Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KAI Bangun 2.200 Unit Apartemen di Stasiun Manggarai, Harga Mulai Rp 500 Juta

Kompas.com, 16 Maret 2026, 17:40 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan membangun 2.200 unit hunian apartemen di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta.

Hunian itu akan dijual dengan harga mulai dari Rp 500 juta per unit.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pengembangan hunian tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan aset perkeretaapian, dan sekaligus mendukung program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Menurutnya, KAI memiliki potensi besar untuk mengembangkan kawasan hunian yang terintegrasi transportasi atau berbasis transit oriented development (TOD) karena memiliki lahan yang luas di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga: KAI Siagakan Ratusan Petugas LRT Jabodebek Selama Mudik Lebaran

"Dalam pengelolaannya, kami memiliki sekitar 320 juta meter persegi lahan di seluruh Indonesia. Ini menjadi potensi besar untuk mengembangkan kawasan berbasis TOD yang mendukung mobilitas perkotaan sekaligus memperluas akses hunian," ujar Bobby pada acara Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah, Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Adapun untuk hunian apartemen di Manggarai akan dibangun di atas lahan seluas 2,2 hektar.

Proyek ini terdiri dari delapan tower yang terbagi dalam dua blok, yakni Blok G dan Blok F, di mana setiap tower dirancang memiliki 12 lantai dengan total sekitar 2.200 unit hunian.

Tipe unit yang akan dibangun terdiri dari tipe 45 dan tipe 52.

Harga jual untuk tipe 45 rencananya sekitar Rp 500 juta per unit, sedangkan tipe 52 sekitar Rp 600 juta per unit.

KAI menargetkan pembangunan segera dimulai sehingga penyerahan kunci kepada pembeli dapat dilakukan pada awal 2027.

"Ini waktu pengerjaannya akan segera kita mulai, sehingga di awal tahun 2027 kita sudah bisa melakukan penyerahan kunci dari unit-unit tersebut," kata dia.

Bobby menjelaskan, Stasiun Manggarai dipilih karena merupakan salah satu simpul transportasi utama di Jakarta.

Setiap hari terdapat lebih dari 770 perjalanan kereta yang melintas di stasiun tersebut.

Perjalanan tersebut terdiri dari sekitar 638 perjalanan KRL Jabodetabek dan sekitar 70 perjalanan kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Jumlah penumpang yang keluar-masuk di Stasiun Manggarai sepanjang 2025 pun mencapai sekitar 10,53 juta orang.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau