Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BTN (BBTN) Transformasi Layanan, Perkuat Digitalisasi dan Operasional Kredit

Kompas.com, 16 Maret 2026, 12:38 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan terus mempercepat transformasi bisnis guna memperkuat layanan kepada nasabah.

Upaya tersebut dilakukan melalui ekspansi yang lebih efisien, pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, hingga pengembangan layanan digital.

Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan, transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk periode 2025–2029, yakni menjadi Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia.

Baca juga: BTN Tetap Terbitkan Obligasi Meski Berpotensi Dapat Dana Pemerintah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Dokumenasi BTN PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)

Visi itu dijalankan melalui sejumlah strategi dalam rencana korporasi (corporate plan), antara lain memperkuat mesin pendanaan berkelanjutan (sustainable funding), meningkatkan proposisi produk dan cross selling, serta menghadirkan layanan perbankan lengkap (full banking services) dengan pengalaman nasabah yang lebih baik.

“Kami akan mengubah image itu bahwa BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya kalau finansial keluarga itu, ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini,” kata Nyoman di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Penguatan mesin pendanaan berkelanjutan

Nyoman menjelaskan, penguatan mesin pendanaan berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama perseroan untuk memastikan bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurut dia, pendanaan merupakan bahan bakar utama bagi perbankan dalam menjalankan aktivitas pembiayaan.

Baca juga: BTN Siapkan Dividen Rp 1,05 Triliun, Likuiditas Jadi Sorotan

Tanpa dukungan pendanaan yang kuat, bank dinilai tidak akan mampu menyalurkan pembiayaan secara optimal kepada masyarakat.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapat alokasi tambahan menjadi 220.000 unit, naik tajam dari kuota sebelumnya.Shutterstock PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapat alokasi tambahan menjadi 220.000 unit, naik tajam dari kuota sebelumnya.

“Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan,” ujarnya.

Selain itu, BTN juga berupaya menghadirkan holistic banking proposition dengan memperkuat proposisi produk sekaligus meningkatkan strategi cross selling.

Dalam hal ini, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan atau kredit pemilikan rumah (KPR), tetapi mulai bergerak menuju layanan beyond mortgage.

Baca juga: BTN Incar Tambahan Likuiditas Rp 12,5 Triliun dari Pemerintah

Dengan pendekatan tersebut, BTN ingin menawarkan layanan perbankan yang lebih lengkap kepada nasabah.

Produk yang disiapkan mencakup layanan payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan (KRING) BTN untuk renovasi rumah, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan mobil maupun motor, hingga kredit modal kerja.

“Ketika nasabah membeli rumah melalui KPR, mereka juga berpotensi membutuhkan produk finansial lainnya. Melalui strategi ini, BTN dapat menyediakan beragam solusi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia,” ungkap Nyoman.

Perbaikan layanan dan operasional kredit

Strategi transformasi BTN selanjutnya adalah menghadirkan layanan perbankan lengkap (full banking offering) dengan mengutamakan pengalaman nasabah (customer experience).

Baca juga: BTN (BBTN) Siapkan Uang Tunai Rp 23,18 Triliun untuk Lebaran 2026

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau