Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Minyak Berpotensi Tembus 125 Dollar AS, Analis Prediksi Lonjakan Tajam Pekan Depan

Kompas.com, 29 Maret 2026, 15:00 WIB
Suparjo Ramalan ,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

Sumber CNBC

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga minyak dunia diproyeksikan melanjutkan tren kenaikan dalam waktu dekat, bahkan berpotensi melonjak hingga 125 dollar AS per barrel. Proyeksi ini muncul di tengah memangsanya perang di Timur Tengah yang menekan pasokan energi global.

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga minyak mentah global akan bergerak menguat dalam sepekan ke depan dengan rentang pergerakan yang cukup lebar.

Untuk jenis crude oil yang diperdagangkan secara domestik, Ibrahim memprediksi level support berada di kisaran 92,3 dollar AS per barrel. Sementara itu, resistance berada di level 112,2 dollar AS per barrel.

Menurut dia, selama harga mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang penguatan masih terbuka dalam jangka pendek.

“Minyak mentah dunia yang pertama adalah crude oil yang biasa diperdagangkan secara domestik. Crude oil itu kemungkinan besar dalam satu minggu range-nya 92,300 dollar per barrel. Ingat, 92,300 dollar per barrel itu adalah support-nya,” ujar Ibrahim kepada wartawan Minggu (29/3/2026).

“Resistensinya adalah 112,200 dollar AS per barrel. Dan kemungkinan harga minyak ini akan menguat dalam minggu depan,” paparnya.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Meroket, Pasar Cemas Gangguan Pasokan Global

Sementara itu, untuk minyak acuan global Brent crude oil, harga sebelumnya ditutup di sekitar 112 dollar AS per barrel, dalam sepekan ke depan, harga Brent diperkirakan bergerak dalam rentang 110 dollar AS hingga 116 dollar AS per barrel, dengan potensi penguatan yang cukup signifikan.

Ibrahim bahkan memproyeksikan tren kenaikan ini dapat berlanjut lebih agresif pada pekan berikutnya dengan level 125 dollar per barrel.

“Luar biasa, kemungkinan besar harga Brent crude oil ini naiknya cukup tajam dan diperkirakan di minggu berikutnya itu bisa di 125 dollar per barrel,” tukasnya.

Harga minyak dunia ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada Jumat (27/3/2026) waktu setempat, di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan di Timur Tengah.

Kenaikan harga minyak dunia terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengalihkan pendekatan ke jalur negosiasi dengan Iran, yang dinilai belum mampu meredakan kekhawatiran pasar.

Baca juga: India Pangkas Pajak BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Dikutip dari CNBC, Sabtu (28/3/2026), harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 5,46 persen menjadi 99,64 dollar AS per barrel.

Sementara itu, harga minyak acuan global Brent menguat 4,22 persen ke level 112,57 dollar AS per barrel.

Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022, ketika invasi Rusia ke Ukraina mengguncang pasar energi global. Sepanjang sesi perdagangan, harga minyak AS sempat menyentuh level tertinggi harian di 100,04 dollar AS per barel sebelum terkoreksi tipis. Secara mingguan, kontrak WTI naik sekitar 1 persen, sedangkan Brent relatif stagnan.

Langkah Trump memberikan perpanjangan waktu 10 hari kepada Iran untuk membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz belum mampu meredakan kekhawatiran pasar.

Dalam unggahan media sosial pada Kamis (26/3/2026), Trump mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan sangat baik.

Ia menyebut pembicaraan tersebut berlangsung positif, “meskipun ada pernyataan keliru yang bertentangan dari Media Berita Palsu, dan pihak lain.”

Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Trump juga menyatakan akan menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April 2027 mendatang.

Namun, hingga kini Iran belum memberikan tanggapan atas pernyataan terbaru tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau