Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Emas Dunia Anjlok, Bagaimana Harga Logam Mulia Domestik Pekan Ini?

Kompas.com, 23 Maret 2026, 06:32 WIB
Suparjo Ramalan ,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga logam mulia di pasar domestik diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan berada bawah level psikologis Rp 3 juta per gram (kg) pada awal pekan ini, Senin (23/3/2026).

Pada penutupan perdagangan Sabtu (21/3/2026), harga emas dunia terkoreksi ke level 4.497,37 dollar AS per troy ounce. Sejalan dengan itu, harga logam mulia di pasar domestik turut melemah dan ditutup di kisaran Rp 2.893.000 per gram.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai arah pergerakan emas pada pekan ini masih akan ditentukan oleh tekanan koreksi lanjutan.

Jika pelemahan berlanjut pada perdagangan Senin, maka level support pertama berada di 4.423,06 dollar AS per troy ounce, dengan harga logam mulia berpotensi turun ke Rp 2.840.000 per gram.

“Kalau seandainya dalam transaksi hari Senin mengalami koreksi, support pertama itu di 4.423.06 dollar per troy ounce. Kalau di logam mulia itu di Rp 2.840.000 per gram,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Minggu (22/3/2026) malam.

Baca juga: Harga Emas Dunia Tersungkur di Tengah Konflik Iran, Ini Penyebabnya

Namun demikian, skenario sebaliknya masih terbuka. Jika harga emas berhasil rebound, maka level resistance pertama diperkirakan berada di 4.559,86 dollar AS per troy ounce. Pada level ini, harga logam mulia kemungkinan naik ke Rp 2.920.000 per gram.

“Tetapi seandainya harga emas kemudian kembali mengalami penguatan, yaitu di resisten pertama di 4.559.86, kemungkinan besar logam mulia ditransaksikan di Rp 2.920.000 per gram,” paparnya.

Apabila momentum penguatan berlanjut, emas dunia berpeluang menguji resistance kedua di 4.681,50 dollar AS per troy ounce. Kenaikan tersebut dapat mendorong harga logam mulia mendekati Rp 2.980.000 per gram.

Kendati mengalami tekanan dalam jangka pendek, Ibrahim tetap optimistis tren jangka menengah emas masih bullish. Ia menilai pelemahan saat ini lebih bersifat koreksi teknikal sambil menunggu katalis baru di pasar global.

Di sisi lain, pergerakan indeks dollar AS juga akan menjadi faktor penting yang mempengaruhi harga emas. Ibrahim memperkirakan indeks dollar akan bergerak di kisaran support 98,73 dan resistance 101,20.

“Kemudian saya melihat juga untuk indeks dollar-nya kemungkinan besar akan ditransaksikan itu di support-nya 98.73, kemudian resisten-yaitu adalah di 101.20. Jadi dalam transaksi minggu depan kemungkinan indeks dollar ini akan kembali menguat ya menuju 101.20. Jadi bukan melemah ke 98.73,” tukas Ibrahim.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun 7 Persen dalam Sepekan, Ini Penyebabnya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau