JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) mencatat laba sebesar Rp 1,36 triliun (unaudited) per Februari 2026.
Angka itu tumbuh sekitar 17 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laba ditopang oleh pembiayaan BSI yang tumbuh 14,32 persen secara tahunan menjadi Rp 323 triliun (unaudited) per Februari 2026.
Baca juga: Tabel KUR BSI 2026 Pinjaman 50 Juta, Cicilan Mulai Rp 1,5 Juta per Bulan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).Kontribusi terbesar pembiayaan BSI berasal dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas.
Selain itu, pertumbuhan pembiayaan juga diperkuat melalui kontribusi pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp 52,43 triliun, atau naik 6,10 persen secara tahunan (yoy).
Perseroan berupaya mendukung UMKM naik kelas mulai dari pendampingan, pelatihan, pembiayaan, business matching hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center.
Pertumbuhan pembiayaan juga ditopang dari strategi perseroan dalam memperkuat diferensiasi melalui bisnis bullion bank yang menjadi salah satu keunggulan BSI.
Baca juga: Purbaya Bakal Tambah Penempatan Dana SAL, Bos BSI Mau Rp 10 Triliun
Sejak memperoleh izin bullion bank, bisnis emas BSI menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja perseroan.
Kinerja ini turut diperkuat oleh peningkatan kelolaan emas yang telah mencapai sekitar 22,5 ton serta basis nasabah yang terus berkembang hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir.
Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) meningkat menjadi Rp 1,47 triliun, atau tumbuh 30 persen secara tahunan (yoy). Kontributor utama pertumbuhan FBI berasal dari layanan bank emas yang mencatat lonjakan tertinggi sebesar 136,55 persen menjadi Rp 463 miliar.
Salah satu customer Bank Syariah Indonesia (BSI) di RS Jemursari saat akan melakukan penukaran uang pecahan, Kamis (12/3/2026).Selain itu, kinerja FBI juga didukung oleh bisnis treasury dan layanan e-channel, mencerminkan efektivitas strategi digitalisasi dan diversifikasi layanan BSI.
Baca juga: 162 Kantor Cabang Buka Selama Libur Lebaran, Bos BSI: Tim IT Siaga 24 Jam
Hingga Februari 2026, jumlah pengguna superapps BYOND by BSI mencapai 6,3 juta dengan jumlah transaksi mencapai 125,4 juta transaksi.
Kemudian, BSI juga mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 366 triliun.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 154 triliun.
Lebih lanjut, likuiditas perseroan tetap terjaga dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) di level 88,20 persen.
Baca juga: BSI Siapkan Uang Tunai Rp 45 Triliun Selama Libur Lebaran 2026
Sementara itu, kontribusi fee based income terhadap total pendapatan juga semakin meningkat, tecermin dari kenaikan fee based ratio menjadi 24,59 persen secara tahunan.
Sejalan dengan itu, perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026, didukung oleh penguatan ekosistem syariah, transformasi digital, serta pengembangan bisnis emas sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan.
Selain bullion bank dan penempatan dana SAL, BSI juga berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1.520 virtual account Mitra BGN dan pembiayaan pembangunan Dapur SPPG MBG mencapai Rp 194,50 miliar untuk 145 dapur.
BSI juga turut mendukung aspirasi pemerintah mewujudkan sekitar 80.000 koperasi KDMP.
Baca juga: Transaksi Ziswaf di BSI Naik 2 Kali Lipat Selama Ramadhan 2026
Selain itu sepanjang tahun hingga Februari 2026, BSI telah melakukan penyaluran pembiayaan KUR sebesar Rp 1,65 triliun.
BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah FLPP (rumah subsidi) sepanjang tahun hingga Februari 2026 sebesar Rp 94,82 miliar dengan jumlah 582 unit rumah dan penyaluran KPP sepanjang tahun hingga Februari 2026 sebesar Rp 259 miliar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya