JAKARTA, KOMPAS.com - Harga logam mulia di pasar domestik diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan berada bawah level psikologis Rp 3 juta per gram (kg) pada awal pekan ini, Senin (23/3/2026).
Pada penutupan perdagangan Sabtu (21/3/2026), harga emas dunia terkoreksi ke level 4.497,37 dollar AS per troy ounce. Sejalan dengan itu, harga logam mulia di pasar domestik turut melemah dan ditutup di kisaran Rp 2.893.000 per gram.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai arah pergerakan emas pada pekan ini masih akan ditentukan oleh tekanan koreksi lanjutan.
Jika pelemahan berlanjut pada perdagangan Senin, maka level support pertama berada di 4.423,06 dollar AS per troy ounce, dengan harga logam mulia berpotensi turun ke Rp 2.840.000 per gram.
“Kalau seandainya dalam transaksi hari Senin mengalami koreksi, support pertama itu di 4.423.06 dollar per troy ounce. Kalau di logam mulia itu di Rp 2.840.000 per gram,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Minggu (22/3/2026) malam.
Baca juga: Harga Emas Dunia Tersungkur di Tengah Konflik Iran, Ini Penyebabnya
Namun demikian, skenario sebaliknya masih terbuka. Jika harga emas berhasil rebound, maka level resistance pertama diperkirakan berada di 4.559,86 dollar AS per troy ounce. Pada level ini, harga logam mulia kemungkinan naik ke Rp 2.920.000 per gram.
“Tetapi seandainya harga emas kemudian kembali mengalami penguatan, yaitu di resisten pertama di 4.559.86, kemungkinan besar logam mulia ditransaksikan di Rp 2.920.000 per gram,” paparnya.
Apabila momentum penguatan berlanjut, emas dunia berpeluang menguji resistance kedua di 4.681,50 dollar AS per troy ounce. Kenaikan tersebut dapat mendorong harga logam mulia mendekati Rp 2.980.000 per gram.
Kendati mengalami tekanan dalam jangka pendek, Ibrahim tetap optimistis tren jangka menengah emas masih bullish. Ia menilai pelemahan saat ini lebih bersifat koreksi teknikal sambil menunggu katalis baru di pasar global.
Di sisi lain, pergerakan indeks dollar AS juga akan menjadi faktor penting yang mempengaruhi harga emas. Ibrahim memperkirakan indeks dollar akan bergerak di kisaran support 98,73 dan resistance 101,20.
“Kemudian saya melihat juga untuk indeks dollar-nya kemungkinan besar akan ditransaksikan itu di support-nya 98.73, kemudian resisten-yaitu adalah di 101.20. Jadi dalam transaksi minggu depan kemungkinan indeks dollar ini akan kembali menguat ya menuju 101.20. Jadi bukan melemah ke 98.73,” tukas Ibrahim.
Baca juga: Harga Emas Dunia Turun 7 Persen dalam Sepekan, Ini Penyebabnya
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang