Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai Mudik, Saatnya Cek Risiko Aset dan Proteksi Keuangan

Kompas.com, 29 Maret 2026, 12:00 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Usai mudik Lebaran, masyarakat kembali ke rutinitas dengan membawa cerita perjalanan. Namun, di balik itu, ada hal yang kerap terabaikan, yakni kondisi aset dan perlindungan finansial setelah periode libur panjang.

Rumah yang sempat ditinggalkan, kendaraan yang menempuh perjalanan jauh, hingga potensi risiko yang muncul selama Lebaran menjadi faktor penting yang perlu diperiksa ulang. Evaluasi ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga.

“Perlindungan asuransi seringkali baru terasa manfaatnya ketika musibah terjadi,” ujar Head of Brand & Corporate Communications PT Sompo Insurance Indonesia Ruthania Martinelly, melalui keterangannya, Minggu (29/3/2026).

“Padahal, dengan menyadarinya lebih awal, kita dapat melakukan langkah antisipasi secara lebih matang dan tepat sasaran,” lanjut dia.

Dalam perspektif asuransi umum, periode pasca mudik justru menjadi momentum untuk meninjau kembali risiko aset. Hal ini mencakup perlindungan terhadap properti maupun barang berharga agar tetap relevan dengan kondisi terkini.

Baca juga: Asosiasi Asuransi Jiwa Dukung Program Penjaminan Polis Diluncurkan Mulai 2027

Risiko meningkat pasca Lebaran

Periode setelah Lebaran kerap diiringi meningkatnya potensi kerugian.

Mulai dari kerusakan rumah akibat faktor lingkungan, risiko pencurian, hingga penurunan performa kendaraan setelah digunakan dalam perjalanan jarak jauh.

Kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada keuangan keluarga jika tidak diantisipasi dengan perlindungan yang memadai.

Karena itu, evaluasi aset menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi tetap aman dan terlindungi.

Baca juga: BRI Life Beri Asuransi Kecelakaan bagi Peserta dan Awak Bus Program Mudik Gratis BUMN 2026

Cek aset dan pahami perlindungan

Langkah sederhana seperti melakukan pengecekan menyeluruh perlu dilakukan setelah kembali ke rumah. Ini mencakup instalasi listrik, sistem keamanan, serta kondisi bangunan yang sempat ditinggalkan.

Selain itu, kendaraan yang digunakan saat mudik juga perlu diperiksa untuk menghindari kerusakan tersembunyi.

Tak kalah penting, masyarakat diimbau memahami kembali polis asuransi yang dimiliki, termasuk cakupan perlindungan dan prosedur klaim.

“Mudik mungkin telah usai, namun potensi risiko tetap ada dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ruthania.
“Dengan langkah sederhana seperti evaluasi aset dan pemahaman perlindungan yang dimiliki, masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan lebih tenang dan terlindungi secara finansial,” tutup dia.

Baca juga: Mudik Lebaran Sarat Risiko, Asuransi Mudik Jadi Antisipasi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau