JAKARTA, KOMPAS.com – Tradisi mudik menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pada periode ini, jutaan orang melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Tingginya mobilitas tersebut juga diiringi berbagai risiko perjalanan, mulai dari potensi kecelakaan, keterlambatan perjalanan, hingga kondisi kesehatan yang menurun selama perjalanan.
“Nilai perlindungan yang diberikan cukup lengkap dan bermanfaat bagi Anda yang mudik, karena manfaatnya berupa santunan yang sifatnya bisa double cover dan sebagai pelengkap dari asuransi yang Anda sudah miliki,” ujar Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia Maria Susana, melalui keterangan pers, dikutip Senin (16/3/2026).
Menurut Maria, perjalanan mudik tidak hanya berkaitan dengan mobilitas menuju kampung halaman, tetapi juga menyangkut berbagai aspek yang kerap luput dari perhatian.
Baca juga: Inflasi Medis Diprediksi 15 Persen, Sompo Perkuat Asuransi Kesehatan
Maria menjelaskan, perjalanan mudik memiliki berbagai potensi risiko yang sering kali tidak disadari masyarakat.
Risiko tersebut dapat muncul sejak perjalanan dimulai, baik di jalan raya maupun saat berada di bandara, stasiun, atau terminal. Selain itu, ada pula hal lain yang sering terlewatkan, seperti kondisi rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong, kesehatan selama perjalanan, hingga kesiapan menghadapi situasi darurat.
Karena itu, persiapan sebelum berangkat menjadi penting agar perjalanan mudik dapat berlangsung lebih tenang.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membuat daftar persiapan sebelum berangkat. Daftar tersebut dapat mencakup perlengkapan pribadi seperti perlengkapan mandi, obat-obatan, dokumen penting, hingga memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan.
Maria menambahkan, banyak pemudik yang berangkat dalam kondisi terburu-buru sehingga persiapan menjadi kurang matang. Hal ini tidak hanya terjadi pada perjalanan jarak jauh, tetapi juga pada perjalanan yang relatif dekat seperti ke Bogor atau Bandung.
Karena jaraknya dianggap tidak terlalu jauh, sebagian orang cenderung meremehkan potensi risiko yang dapat terjadi selama perjalanan.
Padahal, risiko tetap bisa muncul kapan saja, baik dalam perjalanan dekat maupun jauh, seperti kecelakaan, keterlambatan perjalanan, atau kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun.
Baca juga: Sompo Insurance Sediakan Asuransi Kesehatan untuk UMKM, Apa Saja Fiturnya?
Sompo Indonesia sendiri menghadirkan program perlindungan perjalanan mudik yang mencakup berbagai manfaat, mulai dari perlindungan medis selama perjalanan hingga perlindungan rumah atau properti yang ditinggalkan dalam keadaan kosong.
Program tersebut juga memberikan santunan kesehatan apabila tertanggung mengalami sakit selama periode perjalanan.
Sompo Program Mudik ditawarkan dengan premi mulai dari Rp 15.000 untuk perlindungan selama 14 hari dan Rp 25.000 untuk perlindungan selama 30 hari.
Program ini dapat diakses dengan menghubungi Sompo Care 14051 atau melalui tautan https://bit.ly/SOMPOMUDIK2026.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses program tersebut melalui akun Instagram resmi @sompoindonesia maupun dengan memindai barcode yang tersedia pada layar digital di sejumlah gerai Indomaret.
Paket perlindungan ini tersedia bagi masyarakat berusia 3 tahun hingga 60 tahun dan dapat diperoleh hingga 5 April 2026.
Maria menambahkan, masyarakat tetap dapat memiliki Sompo Program Mudik meskipun telah memiliki asuransi perjalanan serupa di tempat lain.
Selain itu, pemegang polis juga tetap dapat melakukan klaim meskipun telah memiliki perlindungan asuransi lain.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran, sejumlah perusahaan asuransi juga menghadirkan program serupa untuk memberikan perlindungan tambahan bagi pemudik.