PATI, KOMPAS.com - Suasana Dermaga Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati pada Minggu (29/3/2026) tampak berbeda.
Dalam gelaran Expo Mina Santosa Sejahtera yang menjadi bagian dari tradisi Sedekah Laut di Desa Bendar, deretan miniatur kapal nelayan berjajar rapi, menarik perhatian pengunjung yang datang.
Sekilas, kapal-kapal ini tampak seperti armada nelayan sungguhan yang tengah bersandar. Detailnya begitu hidup, mulai dari bentuk lambung, warna cat, hingga ornamen khas kapal pesisir.
Bedanya, ukuran mereka jauh lebih kecil. Namun jangan salah, kemampuan miniatur ini jauh dari sekadar pajangan.
Miniatur kapal buatan tangan warga lokal ini mampu mengapung dan bahkan melaju kencang di atas air.
Dengan mesin motor mini yang dikendalikan melalui remote, kapal-kapal tersebut bisa mencapai kecepatan hingga 40 kilometer per jam.
Baca juga: KKP Diminta Larang Jaring Tarik Berkantong karena Sama seperti Cantrang
Beragam jenis kapal dipamerkan, seperti porsen cakalan, cantrang, hingga cukrek. Harganya pun tak main-main. Untuk satu unit miniatur kapal jenis porsen cakalan, pengunjung harus merogoh kocek hingga Rp18 juta.
Sementara jenis cantrang dibanderol Rp15 juta dan cukrek sekitar Rp6 juta. Bahkan, dalam kondisi tertentu, harga bisa menyentuh Rp25 juta per unit.
Harga tersebut sebanding dengan proses pengerjaan yang tidak sederhana. Santo, salah satu pengrajin miniatur kapal, mengungkapkan bahwa ia membutuhkan waktu sekitar 14 hingga 20 hari untuk menyelesaikan satu unit.
“Paling lama di bagian pembentukan badan kapal. Kayunya harus dibakar dulu supaya bisa melengkung sesuai bentuk,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Baca juga: Ketemu Erick Thohir, Pembuat Miniatur Pesawat Garuda Indonesia Dapat Rp 50 Juta
Santo memilih kayu miranti sebagai bahan utama. Selain kuat, kayu ini dikenal tahan terhadap rayap dan memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan.
Proses pembuatannya pun dilakukan secara mandiri, mulai dari pemotongan, pembentukan, hingga finishing.
Untuk bagian mesin, Santo yang merupakan warga Desa Bendar menggunakan mesin motor mini yang dibeli khusus dan dimodifikasi agar sesuai dengan ukuran kapal.
Teknologi sederhana ini justru menjadi daya tarik tersendiri karena memungkinkan kapal mini berfungsi layaknya kapal asli.
Tak hanya menjadi hiasan, miniatur kapal ini juga sering digunakan dalam berbagai perlombaan, mulai dari lomba kecepatan hingga lomba kreativitas desain.
Baca juga: Miniatur Menembus Ekspor