Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Sedekah Laut Juwana, Miniatur Kapal Ngebut Ini Tembus Rp 25 Juta

Kompas.com, 30 Maret 2026, 08:30 WIB
Muhamad Kafi,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

PATI, KOMPAS.com - Suasana Dermaga Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati pada Minggu (29/3/2026) tampak berbeda.

Dalam gelaran Expo Mina Santosa Sejahtera yang menjadi bagian dari tradisi Sedekah Laut di Desa Bendar, deretan miniatur kapal nelayan berjajar rapi, menarik perhatian pengunjung yang datang.

Sekilas, kapal-kapal ini tampak seperti armada nelayan sungguhan yang tengah bersandar. Detailnya begitu hidup, mulai dari bentuk lambung, warna cat, hingga ornamen khas kapal pesisir.

Bedanya, ukuran mereka jauh lebih kecil. Namun jangan salah, kemampuan miniatur ini jauh dari sekadar pajangan.

Miniatur kapal buatan tangan warga lokal ini mampu mengapung dan bahkan melaju kencang di atas air.

Dengan mesin motor mini yang dikendalikan melalui remote, kapal-kapal tersebut bisa mencapai kecepatan hingga 40 kilometer per jam.

Baca juga: KKP Diminta Larang Jaring Tarik Berkantong karena Sama seperti Cantrang

Beragam jenis kapal dipamerkan, seperti porsen cakalan, cantrang, hingga cukrek. Harganya pun tak main-main. Untuk satu unit miniatur kapal jenis porsen cakalan, pengunjung harus merogoh kocek hingga Rp18 juta.

Sementara jenis cantrang dibanderol Rp15 juta dan cukrek sekitar Rp6 juta. Bahkan, dalam kondisi tertentu, harga bisa menyentuh Rp25 juta per unit.

Harga tersebut sebanding dengan proses pengerjaan yang tidak sederhana. Santo, salah satu pengrajin miniatur kapal, mengungkapkan bahwa ia membutuhkan waktu sekitar 14 hingga 20 hari untuk menyelesaikan satu unit.

“Paling lama di bagian pembentukan badan kapal. Kayunya harus dibakar dulu supaya bisa melengkung sesuai bentuk,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Ketemu Erick Thohir, Pembuat Miniatur Pesawat Garuda Indonesia Dapat Rp 50 Juta

Santo memilih kayu miranti sebagai bahan utama. Selain kuat, kayu ini dikenal tahan terhadap rayap dan memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan.

Proses pembuatannya pun dilakukan secara mandiri, mulai dari pemotongan, pembentukan, hingga finishing.

Untuk bagian mesin, Santo yang merupakan warga Desa Bendar menggunakan mesin motor mini yang dibeli khusus dan dimodifikasi agar sesuai dengan ukuran kapal.

Teknologi sederhana ini justru menjadi daya tarik tersendiri karena memungkinkan kapal mini berfungsi layaknya kapal asli.

Tak hanya menjadi hiasan, miniatur kapal ini juga sering digunakan dalam berbagai perlombaan, mulai dari lomba kecepatan hingga lomba kreativitas desain.

Baca juga: Miniatur Menembus Ekspor

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau