW,” ujar Lufan.

“Letak geologi Indonesia yang berada di jalur gunung api aktif menjadikan sumber daya geothermal sangat melimpah dan prospektif untuk dikembangkan sebagai energi bersih sekaligus peluang investasi jangka panjang,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, komitmen global terhadap transisi energi dan penurunan emisi karbon mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap sumber energi yang andal, stabil, dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, panas bumi dinilai memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik secara konsisten dengan tingkat kapasitas pemanfaatan yang tinggi.

Selain itu, kalangan akademisi dalam seminar tersebut juga menekankan pentingnya memahami fundamental bisnis sebelum membeli saham, termasuk menilai prospek sektor industri yang menjadi basis kegiatan perusahaan.

Sektor energi dinilai menjadi salah satu sektor strategis karena memiliki peran langsung dalam pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung transisi menuju energi rendah karbon.

Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan berharap literasi investasi di kalangan generasi muda semakin meningkat, sekaligus memperkenalkan potensi sektor energi bersih sebagai pilihan investasi jangka panjang.

Saat ini, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mengelola 15 wilayah kerja panas bumi di Indonesia dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW, baik yang dioperasikan secara mandiri maupun melalui kontrak operasi bersama.

Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia, sehingga membuka peluang pengembangan energi bersih sekaligus investasi jangka panjang di sektor energi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Laba Anabatic (ATIC) Tumbuh 13,2 Persen, Strategi Digital Jadi Kunci
Laba Anabatic (ATIC) Tumbuh 13,2 Persen, Strategi Digital Jadi Kunci
Ekbis
Tren Ramadhan 2026, Konsumen Mulai Pilih Produk Bernilai Tinggi
Tren Ramadhan 2026, Konsumen Mulai Pilih Produk Bernilai Tinggi
BrandzView
Lelang SUN Serap Rp40 Triliun, Seri FR0109 Paling Diminati
Lelang SUN Serap Rp40 Triliun, Seri FR0109 Paling Diminati
Ekbis
Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur di Tengah Gejolak Global
Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur di Tengah Gejolak Global
Industri
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di NTT Dikebut, Sebagian Mulai Beroperasi Tahun Depan
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di NTT Dikebut, Sebagian Mulai Beroperasi Tahun Depan
Ekbis
Rupiah Menguat ke Rp 16.979, Pasar Cermati Sinyal Reda Konflik Timur Tengah
Rupiah Menguat ke Rp 16.979, Pasar Cermati Sinyal Reda Konflik Timur Tengah
Ekbis
Tambak Udang Sumba Diproyeksi Serap 8.820 Tenaga Kerja, Bidik Devisa Rp 4,5 Triliun per Tahun
Tambak Udang Sumba Diproyeksi Serap 8.820 Tenaga Kerja, Bidik Devisa Rp 4,5 Triliun per Tahun
Ekbis
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di Sumba Dibiayai Pinjaman Asing
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di Sumba Dibiayai Pinjaman Asing
Ekbis
Menaker Akan Evaluasi Imbauan WFH Swasta, BUMN, dan BUMD dalam 2 Bulan
Menaker Akan Evaluasi Imbauan WFH Swasta, BUMN, dan BUMD dalam 2 Bulan
Ekbis
Stok BBM Indonesia Aman, Pertamina: Cadangan Dalam Kondisi Cukup
Stok BBM Indonesia Aman, Pertamina: Cadangan Dalam Kondisi Cukup
Ekbis
Jamkrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 141,03 Miliar pada 2025
Jamkrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 141,03 Miliar pada 2025
Syariah
Danamon (BDMN) Setor Dividen Rp 142,19 per Saham, Total Rp 1,4 Triliun dari Laba 2025
Danamon (BDMN) Setor Dividen Rp 142,19 per Saham, Total Rp 1,4 Triliun dari Laba 2025
Ekbis
Wisman Tumbuh Dua Digit, Turis China Melonjak Tajam pada Februari 2026
Wisman Tumbuh Dua Digit, Turis China Melonjak Tajam pada Februari 2026
Ekbis
Tambak Udang KKP di Waingapu Ditargetkan Produksi 52.000 Ton per Tahun
Tambak Udang KKP di Waingapu Ditargetkan Produksi 52.000 Ton per Tahun
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau