JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan membangun 2.200 unit hunian apartemen di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta.
Hunian itu akan dijual dengan harga mulai dari Rp 500 juta per unit.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pengembangan hunian tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan aset perkeretaapian, dan sekaligus mendukung program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.
Menurutnya, KAI memiliki potensi besar untuk mengembangkan kawasan hunian yang terintegrasi transportasi atau berbasis transit oriented development (TOD) karena memiliki lahan yang luas di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: KAI Siagakan Ratusan Petugas LRT Jabodebek Selama Mudik Lebaran
"Dalam pengelolaannya, kami memiliki sekitar 320 juta meter persegi lahan di seluruh Indonesia. Ini menjadi potensi besar untuk mengembangkan kawasan berbasis TOD yang mendukung mobilitas perkotaan sekaligus memperluas akses hunian," ujar Bobby pada acara Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah, Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Adapun untuk hunian apartemen di Manggarai akan dibangun di atas lahan seluas 2,2 hektar.
Proyek ini terdiri dari delapan tower yang terbagi dalam dua blok, yakni Blok G dan Blok F, di mana setiap tower dirancang memiliki 12 lantai dengan total sekitar 2.200 unit hunian.
Tipe unit yang akan dibangun terdiri dari tipe 45 dan tipe 52.
Harga jual untuk tipe 45 rencananya sekitar Rp 500 juta per unit, sedangkan tipe 52 sekitar Rp 600 juta per unit.
KAI menargetkan pembangunan segera dimulai sehingga penyerahan kunci kepada pembeli dapat dilakukan pada awal 2027.
"Ini waktu pengerjaannya akan segera kita mulai, sehingga di awal tahun 2027 kita sudah bisa melakukan penyerahan kunci dari unit-unit tersebut," kata dia.
Bobby menjelaskan, Stasiun Manggarai dipilih karena merupakan salah satu simpul transportasi utama di Jakarta.
Setiap hari terdapat lebih dari 770 perjalanan kereta yang melintas di stasiun tersebut.
Perjalanan tersebut terdiri dari sekitar 638 perjalanan KRL Jabodetabek dan sekitar 70 perjalanan kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Jumlah penumpang yang keluar-masuk di Stasiun Manggarai sepanjang 2025 pun mencapai sekitar 10,53 juta orang.