Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan peningkatan kualitas profitabilitas sepanjang tahun buku 2025 di tengah dinamika normalisasi industri.
Berdasarkan siaran pers, perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp837,31 miliar pada 2025, turun 8,0 persen dibandingkan Rp 909,99 miliar pada tahun 2024.
Meski penjualan menurun, kinerja laba tetap terjaga. MARK membukukan laba bruto sebesar Rp 422,35 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp 283,91 miliar, yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: MARK Catat Pesanan Penuh hingga 2026, Diversifikasi Lewat Produk Sanitasi
Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh.Kinerja tersebut disebut mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga efisiensi operasional serta mengelola struktur biaya secara disiplin.
Dari sisi margin, perseroan mencatatkan peningkatan yang signifikan. Gross margin naik menjadi 50,4 persen dari 48,5 persen pada 2024, sementara net margin meningkat menjadi 33,9 persen dari sebelumnya 31,5 persen.
Manajemen menyatakan, peningkatan margin di tengah penurunan pendapatan menunjukkan keberhasilan optimalisasi biaya produksi dan operasional.
Direktur Utama PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh mengatakan, strategi efisiensi yang dijalankan mulai memberikan hasil.
Baca juga: Mark Dynamics (MARK) Pede Target Bisnis Tercapai di Tengah Ketidakpastian Global
“Peningkatan net margin di tengah penurunan pendapatan menunjukkan bahwa strategi perseroan yang kami jalankan mulai memberikan hasil yang nyata. Kami terus fokus pada pengendalian biaya, peningkatan produktivitas, serta optimalisasi proses produksi,” ujar Ridwan dalam siaran pers, Sabtu (28/3/2026).
Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas perseroan meningkat 19,2 persen menjadi Rp 90,27 miliar, dari Rp 75,73 miliar pada tahun sebelumnya.
Ilustrasi pabrik cetakan sarung tangan karet. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi Perseroan untuk membagikan dividen yang lebih besar kepada pemegang saham. MARK juga dikenal sebagai emiten yang konsisten membagikan dividen setiap tahun.
Selain itu, struktur bisnis perseroan dinilai relatif defensif terhadap fluktuasi nilai tukar karena mayoritas penjualan dilakukan melalui ekspor dengan denominasi dollar AS.
Baca juga: Mark Dynamics (MARK) Raup Penjualan Rp 213,9 Miliar pada Kuartal III 2025
Hal ini memberikan lindung nilai alami terhadap pelemahan rupiah serta membantu menjaga stabilitas margin dan arus kas.
Secara fundamental, perseroan mencatat total aset sebesar Rp 1,02 triliun dan ekuitas sebesar Rp 902,6 miliar.
Di sisi lain, MARK juga terus mengembangkan pasar ekspor serta memperkuat penetrasi di pasar domestik.
Kontribusi penjualan dalam negeri meningkat menjadi sekitar 18 persen dari total pendapatan pada 2025, naik dari sekitar 7 persen pada tahun sebelumnya.
Baca juga: Mark Dynamics Kebanjiran Pesanan dari Malaysia
Peningkatan tersebut didorong oleh berkembangnya industri sarung tangan di Indonesia, termasuk masuknya pemain baru yang meningkatkan permintaan domestik.
Perseroan disebut mampu menangkap peluang tersebut melalui basis produksi yang kuat, kualitas produk, serta kedekatan geografis dengan pelanggan.
Manajemen menegaskan komitmennya untuk menjaga fundamental perusahaan melalui strategi yang adaptif terhadap kondisi global.
“Perseroan terus berkomitmen untuk menjaga fundamental yang kuat melalui penerapan strategi yang adaptif terhadap kondisi global, termasuk melalui diversifikasi pasar ekspor dan peningkatan kontribusi pasar domestik,” ujar Ridwan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang